- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Perkuat Kelembagaan Kelompok Wanita Tani, PPL Ngombol Lakukan Pembinaan

Perkuat Kelembagaan Kelompok Wanita Tani, PPL Ngombol Lakukan Pembinaan
Sesuai Permentan No. 16 Tahun 2016, kelembagaan petani meliputi kelompok tani, gapoktan, asosiasi komoditas pertanian dan dewan komoditas pertanian. Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan salah satu kelembagaan petani yang mana para anggotanya terdiri atas wanita yang berkecimpung dalam kegiatan pertanian. Penguatan kelembagaan petani sangat diperlukan dalam rangka perlindungan dan pemberdayaan petani. Oleh karena itu, petani dapat menumbuhkembangkan kelembagaan dari, oleh, dan untuk petani guna memperkuat dan memperjuangkan kepentingan petani itu sendiri sesuai dengan perpaduan antara budaya, norma, nilai, dan kearifan lokal petani.
Senada dengan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi yang menyampaikan bahwa sektor pertanian menyumbangkan peningkatan PDB paling tinggi sejak krisis Covid 19, hal tersebut tidak lepas dari kinerja luar biasa dari semua stakeholder pertanian yang ada. “Penyuluh dan penyuluhan memberikan kontribusi paling besar terhadap meningkatnya produktivitas dan produksi pertanian,” ujar Dedi. Karena itu untuk mendukung pembangunan pertanian yang lebih baik, Dedi menganggap pentingnya membangun kelembagaan petani, termasuk KWT. “Kita harus membangun kelembagaan ekonomi petani, kita harus membangun kelembagaan penyuluh. Bahkan beberapa kelompok ekonomi petani harus kita marger untuk menjadi satu kelompok yang lebih besar lagi dalam bentuk korporasi,” jelas Dedi.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, beberapa waktu yang lalu, BPP Kecamatan Ngombol yang terdiri dari Koordinator dan Penyuluh wilayah binaan melakukan pembinaan ke KWT Sinar Putri Desa Awu-awu. Kegiatan ini meliputi beberapa administrasi yang harus dipunyai oleh kelompok tani.
Woro selaku koordinator PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan bahwa kegiatan ini perlu dilakukan agar administrasi di tingkat kelompok wanita tani menjadi tertib, untuk mengingat kembali tentang suatu hal, untuk menilai dan mengetahui perkembangan usaha, sebagai alat bukti dan sebagai dokumen. Selain itu diperlukan pembinaan juga karena terkadang pengurus enggan secara kontinyu melakukan pencatatan administrasi setiap bulannya, dikarenakan beberapa hal diantaranya : enggan untuk menulis, tidak tahu apa yang harus ditulis, belum merasa perlu, masih bisa diingat-ingat dan belum pernah mengalami masalah terkait administrasi.
Yeni selaku penyuluh wilayah binaan menyampaikan yang harus dimiliki kelompok wanita tani meliputi :
- Buku tamu
- Buku daftar anggota
- Buku susunan pengurus
- Buku daftar hadir pertemuan
- Buku notulen
- Buku agenda surat masuk dan surat keluar
- Buku kegiatan kelompok
- Buku inventaris
- Buku pemasaran/penjualan
- ADART
- SK Kelompok
- Dokumentasi kegiatan
- Buku Kas, simpan pinjam, tabungan hari raya dan parcel
- Buku simpanan pokok dan simpanan wajib
- Buku rencana kerja dan rencana usaha kelompok
- Buku pemanfaatan tanah pekarangan
Kelompok Wanita Tani Sinar Putri Desa Awu-Awu Kecamatan Ngombol dibentuk pada Januari 2013 dan beranggotakan 30 orang. Jenis kegiatan yang saat ini sedang dilaksanakan adalah tabungan kelompok dan pertemuan rutin, arisan, simpan pinjam,tabungan kelompok, budidaya tanaman pekarangan, pengolahan hasil pertanian dan pemasaran produk.
Setelah dilakukan pengecekan, Woro menyampaikan secara global buku administrasi yang dimiliki oleh Kelompok Wanita Tani sudah cukup lengkap hanya ada beberapa hal yang menjadi koreksi untuk pembetulan buku kegiatan dan buku penjualan/pemasaran. Adanya kegiatan ini menjadikan pengurus maupun anggotanya mau untuk memperbaiki pengelolaan administrasi kelompok mulai dari memperbaiki dan menyusun kembali data kelompok, menyediakan buku tamu dan administrasi keuangan. Kemudian mereka juga akan melengkapi kebutuhan administrasi lainnya yang tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Dari hasil pelatihan dan pendampingan juga diketahui bahwa pengurus kelompok dinilai sudah dapat memahami dan mampu dalam membuat buku anggota, buku tamu hingga administrasi keuangan kelompok.






