- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Perbibitan Durian Bawor Di Kabupaten Purworejo

Kegiatan Jum'at, 11 November 2021 anjangsana di gubug milik Mbah Santoso ketua Kelompok Tani Sido Subur Desa Bedono Karangduwur. Kali ini topik pembicaraan yaitu perbanyakan bibit durian dengan teknik okulasi. Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa Desa Bedono Karangduwur adalah salah satu desa yang warga atau masyarakat tani nya berkecimpung di dunia pembibitan baik itu buah-buahan ataupun tanaman keras lainnya.
Mbah santoso termasuk dalam salah satu ahli bibit atau produsen bibit. Beliau sudah dari usia muda melakukan perbanyakan bibit secara vegetatif, salah satu topik pembicaraan kali ini yaitu fokus pada pembibitan durian Bawor (Durio ziberthinus murrs). Keunggulan pembibitan durian secara vegetatif dengan teknik okulasi yaitu tingkat keberhasilan tinggi (80%), didapat hasil bibit yang unggul dan bermutu, serta tingkat mutu genetiknya dapat dipertahankan bahkan dapat di tingkatkan. Kegiatan okulasi ini dapat dilakukan lebih awal yakni pada persemaian batang bawah berusia dua bulan. Tunas sambung pucuknya di peroleh dari cabang yang dorman (istirahat) dari pohon induk terpilih, karena jika menggunakan pucuk yang tidak dorman, maka pilih ranting yang lebih panjang, karena bagian pucuk yang tidak dorman harus dipotong, selanjutnya beri perlakuan yang sama pada ranting yang dorman tersebut diatas. Ranting Tunas Sambung dapat disimpan maksimal 4-5 jam, dengan penyimpanan yang baik menggunakan pisang atau dikemas dalam kardus yang dilapisi kertas koran basah.
Penempatan bibit Durian sambungan dalam sungkup berlangsung selama satu bulan, dan pada akhirnya sungkup dibuka. Selama bibit Durian sambungan dalam sungkup, tidak dilakukan penyiraman karena kelembaban cukup tinggi dan penyiraman dapat memicu serangan penyakit, terutama jamur.Pemindahan bibit Durian sambungan ke kantong plastik yang berukuran lebih besar ( misalnya 20 x 25 cm; 20 x 30 cm ) ; menggunakan media tanah campur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1; dan dicampur pula dengan furadan, kapur pertanian, dan pupuk SP-36 seperlunya.
Kegiatan pemeliharaan lanjutan ini agar dijadwalkan dengan cermat, terutama bagi penangkaran benih dalam jumlah banyak. Lebih lanjut, penempatan bibit Durian sambungan ditata pada bedengan dengan ukuran 8 tanaman dan panjangnya sesuai kebutuhan dan lahan yang tersedia. Pasang ajir bambu setinggi 80 cm sebagai tempat mengikatkan bibit agar tidak rebah atau melengkung. Pada fase ini juga ikatan sambungan dilepas.






