- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
PERKUAT SDM WANITA TANI, KWT Walikoro belajar membuat JAKABA

PERKUAT
SDM WANITA TANI, KWT Walikoro belajar membuat JAKABA
Upaya
meningkatkan SDM tenaga wanita tani di KWT Wijaya Putri Desa Walikoro, pengurus
bekerjasama dengan PPL setempat mengadakan pelatihan pembuatan dan pemanfaatan
jamur JAKABA. Bertempat dikediaman Supadmi, pada minggu ketiga bulan Januari 2024.
Dalam upaya
untuk mendukung pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, penggunaan
bahan bahan organik dalam budidaya pertanian menjadi hal yang penting untuk
dilaksanakan. Jamur jakaba adalah salah satu sumber organik yang dijadikan
pupuk untuk menyuburkan tanaman. Jamur jakaba umumnya digunakan dalam bentuk
pupuk cair yang diaplikasikan ke bagian tanaman. Jamur jakaba memiliki bentuk
seperti koral karang yang bertekstur renyah. Jamur ini memiliki warna cokelat
pada bagian atasnya dan berwarna kehijauan serta bertekstur kenyal, tetapi
mudah patah pada bagian bawahnya.
Bahan-bahan
yang digunakan untuk pembuatan jakaba antara lain, air cucian beras / leri dan
bibit jamu bila ada. Alat yang digunakan cukup wadah atau ember dana kain
penutup. Bahan-bahan dimasukkan dalam sebuah wadah ditutup dan dibiarkan selama
kurang lebih 1 bulan, hindarkan dari gerakan karena akan merusak jamur. Apabila tidak menggunakan tular jamur yang
sudah jadi, waktu lebih lama.
Cara
pengaplikasian jamur jakaba bisa dengan cara penyemprotan. Pertama adalah
dengan menghaluskan terlebih dahulu jamur jakaba dengan blender dan ditambahkan
dengan air leri secukupnya, kemudian diambil sebanyak 800 ml larutan jakaba
yang sudah jadi dan dicampurkan dengan air sebanyak 20 liter. Atau, gunakan
sesuai dengan kebutuhan. Pengaplikasian bisa disemprotkan ke seluruh bagian
tanaman secara merata.
Manfaat jamur
jakaba untuk tanaman antara lain, mempercepat pertumbuhann tanaman yang kerdil,
memperpanjang umur tanaman, mengatasi fusarium, Fusarium merupakan patogen pada
tanaman yang dapat menyebabkan penyakit hawar. Jabaka sendiri mengandung
karbohidrat yang berupa pati, vitamin B, mineral serta berbagai protein.
Karbohidrat dalam jumlah yang tinggi akan membantu proses terbentuknya hormon
tumbuh berupa Auksin, Giberelin dan Alanin. Ketiga jenis hormon tersebut
bertugas merangsang pertumbuhan pucuk daun, mengangkut makanan ke sel-sel
terpenting daun dan batang
Oleh : Edi Prayitno, SP – PPL Ngombol






