- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Peran Penting Pertanian dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals(SDGs)
Peran Penting Pertanian dalam
Mewujudkan Sustainable Development Goals(SDGs)
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian,
Pegiat Literasi, Praktisi dan Pemerhati pertanian Berkelanjutan
_____________
Pertanian bukan hanya tentang
menanam dan memanen. Lebih dari itu sektor ini menjadi tulang punggung bagi
kehidupan manusia dan lingkungan. Dalam era modern pertanian memiliki peran
strategis dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), sebuah agenda
global untuk menciptakan dunia yang lebih sejahtera, adil, dan
berkelanjutan.
Lantas bagaimana pertanian bisa
menjadi kunci utama dalam mewujudkan SDGs? Mari kita bahas lebih dalam!
1. Menghapus Kemiskinan (SDG 1)
& Mengakhiri Kelaparan (SDG 2)
Tahukah Anda bahwa pertanian
adalah sumber penghidupan utama bagi hampir 60% penduduk dunia yang hidup dalam
kemiskinan? Jika pertanian dikelola dengan baik sektor ini dapat menjadi solusi
nyata dalam mengentaskan kemiskinan.
Disisi lain pertanian yang
produktif juga menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat. Dengan menerapkan
teknologi pertanian modern seperti irigasi pintar dan pertanian presisi, petani
dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi risiko gagal panen akibat
perubahan iklim.
Contoh suksesnya adalah program
pertanian organik di Afrika yang berhasil meningkatkan produksi hingga 200%,
sekaligus memperbaiki kualitas tanah yang sebelumnya tandus.
2. Pertanian dan Kesehatan:
Menyediakan Pangan Sehat (SDG 3)
"Gizi buruk terjadi bukan
karena kelangkaan pangan tetapi karena kurangnya akses terhadap makanan
bergizi."
Pertanian yang berkelanjutan
mampu menyediakan makanan sehat yang kaya nutrisi sehingga dapat mengurangi
angka stunting, obesitas, dan penyakit kronis lainnya. Misalnya tren urban
farming atau pertanian di perkotaan kini semakin populer karena memungkinkan
masyarakat menanam sendiri sayuran segar di rumah mereka.
Selain itu mengurangi penggunaan
pestisida dan bahan kimia dalam pertanian juga berdampak besar bagi kesehatan
masyarakat.
3. Membuka Lapangan Kerja dan
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8)
Bayangkan jika sektor pertanian
dikelola dengan lebih inovatif.
Dari agritech startup hingga
digitalisasi pertanian sektor ini kini mulai menarik perhatian generasi muda.
Teknologi seperti drone untuk pemantauan lahan, sensor tanah, dan kecerdasan
buatan (AI) memungkinkan petani meningkatkan efisiensi kerja dan menghasilkan
lebih banyak produk dengan kualitas yang lebih baik.
Tak hanya itu pertanian juga
mendukung industri lain seperti logistik, manufaktur alat pertanian, dan
perdagangan ekspor. Jika pertanian dikelola dengan baik maka sektor ini dapat
menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
4. Pertanian Ramah Lingkungan
untuk Menyelamatkan Bumi (SDG 13 & SDG 15)
Tantangan terbesar yang dihadapi pertanian
saat ini adalah perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Deforestasi,
pencemaran air, dan penggunaan pestisida berlebihan telah merusak
ekosistem.
Namun pertanian berkelanjutan
hadir sebagai solusi. Dengan konsep agroforestri, yaitu menggabungkan pertanian
dengan pelestarian hutan petani bisa tetap produktif tanpa harus merusak
lingkungan.
Selain itu praktik pertanian
regeneratif, yang bertujuan mengembalikan kesuburan tanah secara alami kini
semakin banyak diterapkan. Salah satu contohnya adalah penggunaan pupuk organik
dari kompos alami yang mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga
kesehatan tanah.
5. Kolaborasi Global dalam
Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan (SDG 17)
SDGs bukan hanya tanggung jawab
pemerintah tetapi juga memerlukan kerja sama dari berbagai pihak mulai dari
petani, penyuluh pertanian, ilmuwan,
hingga sektor swasta.
Beberapa negara telah menunjukkan
keberhasilan dalam menerapkan inovasi pertanian. Misalnya:
✅
Belanda menggunakan sistem rumah kaca berteknologi tinggi untuk meningkatkan
produksi pangan secara efisien.
✅
India menerapkan sistem kredit bagi petani kecil agar mereka memiliki akses ke
teknologi modern.
✅
Indonesia mulai mengembangkan pertanian digital untuk membantu petani mengakses
informasi pasar dan cuaca secara real-time.
Dengan kolaborasi global yang
kuat pertanian bukan hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga solusi bagi
berbagai permasalahan dunia.
Pertanian bukan sekadar profesi,
tetapi sebuah fondasi bagi keberlanjutan hidup manusia dan lingkungan. Dengan
pendekatan yang lebih inovatif dan berkelanjutan, pertanian dapat membantu
dunia mencapai ketahanan pangan, kesejahteraan ekonomi, serta kelestarian
lingkungan.
Saatnya kita mendukung pertanian
yang lebih cerdas dan ramah lingkungan. Karena dari satu butir benih, kita bisa
menanam harapan untuk masa depan yang lebih baik!
"Makanan yang kita makan
hari ini berasal dari kerja keras petani. Mari dukung mereka untuk masa depan
yang lebih hijau dan berkelanjutan."
______________
# Bruno, Senin 10 Maret 2025
# dari berbagai sumber






