PERTEMUAN KELOMPOK TANI SEBAGAI WAHANA BELAJAR DAN KERJASAMA PETANI

By DINPPKP 29 Apr 2024, 11:25:54 WIB Penyuluhan
PERTEMUAN KELOMPOK TANI SEBAGAI WAHANA BELAJAR DAN KERJASAMA PETANI

PERTEMUAN KELOMPOK TANI SEBAGAI WAHANA BELAJAR DAN KERJASAMA PETANI

 

      

 

Tujuan dibentuknya kelompok tani adalah pendekatan kelompok untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan petani sebagai subjek pembangunan pertanian. Menurut Peraturan Menteri Pertanian No.67/Permentan/SM.050/12/2 016 peran kelompok tani dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sebagai wahana belajar, wahana kerja sama dan unit produksi. Sehingga secara tidak langsung kelompok tani dapat dipergunakan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas usahatani melalui pengelolaan usahatani secara bersamaan.

Kelompok tani Siblawong Sigenderan Desa Wirun Kecamatan Kutoarjo mengadakan pertemuan dan sering mendatangkan penyuluh atau dinas terkait untuk memberikan pengetahuan kepada anggota kelompok tani tentang budidaya pertanian. Materi disampaikan menggunakan teknik pemaparan, demonstrasi dan diskusi. Selain itu kelompok tani juga berfungsi sebagai media diskusi bagi petani jika terdapat masalah dalam usahatani. Sehingga dengan adanya kelompok tani, anggota merasa terbantu dalam hal budidaya padi dan pada akhirnya akan berimbas pada tingginya hasil produksi anggota. Peran kelompok tani dalam wahana kerjasama diwujudkan dalam pengoperasian traktor untuk pengolahan lahan milik anggota kelompok tani.

Pada hari Minggu tanggal 28 April 2024 pukul 20.00 – 22.30 WIB diadakan pertemuan kelompok tani Siblawong Sigenderan Desa Wirun Kecamatan Kutoarjo yang dihadiri oleh Pemerintah Desa, Pengurus gapoktan, Pengurus kelompok tani serta Penyuluh Pertanian dan Petugas POPT Kecamatan Kutoarjo. Pertemuan ini membahas tentang persiapan tanam MT II padi dan juga pengelolaan Hama dan penyakit terpadu pada tanaman padi, materi ini menjadi sangat dibutuhkan oleh petani mengingat banyaknya gangguan OPT di lahan sawah milik petani.

Amat maftuh selaku POPT menjelaskan tentang 4 prinsip Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu pada tanaman padi, sebagai berikut : (1) Budidaya tanaman sehat, (2) Pelestarian musuh alami, (3) Pengamatan OPT dilahan sawah secara rutin, (4) Petani sebagai ahli PHT. Dengan penerapan 4 prinsip PHT ini diharapkan hama dan penyakit dapat terkendali.

Hermawan, SP merekomendasikan adanya percepatan tanam MT II padi sehingga dapat meningkatkan IP pertanaman, petani diharapkan dapat menanam palawija maupun hortikultura di MT ketiga. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dalam pertemuan ini juga dilaporkan hasil pendapatan dari pengelolaan traktor milik kelompok tani yang selanjutnya masuk kedalam kas kelompok tani setelah dipotong biaya operasional dan operator traktor. Kas kelompok tani ini digunakan untuk kegiatan kelompok tani Siblawong Sigenderan.

Sebagai wahana belajar, kelompok tani diharapkan lebih sering mengadakan pertemuan rutin atau rapat kelompok, yang semula insidental menjadi minimal satu bulan sekali sehingga informasi menjadi lebih tersampaikan sehingga pertanian menjadi lebih maju. Sebagai wahana kerja sama, meskipun kerja sama antar sesama anggota sudah terlaksana dengan baik, kelompok tani juga perlu untuk menjalin kerja sama dengan lembaga lembaga pendukung misalnya penyedia modal, pengolahan hasil produksi, dan atau pemasaran ( Erma Aryani WN, SP- BPP Kutoarjo).

 

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung