- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PETANI GUNUNGTEGES KEMIRI DAPATKAN ILMU BARU MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA HORTIKULTURA

PETANI
GUNUNGTEGES KEMIRI DAPATKAN ILMU BARU
MELALUI
PELATIHAN BUDIDAYA HORTIKULTURA
KEMIRI KEREN NEWS –– Petani Desa
Gunungteges, Kecamatan Kemiri, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti
pelatihan budidaya hortikultura yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Pelatihan yang diikuti oleh puluhan
petani ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka
dalam budidaya tanaman hortikultura seperti durian, kelengkeng, apokat dan
tanaman lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini berlangsung pada
hari Selasa, 15 Oktober 2024 (15/10/2024) bertempat di Balai Desa Gunungteges
Kecamatan Kemiri. Pelatihan ini menjadi pembekalan penting bagi para petani
sebelum mereka menerima bantuan benih hortikultura, yang akan dibagikan sebagai
bagian dari program pengembangan pertanian berkelanjutan di desa tersebut.
Tampak hadir dalam
kegiatan tersebut, Kepala Desa Gunungteges, Misno, Koordinator BPP Kecamatan
Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP., Narasumber, Fajar Alwani, perwakilan Bidang
Sarlintan DKPP Kabupaten Purworejo dan 25 peserta pelatihan.
Kegiatan ini dibuka
secara resmi oleh Kepala Desa Gunungteges, Misno, yang dalam sambutannya, menegaskan
bahwa sektor pertanian, khususnya hortikultura, merupakan tulang punggung
ekonomi Desa Gunungteges.
"Kita tahu bahwa pertanian adalah sumber
penghidupan utama di desa ini, dan dengan pelatihan seperti ini, kita berharap
para petani dapat mengadopsi teknik-teknik terbaru dalam budidaya tanaman
hortikultura. Dengan demikian, kita bisa meningkatkan produktivitas dan
kualitas hasil pertanian kita," ujar beliau di hadapan para
peserta pelatihan.
Lebih lanjut, beliau
menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Ketahanan dan Pertanian Kabupaten
Purworejo yang telah memberikan perhatian besar kepada petani di Desa
Gunungteges.
"Kami
sangat berterima kasih atas dukungan dari Dinas, terutama karena pelatihan ini
memberikan ilmu yang sangat dibutuhkan oleh para petani untuk meningkatkan
hasil panen mereka. Kami berharap kerjasama ini terus berlanjut di masa
mendatang," tambahnya.
Kepala Desa juga
mendorong para peserta pelatihan untuk serius mengikuti setiap sesi materi dan
praktik yang disampaikan oleh narasumber.
“Ilmu yang
kita dapatkan hari ini akan sangat berharga jika diterapkan di lapangan. Saya
percaya, jika kita semua berkomitmen untuk mengaplikasikan teknik-teknik
budidaya yang diajarkan, maka kesejahteraan kita bersama akan meningkat,”
tutupnya.
Sementara itu,
Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP., menekankan
pentingnya penerapan teknologi dan inovasi dalam budidaya tanaman hortikultura,
terutama dalam hal perbanyakan benih yang berkualitas.
“Pelatihan ini
kami selenggarakan sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendukung petani
dalam meningkatkan produktifitas tanaman hortikultura mereka. Dengan benih yang
baik, hasil panen tentu akan lebih maksimal, baik dari segi kualitas maupun
kuantitas,” ujarnya di hadapan sekitar 25 peserta yang hadir.
Beliau juga
menambahkan bahwa sektor hortikultura memiliki potensi besar dalam meningkatkan
pendapatan petani, terutama di Desa Gunungteges yang memiliki kondisi alam yang
mendukung untuk tanaman hortikultura seperti durian, alpokat, kelengkeng dan
lainnya. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membekali para petani
dengan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman hortikultura
yang berkualitas.
Materi pelatihan
meliputi berbagai aspek teknis budidaya hortikultura, mulai dari pemilihan
bibit unggul, teknik penanaman yang tepat, pengelolaan lahan, hingga
pengendalian hama dan penyakit secara efisien. Narasumber dari pegiat tanaman
durian, Fajar Alwani memberikan materi khusus tentang teknik sambung sisip
durian.
Beliau menjelaskan
bahwa teknik sambung sisip merupakan metode perbanyakan vegetatif yang efektif
untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan kualitas buah.
Dijelaskan pula langkah-langkah praktis dari teknik ini, mulai dari pemilihan
batang bawah dan atas hingga cara penyambungan yang benar.
“Sambung sisip
adalah teknik di mana kita menggabungkan batang bawah dari varietas durian yang
kuat dengan batang atas dari varietas unggul yang memiliki kualitas buah yang
baik. Dengan cara ini, pohon durian bisa tumbuh lebih cepat dan berbuah lebih
cepat dibandingkan jika hanya ditanam dari biji,” jelas Fajar kepada
para peserta.
Menurutnya, salah
satu kunci keberhasilan dalam teknik sambung sisip adalah memilih batang bawah
yang memiliki perakaran kuat dan tahan terhadap penyakit.
"Batang
bawah yang sehat akan memberikan kekuatan pada tanaman untuk tumbuh subur dan
tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan. Sementara itu, batang atas yang
dipilih haruslah dari varietas durian yang memiliki kualitas buah
terbaik," tambahnya.
Para peserta
pelatihan diberikan kesempatan untuk mempraktekkan langsung teknik ini di bawah
bimbingan narasumber, mulai dari proses pemotongan batang, penyambungan, hingga
proses perawatan pasca penyambungan.
Beberapa petani,
seperti Bapak Sariman, mengaku sangat terbantu dengan penjelasan praktis dari
narasumber. "Saya jadi lebih paham bagaimana cara menyambung durian
dengan benar, ternyata teknik ini sangat efektif untuk mempercepat masa
panen," ungkapnya.
Narasumber juga
memberikan tips terkait perawatan tanaman pasca sambung sisip, di mana
pemeliharaan yang intensif diperlukan agar sambungan bisa berhasil dan tumbuh
optimal.
“Pemeliharaan
seperti penyiraman yang teratur, pemangkasan daun yang tidak perlu, dan
pemupukan yang tepat adalah bagian penting untuk memastikan keberhasilan dari
teknik sambung sisip ini,” tegasnya.
Peserta pelatihan
tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga berkesempatan untuk
mempraktikkan teknik sambung sisip. Teguh, salah satu peserta pelatihan,
menyatakan bahwa ia sangat bersemangat untuk menerapkan teknik ini di kebunnya.
"Sebelumnya,
kami menerima benih tapi belum banyak tahu bagaimana cara menanam yang benar.
Dengan pelatihan ini, saya yakin hasilnya nanti akan lebih baik dan lebih
menguntungkan. Saya akan langsung mencoba di kebun saya,"
ungkapnya.
Dalam sesi tanya
jawab, para peserta aktif berdiskusi dengan narasumber tentang berbagai kendala
yang sering mereka hadapi dalam budidaya durian, termasuk cara merawat pohon
pasca sambung sisip agar sambungan tumbuh dengan baik. Narasumber pun
memberikan berbagai solusi dan tips praktis untuk menjaga keberhasilan sambung
sisip, seperti pemilihan waktu yang tepat untuk penyambungan, perawatan
intensif, dan pemupukan yang sesuai.
Di akhir sesi,
peserta yang beruntung diberikan oleh narasumber benih durian yang telah
disambung sisip sebagai contoh, yang dapat digunakan sebagai bahan percontohan
di kebun mereka. Petani dijadwalkan akan menerima bantuan benih hortikultura
berupa durian, alpokat, kelengkeng dan mangga. Dengan adanya pelatihan ini,
diharapkan benih- benih tersebut dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil
yang melimpah, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan mereka.--






