- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PERSIAPAN MUSIM TANAM PERTAMA, BPP BANYUURIP ADAKAN PERTEMUAN BERSAMA DENGAN KTNA KECAMATAN BANYUURIP
PERSIAPAN MUSIM TANAM PERTAMA, BPP BANYUURIP MENGADAKAN PERTEMUAN BERSAMA DENGAN KTNA KECAMATAN BANYUURIP
Kecamatan banyuurip adalah kecamatan dengan mayoritas penduduk adalah petani khususnya petani padi. Mengingat sudah masuknya bulan november dan sudah mulai turun hujan BPP Banyuurip mengadakan persiapan yaitu pertemuan. Pertemuan diikuti oleh penyuluh pertanian kecamatan Banyuurip, KTNA Banyuurip, P3A/ GP3A, daan dari Pengairan. Upaya ini diharapkan dapat di laksanakan dengan maksimal sehingga musim tanam pertama dapat dilaksanakan dengan maksimal.
Rabu, 15 november 2023 dilaksanakan kegiatan pertemuan di aula BPP Kecamatan Banyuurip dengan pembahasan persiapan musim tanam pertama. Pertemuan diikuti oleh penyuluh pertanian kecamatan Banyuurip, KTNA Banyuurip, P3A/ GP3A, dan dari Pengairan. Balai penyuluhan pertanian kecamatan banyuurip dalam hal ini di wakilkan oleh ibu Sri Lastuti, SP selaku koordinator menyampaikan beberapa hal yang harus segera di persiapkan mengingat hujan sudah mulai mengguyur di beberapa titik di kecamatan banyuurip. Ibu Sri Lastuti, SP menyampaikan kepada peserta untuk alat mesin pertanian segera dilakukan pengecekan dan perawatan sehingga jika air sudah cukup bisa langsung terjun ke lahan, disampaikan juga terkait dengan update pupuk subsidi untuk segera dilengkapi dan pembuatan pupuk organik untuk menjadi faktor yang harus dilakukan kelompok tani. Harapan kedepan adalah kelompok yang mandiri dimana pupuk, pestisida dll bisa dibuat oleh kelompok itu sendiri sehingga petani tidak terlalu bergantung kepada pupuk kimia/ pupuk subsidi.
Selain itu, juga disampaikan terkait dengan irigasi oleh petugas dari pengairan. Pengairan DI Kedung Putri yang sedang dilaksanakan revitalisasi membuat irigasi di kecamatan banyuurip menjadi sedikit terhambat sehingga petani diajak untuk lebih bijak dalam memanfaatkan air serta lebih aktif untuk memonitoring irigasi tersier di masing-masing wilayah. Revitalisasi ini membuat irigasi tidak bisa dibuka secara maksimal sehingga diberlakukan giliran air. Petugas pengairan mengharap adanya bantuan petani/P3A/GP3A dalam hal ini utnuk ikut membantu memonitoring irigasi sekunder, dimana jika ada kerusakan di irigasi sekunder untuk segera melaporkan sehingga akan segera dilaksanakan penanganan.
ARGA BRAMANTYO AJIE – BPP BANYUURIP






