- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PERTEMUAN RUTIN KWT. NGUDI RAHAYU DESA PIJI, KECAMATAN BAGELEN BULAN OKTOBER 2023
PERTEMUAN RUTIN KWT. NGUDI RAHAYU DESA PIJI, KECAMATAN BAGELEN BULAN OKTOBER 2023
Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rahayu merupakan wadah kelembagaan wanita tani di Desa Piji, Kecamatan Bagelen. KWT. Ngudi Rahayu selalu melaksanakan pertemuan rutin sebulan sekali. Tempat pertemuan ditentukan secara bergilir dari rumah anggota satu ke anggota yang lain setiap bulan. Untuk Bulan Oktober, pertemuan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 Oktober 2023 di rumah Ibu Karsih. Pertemuan tersebut dihadiri oleh ketua, jajaran pengurus dan anggota KWT serta didampingi oleh koordinator PPL Kecamatan Bagelen dan PPL wilayah binaan. Di dalam pertemuan dibahas tentang pentingnya peran wanita tani dalam rumah tangga petani baik selaku pendamping suami, ibu dari anak-anak, pengurus rumah tangga sekaligus pelaku dalam usahatani. Ibu-ibu wanita tani dituntut untuk kreatif dalam menjalankan perannya. Beberapa hal dapat dilakukan oleh ibu-ibu untuk menambah kreatifitas di tengah kondisi yang sulit seperti saat ini seperti pemanfaatan lahan pekarangan sebagai warung hidup dan apotek hidup, melaksanaan manajemen sampah rumah tangga dan pelaksanaan diversifikasi konsumsi pangan.
Pemanfaatan pekarangan sebagai warung hidup dan apotek hidup dapat dilakukan oleh ibu-ibu dengan cara menanam sayuran dan tanaman rimpang sebagai obat ataupun bumbu dapur. Jika lahan pekarangan cukup sempit dapat disiasati dengan menanam tanaman menggunakan pot, polibag ataupun rak bersusun dari bambu. Jika tidak ada, dapat juga menggunakan plastik tebal dari bungkus minyak goreng. Pelaksanaan manajemen sampah dilakukan dengan cara memisahkan sampah organik dan non organik. Sampah organik dapat diolah ibu-ibu menjadi kompos dengan cara sederhana dan mudah, misalnya dengan menggunakan ember tumpuk ataupun galon bekas. Pupuk organik tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman di pekarangan rumah. Sementara sampah anorganik yang berupa plastik dapat dikumpulkan dan dijual. Jika dapat termanajemen dengan baik, sampah plastik yang dikumpulkan dari para anggota KWT dapat dijual untuk dijadikan tambahan uang kas bagi KWT.
Diversifikasi konsumsi pangan dilaksanakan dengan cara mengatur atau mengelola pola konsumsi rumah tangga dalam rangka mencukupi kebutuhan pangan. Diversifikasi konsumsi pangan juga diartikan sebagai pengurangan konsumsi beras yang dikompensasi oleh penambahan konsumsi bahan pangan non beras yang juga dimanfaatkan untuk memperoleh nutrisi dari sumber gizi yang lebih beragam dan seimbang. Salah satu pangan lokal yang banyak dibudidayakan di Desa Piji adalah singkong, akan tetapi selama ini singkong hanya dikonsumsi dengan cara sederhana seperti direbus, digoreng atau dibuat kue tradisional. Dalam pertemuan KWT. Ngudi Rahayu bulan ini, disampaikan informasi tentang pengenalan, manfaat dan cara membuat modified cassava flour (mocaf) yang berbahan dasar singkong. Tepung mocaf merupakan sebuah inovasi pengolahan singkong menjadi tepung yang dapat dibuat menjadi berbagai produk makanan berbahan tepung terigu dalam artian mocaf ini dapat berperan sebagai pengganti keseluruhan atau sebagian tepung terigu. Dengan adanya mocaf yang berbahan dasar tanaman pangan lokal yang banyak ditanam di Desa Piji dan berharga murah, diharapkan dapat dijadikan sebagai sebuah inovasi untuk menekan konsumsi tepung terigu yang bahan dasarnya adalah gandum dan harus diimpor dari luar negeri.
Anggota KWT sangat mengapresiasi materi yang disampaikan oleh penyuluh pertanian dan mengharapkan setiap pertemuan KWT dapat didampingi oleh penyuluh pertanian sehinga setiap datang dalam pertemuan, anggota KWT dapat memperoleh tambahan ilmu untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, anggota KWT berencana untuk melaksanakan praktek dari materi yang telah disampaikan yaitu praktek pembuatan tepung mocaf dan pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga.






