PETANI GUNUNGTEGES KEMIRI DAPATKAN ILMU BARU MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA HORTIKULTURA

By DINPPKP 16 Okt 2024, 11:45:19 WIB Penyuluhan
PETANI GUNUNGTEGES KEMIRI DAPATKAN ILMU BARU  MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA HORTIKULTURA

PETANI GUNUNGTEGES KEMIRI DAPATKAN ILMU BARU

MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA HORTIKULTURA

 

KEMIRI KEREN NEWS –– Petani Desa Gunungteges, Kecamatan Kemiri, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pelatihan budidaya hortikultura yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Pelatihan yang diikuti oleh puluhan petani ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam budidaya tanaman hortikultura seperti durian, kelengkeng, apokat dan tanaman lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 15 Oktober 2024 (15/10/2024) bertempat di Balai Desa Gunungteges Kecamatan Kemiri. Pelatihan ini menjadi pembekalan penting bagi para petani sebelum mereka menerima bantuan benih hortikultura, yang akan dibagikan sebagai bagian dari program pengembangan pertanian berkelanjutan di desa tersebut.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Gunungteges, Misno, Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP., Narasumber, Fajar Alwani, perwakilan Bidang Sarlintan DKPP Kabupaten Purworejo dan 25 peserta pelatihan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Gunungteges, Misno, yang dalam sambutannya, menegaskan bahwa sektor pertanian, khususnya hortikultura, merupakan tulang punggung ekonomi Desa Gunungteges.

 "Kita tahu bahwa pertanian adalah sumber penghidupan utama di desa ini, dan dengan pelatihan seperti ini, kita berharap para petani dapat mengadopsi teknik-teknik terbaru dalam budidaya tanaman hortikultura. Dengan demikian, kita bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian kita," ujar beliau di hadapan para peserta pelatihan.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Ketahanan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang telah memberikan perhatian besar kepada petani di Desa Gunungteges.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Dinas, terutama karena pelatihan ini memberikan ilmu yang sangat dibutuhkan oleh para petani untuk meningkatkan hasil panen mereka. Kami berharap kerjasama ini terus berlanjut di masa mendatang," tambahnya.

Kepala Desa juga mendorong para peserta pelatihan untuk serius mengikuti setiap sesi materi dan praktik yang disampaikan oleh narasumber.

“Ilmu yang kita dapatkan hari ini akan sangat berharga jika diterapkan di lapangan. Saya percaya, jika kita semua berkomitmen untuk mengaplikasikan teknik-teknik budidaya yang diajarkan, maka kesejahteraan kita bersama akan meningkat,” tutupnya.

Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP., menekankan pentingnya penerapan teknologi dan inovasi dalam budidaya tanaman hortikultura, terutama dalam hal perbanyakan benih yang berkualitas.

“Pelatihan ini kami selenggarakan sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendukung petani dalam meningkatkan produktifitas tanaman hortikultura mereka. Dengan benih yang baik, hasil panen tentu akan lebih maksimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” ujarnya di hadapan sekitar 25 peserta yang hadir.

Beliau juga menambahkan bahwa sektor hortikultura memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan petani, terutama di Desa Gunungteges yang memiliki kondisi alam yang mendukung untuk tanaman hortikultura seperti durian, alpokat, kelengkeng dan lainnya. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membekali para petani dengan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman hortikultura yang berkualitas.

Materi pelatihan meliputi berbagai aspek teknis budidaya hortikultura, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman yang tepat, pengelolaan lahan, hingga pengendalian hama dan penyakit secara efisien. Narasumber dari pegiat tanaman durian, Fajar Alwani memberikan materi khusus tentang teknik sambung sisip durian.

Beliau menjelaskan bahwa teknik sambung sisip merupakan metode perbanyakan vegetatif yang efektif untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan kualitas buah. Dijelaskan pula langkah-langkah praktis dari teknik ini, mulai dari pemilihan batang bawah dan atas hingga cara penyambungan yang benar.

“Sambung sisip adalah teknik di mana kita menggabungkan batang bawah dari varietas durian yang kuat dengan batang atas dari varietas unggul yang memiliki kualitas buah yang baik. Dengan cara ini, pohon durian bisa tumbuh lebih cepat dan berbuah lebih cepat dibandingkan jika hanya ditanam dari biji,” jelas Fajar kepada para peserta.

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan dalam teknik sambung sisip adalah memilih batang bawah yang memiliki perakaran kuat dan tahan terhadap penyakit.

"Batang bawah yang sehat akan memberikan kekuatan pada tanaman untuk tumbuh subur dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan. Sementara itu, batang atas yang dipilih haruslah dari varietas durian yang memiliki kualitas buah terbaik," tambahnya.

Para peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk mempraktekkan langsung teknik ini di bawah bimbingan narasumber, mulai dari proses pemotongan batang, penyambungan, hingga proses perawatan pasca penyambungan.

Beberapa petani, seperti Bapak Sariman, mengaku sangat terbantu dengan penjelasan praktis dari narasumber. "Saya jadi lebih paham bagaimana cara menyambung durian dengan benar, ternyata teknik ini sangat efektif untuk mempercepat masa panen," ungkapnya.

Narasumber juga memberikan tips terkait perawatan tanaman pasca sambung sisip, di mana pemeliharaan yang intensif diperlukan agar sambungan bisa berhasil dan tumbuh optimal.

“Pemeliharaan seperti penyiraman yang teratur, pemangkasan daun yang tidak perlu, dan pemupukan yang tepat adalah bagian penting untuk memastikan keberhasilan dari teknik sambung sisip ini,” tegasnya.

Peserta pelatihan tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga berkesempatan untuk mempraktikkan teknik sambung sisip. Teguh, salah satu peserta pelatihan, menyatakan bahwa ia sangat bersemangat untuk menerapkan teknik ini di kebunnya.

"Sebelumnya, kami menerima benih tapi belum banyak tahu bagaimana cara menanam yang benar. Dengan pelatihan ini, saya yakin hasilnya nanti akan lebih baik dan lebih menguntungkan. Saya akan langsung mencoba di kebun saya," ungkapnya.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta aktif berdiskusi dengan narasumber tentang berbagai kendala yang sering mereka hadapi dalam budidaya durian, termasuk cara merawat pohon pasca sambung sisip agar sambungan tumbuh dengan baik. Narasumber pun memberikan berbagai solusi dan tips praktis untuk menjaga keberhasilan sambung sisip, seperti pemilihan waktu yang tepat untuk penyambungan, perawatan intensif, dan pemupukan yang sesuai.

Di akhir sesi, peserta yang beruntung diberikan oleh narasumber benih durian yang telah disambung sisip sebagai contoh, yang dapat digunakan sebagai bahan percontohan di kebun mereka. Petani dijadwalkan akan menerima bantuan benih hortikultura berupa durian, alpokat, kelengkeng dan mangga. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan benih- benih tersebut dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang melimpah, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan mereka.--





Berita Purworejo

Counter Pengunjung