PERHIPTANI DPD PURWOREJO ADAKAN DISKUSI PANEL \"PERANAN PETANI MILENIAL, HARAPAN ATAU KENYATAAN\"

By DINPPKP 18 Agu 2023, 09:19:28 WIB Penyuluhan
PERHIPTANI DPD PURWOREJO ADAKAN DISKUSI PANEL \"PERANAN PETANI MILENIAL, HARAPAN ATAU KENYATAAN\"

PERHIPTANI DPD PURWOREJO ADAKAN DISKUSI PANEL

”PERAN PETANI MILENIAL, ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN”

 

 

 

 

 

PERHIPTANI merupakan organisasi Penyuluh Pertanian, adapun singkatannya adalah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia. Salah satu Program PERHIPTANI menyelenggarakan Seminar/Lokakarya hasil penelitian para penyuluh pertanian maupun Diskusi Panel yang membahas permasalahan dan solusi mengenai pertanian. PERHIPTANI Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Purworejo kembali mengadakan kegiatan yang mana sudah diprogramkan pada tahun 2023 ini, yaitu Diskusi Panel yang dilaksanakan hari Selasa tanggal 15 Agustus 2023, bertempat di Aula B dan C Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo.

Pada kesempatan ini, Diskusi Panel mengangkat judul ”Peran Petani Milenial, Antara Harapan dan Kenyataan”. Panelis dalam Diskusi Panel kali ini antara lain Bapak Ir. Amin Sutaryo dari Komisi Penyuluhan Pertanian, Ibu Rina Widiastuti, S.Pt, M.Si. dari Akademisi/Dosen Peternakan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), Bapak Duwi Hartoto, S.ST, selaku penyuluh pertanian dan Bapak Suprayitno, perwakilan dari petani milenial sekaligus pemilik Okane Mochi Farm, serta dimoderatori oleh Ibu Febtory Setyo Harsanti, S.P., M.M.A.

Diskusi Panel dihadiri oleh Ibu Arie Sulistyani, S.TP., M.P., selaku Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian, Bapak Panuju Bekti, S.P., M.M. selaku Koordinator KJF, ketua beserta anggota Komisi Penyuluhan Kabupaten Purworejo, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian se Kabupaten Purworejo, Penyuluh Pertanian se Kabupaten Purworejo dan Petani Milenial se Kabupaten Purworejo yang hadir secara langsung (offline) maupun secara online melalui zoom.

Judul ”Peran Petani Milenial, Antara Harapan dan Kenyataan” diangkat karena saat ini sedang digiatkan penumbuhan petani milenial, yang mana petani milenial ini diharapkan menggantikan petani yang saat ini semakin berkurang tingkat produktifnya maupun jumlahnya. Hal ini telah mendapat perhatian pemerintah yang dituangkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 04 Tahun 2019 Tentang Pedoman Gerakan Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Regulasi tersebut menyebutkan bahwa perlu adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani melalui penumbuhan petani milenial sebagai regenerasi petani yang saat ini sudah berusia lanjut. Mereka diharapkan mampu melakukan usaha pertanian pada bagian-bagian yang dapat dioptimalkan. Mereka yang berusia 19 – 39 tahun diharapkan mampu mengakses teknologi pertanian maupun teknologi digital. Permasalahan yang selama ini dihadapi adalah penurunan lahan pertanian, peningkatan jumlah penduduk, namun dibarengi dengan penurunan jumlah petani produktif. Hal ini lah yang membuat pemerintah bergerak cepat untuk menumbuhkan petani milenial. Untuk itu, pada Diskusi Panel kali ini membahas tentang peran petani milenial apakah sudah sesuai dengan harapan ataukah sebaliknya.

Diskusi Panel berjalan dengan lancar, panelis menyampaikan pendapat maupun gagasannya sesuai alur diskusi yang telah dipandu oleh moderator. Panelis yang pertama kali menyampaikan pendapat adalah Bapak Ir. Amin Sutaryo. Beliau mengatakan bahwa, petani milenial harus ditumbuhkan dan dibina secara berkolaborasi. Pak Amin juga menampilkan video hasil kunjungan beliau Bersama-sama penyuluh pertanian ke lokasi peternakan kambing Okane Mochi Farm milik Pak Suprayitno. Petani Milenial lainnya yang hadir secara offline kagum dan antusias untuk mencontoh Pak Suprayitno karena berkat kreativitas dan kerja kerasnya mampu memiliki usaha besar dan telah melaksanakan pola pertanian terpadu.

Panelis kedua yang diberi kesempatan mengemukakan pendapatnya adalah Bapak Suprayitno sebagai perwakilan dari petani milenial. Beliau menceritakan awal mula sebagai petani dan peternak membantu orang tuanya kemudian tertarik untuk mengikuti magang ke Jepang yang akhirnya membuahkan hasil memiliki usaha kambing. Pak Suprayitno berpendapat bahwa petani milenial bisa diandalkan sesuai harapan jika mereka mau bersungguh-sungguh dan sangat dipengaruhi oleh karakteristik individu.

Panelis yang menyampaikan pendapat selanjutnya adalah Ibu Rina Widiastuti, S.Pt, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa petani milenial harus banyak didukung oleh pelatihan dan pendampingan. Kemudian panelis dari penyuluh pertanian yang diwakili oleh Pak Duwi Hartoto, S.ST menyampaikan bahwa selama ini penyuluh pertanian telah mendampingi petani milenial. Petani milenial sangat dibutuhkan karena dengan keahlian dan keterampilannya dalam menggunakan teknologi digital, mereka mampu memasarkan hasil pertaniannya secara luas dan lebih terbuka, sehingga dapat memotong rantai pemasaran, harapannya keuntungan petani dapat ditingkatkan.

Selain dari panelis, para peserta juga banyak yang berpartisipasi menyampaikan pertanyaan maupun masukan, baik dari anggota komisi penyuluhan, penyuluh pertanian maupun petani milenial. Masukan dan pendapat yang sangat membangun telah disampaikan oleh Bapak Ir. Sayogo Yulianto, M.M., selaku Ketua Komisi Penyuluhan. Beliau menyampaikan bahwa regenerasi petani milenial sangat terlambat, masing-masing stakeholder yang berperan dan bertanggung jawab dalam menumbuhkan petani milenial masih belum berjalan bersama-sama dan masing-masing masih memiliki kesalahan. Saat ini manusia merupakan bagian dari digital, artinya kita semua harus mampu menguasai digital. Beliau juga berpendapat bahwa, keberhasilan suatu individu maupun organisasi sangat dipengaruhi oleh karakter, kompetensi, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas.

Pada akhir acara, moderator membacakan kesimpulan hasil dari diskusi panel yang diselenggarakan mulai dari Pukul 09.00 sampai dengan pukul 13.00 WIB, sebagai berikut :

  1. Petani milenial harus ditumbuhkan dan dibina.
  2. Penumbuhan petani milenial dibutuhkan kolaborasi dari berbagai stakeholder.
  3. Kesuksesan petani milenial tergantung pada karakter masing-masing.
  4. Keberhasilan suatu individu maupun organisasi sangat dipengaruhi oleh karakter, kompetensi, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas.
  5. Pada kenyataannya, peran petani milenial saat ini belum sesuai dengan harapan.

Adapun saran dan masukan yang harus ditindaklanjuti untuk mencapai tujuan agar peran petani milenial bisa sesuai dengan harapan, yaitu :

  1. Peningkatan pelatihan dan sekolah lapang untuk petani milenial.
  2. Peningkatan kolaborasi antar stakeholder yang bertanggung jawab dalam penumbuhan petani milenial.

Setelah dilangsungkannya diskusi panel ini, diharapkan semua pihak yang mengikuti diskusi tersebut dapat berpikir secara terbuka dan sadar untuk bersama-sama memikirkan keberhasilan petani milenial dalam kontribusinya menjaga pangan nasional dan kedaulatan pangan negara Republik Indonesia serta mensukseskan Lumbung Pangan Dunia 2045.

 

 

Penyusun : KJF





Berita Purworejo

Counter Pengunjung