percepat Tanam Padi, Poktan Maju Bandungkidul Gunakan Rice Transplanter

By DINPPKP 31 Okt 2024, 14:41:14 WIB Penyuluhan
percepat Tanam Padi, Poktan Maju Bandungkidul Gunakan Rice Transplanter

PERCEPAT TANAM PADI  DI BULAN OKTOBER 2024 POKTAN MAJU DESA BANDUNGKIDUL KECAMATAN BAYAN GUNAKAN MESIN TRANSPLANTER

Alat dan mesin pertanian diberikan kepada kelompok tani ditujukan untuk meningkatkan produksi dan ptoduktivitas pertanian. Kelompok tani Maju desa Bandungkidul Kecamatan Bayan memperoleh hibah alat dan mesin pertanian berupa mesin tanam padi atau yang dikenal rice transplanter. Jenis yang diterima kelompok Rice Transplanter Maxxi.

Untuk melatih petani dapat mengoperasikan mesin tanam ini maka pengurus kelompok tani mengadakan pelatihan bagi anggotanya agar dapat mengoperasikan transplanter. Pelatihan ini dipandu oleh Tim pengadaan mesin tanam ini dari PT Corin. Diikuti semua anggota kelompok dan 4 orang operator mesin mencoba di lahan sawah dan sudah mulai terampil. Cara menyemai benih padi dengan sistem bakian atau dapok juga diajarkan pada anggota poktan sehingga penyemaian bakian dibuat sesuai khusus untuk transplanter.

Pada Hari Kamis tanggal 17 Oktober 2024 dilakukan penggunaan tanam padi dengan transplanter di lahan sawah petani. Tujuannya  yang  diperoleh  adalah:

1.   Optimalisasi penggunan mesin tanam sehingga tanam padi lebih cepat dibanding tanam secara manual

2.   Memanfaatkan sumber air yang ada untuk segera tanam pada bulan Oktober ini

3.   Mendorong percepatan tanam dan tanam serempak

4.   Kelompok tani benar-benar memnfaatkan alsintan yang telah dihibahkan kepada kelompok tani

5.   Melatih operator agar lebih mahir

6.   Membiasakan petani untuk menggunakan jasa transplanter

Tanam dengan transplanter ini dihadiri anggota poktan Maju, ketua poktan dan pengurus, operator dan pemilik lahan dan penyuluh pertanian Kecamatan Bayan.

Sebanyak satu hektar lahan sawah telah berhasil ditanami dengan menggunakan mesin ini, dengan waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan sistem tanam manual.

Pemilik lahan juga cukup puas dengan hasil yang diperoleh yaitu tanaman cukup teratur dan rapi, jumlah benih cukup jiwir dan sistem tanam  dapat distel  jajar legowo 2:1 dengan jarak legowo 40 cm. Untuk petani pemula pemakaian transplanter ini cukup baik.

Biaya yang ditetapkan Rp. 220.000,00 per 100 ubin lahan sawah dengan benih sudah disediakan oleh pengelola. Namun untuk petani di luar kelompok biaya yang ditetapkan lebih tinggi. Hal ini agar anggota kelompok mendukung pemanfaatan alsintan ini secara optimal.

 Adapun kendala yang dihadapi adalah jumlah baki yang ada di kelompok sebanyak 300 buah, sehingga pesanan dalam jumlah besar belum dapat dipenuhi dan harus bergantian. Untuk kedepannya kelompok diharapakan dapat menambah jumlah baki pesemaian.

Kelompok tani memanfaatkan bantuan benih  padi yang telah diterima oleh kelompok. Sebanyak 250 kg benih padi varietas Ciherang dengan label ungu telah diterima poktan dan sudah disemai dengan sistem dapok. Benih padi untuk luas tanam kurang lebih 10 hektar dan diharapkan dapat ditanam sampai akhir Oktober 2024.

(Pengirim Nursilahturahmi, S.P.,  PPL BPP Kecamatan Bayan

 Kabupaten Purworejo)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung