- Puskeswan Terus Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Hewan di Kabupaten Purworejo
- Petani Pekacangan Belajar Perbanyak Beuveria Bassiana di Hari Kedua SL Agens Hayati
- Menjaga BPAH Agar Tetap ASUH, Balai Veteriner Distanak Provinsi lakukan Pengambilan Sampel di Pasar Pituruh
- Sinergi Tingkatkan Produktivitas Petani, Poktan Cahyo Purwo Mudho Gelar Sekolah Lapang Agensia Hayati
- Tingkatkan Kemandirian Petani, Poktan Sri Kumpul II Gelar Sekolah Lapang Agensia Hayati
- Tingkatkan Kemandirian Petani Tangani OPT, SL Agensia Hayati Digelar di Desa Kumpulrejo
- RUMAH PANGAN KITA (RPK) DKPP PURWOREJO KEMBALI HADIR DI JUM’AT BERKAH
- Gerdal Penggerek Batang Tanaman Padi, Cegah Kerugian Petani Lebih Dalam
- Pastikan Calon Hewan Kurban yang Dikirim Ke Jabodetabek Sehat, DKPP laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi PMK
- Temu Wicara Peternak Ayam Pedaging di Kalikalong, Loano
PETANI KEBON GUNUNG BERHASIL MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK PADA TANAMAN JAGUNG DENGAN PESTISIDA NABATI
PETANI KEBON GUNUNG BERHASIL MENGENDALIKAN ULAT
GRAYAK PADA TANAMAN JAGUNG DENGAN PESTISIDA NABATI
Ulat Grayak Frugiperda (UGF) atau Spodoptera frugiperda masih menjadi momok utama pada tanaman jagung di Kab. Purworejo, salah satunya di Desa Kebon Gunung. Saat ini di Desa Kebon Gunung terdapat tanaman jagung seluas kurang lebih 1 Ha berumur 15-25 HST.
Salah satu petani
Desa Kebon Gunung, Bapak Budi Haryono, melakukan pengendalian UGF menggunakan
pestisida nabati. Dengan bimbingan POPT dan PPL, pestisida nabati tersebut
terbukti mampu mengendalikan hama tersebut.
Bahan-bahan
pestisida nabati yang digunakan antara laian :
-
Cabai
rawit merah 6 biji
-
Bawang
Putih 2 siung
-
Bawang
Merah 2 siung
-
Lengkuas ± 10 cm
Bahan-bahan tersebut kemudian ditumbuk halus dan direndam selama ± 1 jam dalam 2 gelas air. Setelah itu disaring, dan larutan hasil
rendaman dapat segera diaplikasikan untuk kebutuhan 1 tangki sprayer ukuran 14
L. Aplikasi dapat dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 pagi atau pada sore hari.
Pada pengamatan
setelah 2 hari dilakukan penyemprotan, ulat grayak pada tanaman jagung tersebut
mati dan mengering.
1.2
Ulat Grayak Setelah Disemprot
1.3
Ulat Grayak Mengering
Pestisida
nabati untuk pengendalian ulat grayak ini tergolong murah dan mudah didapat.
Proses pembuatannya juga mudah sehingga tidak menyulitkan petani. Keuntungan
lain yang dapat diperoleh dari aplikasi pestisida nabati antara lain pestisida
nabati bersifat biodegradable (mudah
terurai di alam) sehingga relatif aman bagi manusia dan hewan ternak. Pestisida
nabati tidak menyebabkan residu bahan kimia pada produk pertanian dan tidak
mudah menyebabkan resistensi hama.
Penulis :
Wagiyanti_POPT Kec. Loano






