- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Pertemuan SL IPDMIP Kelompok Tani Subur Makmur Desa Tepus Kulon Kecamatan Kutoarjo

Pertemuan SL IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) di Kelompok Tani Subur Makmur Desa Tepus Kulon Kecamatan Kutoarjo Hari Rabu, 11 Mei 2022 Pukul 08.00 s/d 11.30 WIB dengan materi tanam padi sistem legowo. Pertemuan dihadiri oleh Koordinator PPL BPP Kecamatan Kutoarjo, PPL Kecamatan Kutoarjo, Pengurus dan anggota kelompok tani Subur Makmur Desa Tepus Kulon dengan jumlah peserta 30 orang. IPDMIP memberdayakan SDM pertanian, pemenuhan sarana dan infrastruktur irigasi. Tujuannya untuk mendukung peningkatan produktivitas, pencapaian ketahanan pangan, dan tentunya kesejahteraan petani.
Melalui IPDMIP diharapkan peningkatan kinerja pertanian beririgasi secara terpadu dan partisipatif sebagai salah satu peluang dalam peningkatan produksi dan produktivitas pertanian yang mendukung pencapaian target Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Tanam padi dengan tata dan cara yang tepat menggunakan sistem legowo 2:1 / 3:1 / 4:1 dengan jarak tanam 27 cm x 27 cm legowo 40 cm. Tujuan dari sistem tanam legowo yaitu mudah mengendalikan hama, penyakit, dan gulma; menyediakan ruang untuk pengaturan air, saluran pengumpulan keong mas, penggunaan pupuk lebih berdaya guna; meningkatkan populasi tanaman s/d 30 %. Cara tanam gunakan bibit muda berumur 15-21 hari setelah sebar (4 daun), 2-3 bibit per rumpun.
Tujuan penggunaan bibit muda yaitu menghemat penggunaan benih, memaksimalkan pencapaian jumlah anakan, memaksimalkan peluang tercapainya hasil. Tanam sedalam 2-4 cm dalam kondisi air macak-macak, tujuannya bibit cepat kembali pulih, akar kuat dan dalam, tanaman menghasilkan anakan lebih banyak, lebih tahan rebah, kekeringan, dan menyerap pupuk lebih hemat.






