- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
PERSIAPAN MUSIM TANAM PERTAMA, BPP BANYUURIP ADAKAN PERTEMUAN BERSAMA DENGAN KTNA KECAMATAN BANYUURIP
PERSIAPAN MUSIM TANAM PERTAMA, BPP BANYUURIP MENGADAKAN PERTEMUAN BERSAMA DENGAN KTNA KECAMATAN BANYUURIP
Kecamatan banyuurip adalah kecamatan dengan mayoritas penduduk adalah petani khususnya petani padi. Mengingat sudah masuknya bulan november dan sudah mulai turun hujan BPP Banyuurip mengadakan persiapan yaitu pertemuan. Pertemuan diikuti oleh penyuluh pertanian kecamatan Banyuurip, KTNA Banyuurip, P3A/ GP3A, daan dari Pengairan. Upaya ini diharapkan dapat di laksanakan dengan maksimal sehingga musim tanam pertama dapat dilaksanakan dengan maksimal.
Rabu, 15 november 2023 dilaksanakan kegiatan pertemuan di aula BPP Kecamatan Banyuurip dengan pembahasan persiapan musim tanam pertama. Pertemuan diikuti oleh penyuluh pertanian kecamatan Banyuurip, KTNA Banyuurip, P3A/ GP3A, dan dari Pengairan. Balai penyuluhan pertanian kecamatan banyuurip dalam hal ini di wakilkan oleh ibu Sri Lastuti, SP selaku koordinator menyampaikan beberapa hal yang harus segera di persiapkan mengingat hujan sudah mulai mengguyur di beberapa titik di kecamatan banyuurip. Ibu Sri Lastuti, SP menyampaikan kepada peserta untuk alat mesin pertanian segera dilakukan pengecekan dan perawatan sehingga jika air sudah cukup bisa langsung terjun ke lahan, disampaikan juga terkait dengan update pupuk subsidi untuk segera dilengkapi dan pembuatan pupuk organik untuk menjadi faktor yang harus dilakukan kelompok tani. Harapan kedepan adalah kelompok yang mandiri dimana pupuk, pestisida dll bisa dibuat oleh kelompok itu sendiri sehingga petani tidak terlalu bergantung kepada pupuk kimia/ pupuk subsidi.
Selain itu, juga disampaikan terkait dengan irigasi oleh petugas dari pengairan. Pengairan DI Kedung Putri yang sedang dilaksanakan revitalisasi membuat irigasi di kecamatan banyuurip menjadi sedikit terhambat sehingga petani diajak untuk lebih bijak dalam memanfaatkan air serta lebih aktif untuk memonitoring irigasi tersier di masing-masing wilayah. Revitalisasi ini membuat irigasi tidak bisa dibuka secara maksimal sehingga diberlakukan giliran air. Petugas pengairan mengharap adanya bantuan petani/P3A/GP3A dalam hal ini utnuk ikut membantu memonitoring irigasi sekunder, dimana jika ada kerusakan di irigasi sekunder untuk segera melaporkan sehingga akan segera dilaksanakan penanganan.
ARGA BRAMANTYO AJIE – BPP BANYUURIP






