PERSEMAIAN, TAHAP PENTING DALAM BUDIDAYA PADI

By DINPPKP 31 Mei 2024, 10:01:25 WIB Penyuluhan
PERSEMAIAN, TAHAP PENTING DALAM BUDIDAYA PADI

 PERSEMAIAN, TAHAP PENTING DALAM BUDIDAYA PADI

 

 

Guna mengoptimalkan produksi padi, setiap petani perlu mengetahui teknik budidaya padi yang benar. Teknik budidaya secara konvensional diawali dengan tahap memilih varietas unggul dan benih bermutu.  Varietas unggul umumnya berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit utama. Sedangkan benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan vigor yang tinggi. Benih bermutu umumnya diperoleh dari benih berlabel dan telah lolos proses sertifikasi, meskipun sebagian petani bisa membuat benih sendiri.

Kriteria jenis varietas padi yang memiliki keunggulan diantaranya :

1.     Sesuai dengan agroekosistem lahan

2.     Berdaya hasil tinggi

3.     Memiliki ketahanan atau toleransi terhadap cekaman biotik dan abiotik

Mengutip dari buku materi Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) banyak pilihan varietas unggul berdasarkan jenis lahan, diantaranya varietas padi untuk sawah irigasi daintaranya Ciherang, Mekongga, Inpari 1, 2, 3, 4, 5, Cakrabuana Agritan, Pajajaran Agritan. Varietas padi lahan sawah tadah hujan diantaranya Inpari 10 Laeya, Inpari 11, 12, 13, 18, Inpari 38 Tadah hujan Agritan. Varietas padi lahan rawa pasang surut diantaranya Inpara 1, 2, 3, 6, 7, Inpara 10 BLB.

Dalam budidaya padi secara konvensional, (bukan metode tanam benih langsung atau tabela), setelah memilih benih varietas unggul, dan melakukan tahap perlakuan benih untuk memilih benih yang bermutu (bernas), benih direndam dan diperam.

Setelah berkecambah, benih disebar pada lahan persemaian dengan luas lahan persemaian 4 persen dari luas tanam.  Artinya untuk lahan tanam seluas 10.000 meter ( 1 hektar)  diperlukan lahan persemaian seluas 400 meter persegi. Hal ini dimaksudkan agar benih yang disebar tidak terlalu rapat, tumbuh optimal dan siap pindah tanam pada umur 15-17 hari setelah sebar. Untuk memudahkan saat pencabutan bibit, sebelum benih disebar, sebaiknya ditambah dengan bahan organik, seperti pupuk organik atau abu dapur.

Hal lain yang tidak kalah penting pada tahap persemaian, yaitu melakukan perawatan tanaman di lahan persemaian. Jika lahan persemaian tidak diberi tambahan pupuk organik, perlu dilakukan pemupukan pada umur 7-10 hari setelah sebar, dengan dosis 1 kilogram pupuk dengan kandungan unsur nitrogen untuk benih 25 kilo gram. Selain itu, pengamatan rutin di lahan persemaian perlu dilakukan agar jika ada serangan hama dan penyakit, dapat dilakukan pengendalian sejak dini,  lebih hemat tenaga dan biaya.

Seperti halnya yang dilakukan Kelompok Tani Ngudi Waluyo IV Desa Keduren, lahan persemaian disiapkan dengan baik untuk anggota kelompok. Saat kunjungan ke sawah Desa Keduren pada hari Senin tanggal 13 Mei 2024 yang lalu, Parsum (48 th) Ketua Kelompok Tani Ngudi Waluyo IV mengatakan bahwa, selain teknik persemaian yang baik, untuk musim tanam kedua tahun 2024 lahan persemaian diusahakan secara bersama dalam satu hamparan. Hal ini dimaksudkan agar penyebaran benih dapat dilakukan serentak, memudahkan perawatan serta pengendalian hama dan penyakit.

(Desty Lina Erfawati, S.P.- Penyuluh Pertanian BPP Purwodadi).

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung