- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
percepat Tanam Padi, Poktan Maju Bandungkidul Gunakan Rice Transplanter

PERCEPAT
TANAM PADI DI BULAN OKTOBER 2024 POKTAN
MAJU DESA BANDUNGKIDUL KECAMATAN BAYAN GUNAKAN MESIN TRANSPLANTER
Alat
dan mesin pertanian diberikan kepada kelompok tani ditujukan untuk meningkatkan
produksi dan ptoduktivitas pertanian. Kelompok tani Maju desa Bandungkidul Kecamatan
Bayan memperoleh hibah alat dan mesin pertanian berupa mesin tanam padi atau
yang dikenal rice transplanter. Jenis yang diterima kelompok Rice
Transplanter Maxxi.
Untuk
melatih petani dapat mengoperasikan mesin tanam ini maka pengurus kelompok tani
mengadakan pelatihan bagi anggotanya agar dapat mengoperasikan transplanter. Pelatihan
ini dipandu oleh Tim pengadaan mesin tanam ini dari PT Corin. Diikuti semua
anggota kelompok dan 4 orang operator mesin mencoba di lahan sawah dan sudah
mulai terampil. Cara menyemai benih padi dengan sistem bakian atau dapok juga
diajarkan pada anggota poktan sehingga penyemaian bakian dibuat sesuai khusus
untuk transplanter.
Pada
Hari Kamis tanggal 17 Oktober 2024 dilakukan penggunaan tanam padi dengan
transplanter di lahan sawah petani. Tujuannya
yang diperoleh adalah:
1.
Optimalisasi
penggunan mesin tanam sehingga tanam padi lebih cepat dibanding tanam secara
manual
2.
Memanfaatkan sumber
air yang ada untuk segera tanam pada bulan Oktober ini
3.
Mendorong percepatan
tanam dan tanam serempak
4.
Kelompok tani
benar-benar memnfaatkan alsintan yang telah dihibahkan kepada kelompok tani
5.
Melatih operator agar
lebih mahir
6.
Membiasakan petani
untuk menggunakan jasa transplanter
Tanam
dengan transplanter ini dihadiri anggota poktan Maju, ketua poktan dan
pengurus, operator dan pemilik lahan dan penyuluh pertanian Kecamatan Bayan.
Sebanyak
satu hektar lahan sawah telah berhasil ditanami dengan menggunakan mesin ini,
dengan waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan sistem tanam manual.
Pemilik
lahan juga cukup puas dengan hasil yang diperoleh yaitu tanaman cukup teratur
dan rapi, jumlah benih cukup jiwir dan sistem tanam dapat distel jajar legowo 2:1 dengan jarak legowo 40 cm.
Untuk petani pemula pemakaian transplanter ini cukup baik.
Biaya
yang ditetapkan Rp. 220.000,00 per 100 ubin lahan sawah dengan benih sudah
disediakan oleh pengelola. Namun untuk petani di luar kelompok biaya yang
ditetapkan lebih tinggi. Hal ini agar anggota kelompok mendukung pemanfaatan
alsintan ini secara optimal.
Adapun kendala yang dihadapi adalah jumlah baki yang ada di kelompok sebanyak 300 buah, sehingga pesanan dalam jumlah besar belum dapat dipenuhi dan harus bergantian. Untuk kedepannya kelompok diharapakan dapat menambah jumlah baki pesemaian.
Kelompok
tani memanfaatkan bantuan benih padi
yang telah diterima oleh kelompok. Sebanyak 250 kg benih padi varietas Ciherang
dengan label ungu telah diterima poktan dan sudah disemai dengan sistem dapok.
Benih padi untuk luas tanam kurang lebih 10 hektar dan diharapkan dapat ditanam
sampai akhir Oktober 2024.
(Pengirim
Nursilahturahmi, S.P., PPL BPP Kecamatan
Bayan
Kabupaten Purworejo)






