- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Persiapan Tanam Padi Musim Tanam I (MT I) Tahun 2023 Kecamatan Kutoarjo

Persiapan Tanam Padi Musim Tanam I (MT I) Tahun 2023 Kecamatan Kutoarjo
Pertemuan KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) dilaksanakan di Pendopo BPP Kecamatan Kutoarjo pada hari Rabu, 25 Oktober 2023 jam 09.00 – 12.00 WIB. Pertemuan dihadiri oleh Koordinator PPL Kecamatan Kutoarjo, PPL Kecamatan Kutoarjo, Pengurus dan Anggota KTNA dengan jumlah peserta 50 orang. Materi yang dibahas dalam pertemuan KTNA yaitu Persiapan Tanam Padi Musim Tanam I (MT I) Tahun 2023.
Koordinator PPL Kecamatan Kutoarjo memberikan arahan kepada para petani untuk mulai bersiap-siap melakukan musim tanam pertama. Diharapkan para petani sudah mulai menyebar benih sekaligus persiapan pengolahan lahan. Dengan persiapan awal semacam ini, nantinya pada awal bulan November, lahan petani sudah siap tanam. Atas pertimbangan tersebut Koordinator PPL Kecamatan Kutoarjo menghimbau kepada pemilik/ pengelola traktor untuk segera melakukan pengolahan lahan pertanian ( bajak dan garu ) dalam rangka mengantisipasi kemunduran/keterlambatan musim tanam.
Pertemuan KTNA yang dipimpin langsung oleh Ketua KTNA Kecamatan Kutoarjo selain untuk percepatan dalam pengolahan tanah dan sebar benih oleh petani juga menampung permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan. ”Giatkan kembali kepengurusan dan kerjasama Poktan, Gapoktan, dan P3A melalui pertemuan-pertemuan rutin. Lakukan kerja bakti wilayah sekitar irigasi, agar aliran air berjalan lancar.
Jika musim tanam pertama bisa segera dilakukan dan berjalan lancar, petani sudah bisa melakukan musim tanam kedua dan nantinya saat musim kemarau dapat ditanami dengan palawija. Ketepatan petani dalam pengolahan lahan tak hanya menguntungkan petani lantaran bisa melakukan panen lebih dari sekali saat musim penghujan, juga menyukseskan program kemandirian pangan yang digagas pemerintah. Dia menambahkan, sesuai dengan program kemandirian pangan, ada tiga sektor prioritas yaitu padi, jagung dan palawija. (Pengirim : Reny Marlina Yushanita, SP PPL BPP Kecamatan Kutoarjo)






