- JAMIN KEAMANAN PANGAN, SAMPEL PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) DARI DUA PASAR TRADISIONAL DI PURWOREJO DISISIR DAN DIUJI RAPID TEST
- Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi
- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
- SHARING SESSION #2 UPT PUSKESWAN BERSAMA KTNA KECAMATAN GEBANG
- Evaluasi SL Tembakau KT Rukun Tani Gowong, Perkuat Kelembagaan dan Peran Petani
- KT Rukun Tani Gowong Siapkan 2.000 m² untuk Budidaya Bawang Merah Varietas Tajuk
- PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH Pengembangan Ayam Petelur di Kelompok Tani Sumber Makmur desa Tersidilor Kecamatan Pituruh
- Menjaga Genetik Unggulan Purworejo, Seleksi Hibah Kambing Kaligesing Kembali Digelar
Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Padi OPT Ramah Lingkungan di Kemirilor

Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Padi OPT Ramah Lingkungan di Kemirilor
Oleh : Sugiyo POPT Kemiri
Kelompok Tani Tani Makmur di Desa Kemirilor melaksanakan gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) khususnya Penggerek Batang Padi (PBP). Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota kelompok tani yang didampingi oleh petugas Satpel Pelintan Kedu, POPT Kemiri dan PPL wilayah kemiri guna mengamankan produksi padi dari ancaman puso. Fokus utama aksi ini adalah menekan populasi hama sejak dini dengan cara yang berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem sawah.
Aksi serentak ini dilaksanakan dibeberapa wilayah indonesia, dan di kemiri dlaksanakan bertempat di hamparan lahan persawahan milik Kelompok Tani Tani Makmur, Kemirilor. Pengendalian dilakukan tepat pada persemaian tanaman padi. Pemilihan waktu yang presisi ini bertujuan agar siklus hidup hama dapat diputus sebelum berkembang dan masuk ke dalam batang padi dan menyebabkan gejala sundep maupun beluk.
Alasan utama penggunaan metode bumbung konservasi adalah untuk menyelamatkan musuh alami, seperti tawon parasitoid Trichogramma sp. Petani mengumpulkan kelompok telur penggerek batang dari daun padi, lalu memasukkannya ke dalam bumbung yang terbuat dari Bambu atau botol plastik bekas. Botol tersebut dilubangi; lubang ini didesain agar larva penggerek yang menetas akan terjebak dan mati di dalam botol, sementara tawon parasitoid yang ukurannya jauh lebih kecil dapat keluar untuk kembali memparasit telur hama di lapangan.
Selain bumbung konservasi, pengendalian diperkuat dengan penyemprotan Agensia Pengendali Hayati (APH) yang ramah lingkungan, berupa bakteri Bacillus thuringiensis dan Serratia sp. APH ini disemprotkan secara merata ke tanaman untuk melumpuhkan hama tanpa membunuh serangga bermanfaat. Dengan kombinasi pemanfaatan limbah botol bekas dan bahan organik ini, Kelompok Tani Tani Makmur berhasil menekan biaya produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Desa Kemiri Lor agar tetap sehat dan produktif.






