- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PERSIAPKAN SAPROTAN MUSIM TANAM I, PETANI BESOLE MEMPERBANYAK NITROBAKTER
PERSIAPKAN SAPROTAN MUSIM TANAM I, PETANI BESOLE MEMPERBANYAK NITROBAKTER
Kelompok tani di desa Besole Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo telah melaksanakan praktek pengembangan Nitrobakter selama 3 (tiga) hari berturut-turut yaitu tanggal 2,3,4 November 2023. Perbanyakan Nitrobakter di 3 (tiga) dusun yaitu dusun I, dusun II dan dusun III desa Besole Kecamatan Bayan. Hadir Kades Besole, Koordinator PPL dan PPL Pendamping desa Besole, pengurus kelompok tani, dan anggota kelompok tani di masing-masing dusun.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dan replikasi SL IPDMIP yang dilaksanakan secara swadaya oleh kelompok tani, dengan tujuan mempersiapkan saprotan (sarana produksi tanaman) tanam padi MT I dengan membuat pupuk N organik dari perbanyakan Nitrobakter. Dengan adanya praktek ini tentunya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani secara nyata.
Nitrobakter ini adalah bakteri yang berperan penting dalam mengikat nitrogen bebas dari udara untuk difiksasi menjadi nitrit lalu diubah menjadi nitrat dan siap diserap oleh tanaman.
Alat praktek pengembangan Nitrobakter disediakan oleh pengurus kelompok tani Tani Maju desa Besole, masing-masin per dusun 1 unit yang terdiri dari drum kapasitas 300 liter 1 buah, tetes tebu 5 botol @1500 ml, biang Nitrobakter 7,5 liter, urea 15 kilogram dan air 300 liter. Cara pengembangan Nitrobakter ini dilakukan dengan menyiapkan media yaitu air 300 liter pada drum, kemudian dimasukkan tetes tebu 7,5 liter dan urea 15 kilogram, selanjutnya diaduk ke kiri sampai merata, sampai tercampur homogen, Setelah tercampur homogen lalu dmasukkan biang Nitrobakter ke dalam campuran media tersebut. Diaduk merata selanjutnya ditutup dengan masih menyisakan sedikit rongga udara pada drum. Letakkan drum pada tempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari secara langsung. Proses fermentasi Nitrobakter tersebut berlangsung selama 7-10 hari. Setelahnya perbanyakan Nitrobakter tersebut selesai dan dapat diaplikasikan ke tanaman.
Dari praktek perbanyakan bakteri ini dihasilkan 900 liter Nitrobakter yang dapat digunakan oleh para petani di desa Besole. Nitrobakter dapat diaplikasikan langsung ke tanah maupun dapat disemprotkan ke tanaman. Dosis yang dianjurkan adalah 2-3 gelas aqua berisi Nitrobakter untuk dicampurkan kedalam air ukuran tangki semprot 14-16 liter.
Dengan pemakaian Nitrobakter pada tanaman maka tanaman diharapkan lebih sehat, daun lebih hijau dan dapat mengurangi penggunaan pupuk Urea. (Pengirim Nursilahturahmi, S.P PPL Kecamatan Bayan)






