PENYULUH AJAK BELAJAR TANAM SELEDRI

By DINPPKP 15 Jan 2024, 13:42:08 WIB Penyuluhan
PENYULUH AJAK BELAJAR TANAM SELEDRI

JARANG DITANAM TAPI SERING DIKONSUMSI

PENYULUH AJAK BELAJAR TANAM SELEDRI

 

KEMIRI NEWS – Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan tanaman seledri. Seledri (Apium graveolens) atau yang biasa di sebut daun sop, merupakan sayuran daun yang biasanya digunakan sebagai bumbu atau tambahan pada masakan. Bagian yang digunakan adalah bagian tangkai dan daun. Tanaman seledri juga sering dijadikan herba atau tanaman berkhasiat obat berupa ekstrak minyak seledri. Memanglah tanaman ini sudah dikenali tetapi masih banyak yang tidak mengetahui fungsi dan bagian mana saja yang bermanfaat untuk kesehatan.

 

Seperti yang disampaikan oleh narasumber Umul Khasunah, SP., MAP, dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo dalam Siaran Radio di program acara Irama Live Talk pada hari ini, Rabu (10/01/24) di Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Publik Kabupaten Purworejo Irama FM.

 

“Meskipun sudah sering mengkonsumsi, sayangnya tanaman seledri tidak banyak dibudidayakan oleh para petani karena cara tanam seledri belum banyak diketahui oleh masyarakat,” papar beliau.

 

Menurut beliau, banyaknya yang memanfaatkan tanaman ini baik untuk bahan masakan ataupun untuk obat, dan juga daya beli yang semakin meningkat di pasaran menjadi peluang bagi para petani untuk membudidayakan tanaman ini karena sangatlah menguntungkan dan bahkan menjadi peluang bisnis yang sangatlah besar.  

 

“Tak hanya sebagai pelengkap dan penghias makanan, manfaat seledri untuk kesehatan juga tidak perlu diragukan. Beragam kandungan nutrisi didalamnya diketahui mampu mencegah berbagai penyakit. Seledri dikenal sebagai sayuran yang tinggi serat serta kaya akan karbohidrat dan protein yang termasuk dalam makronutrisi yaitu jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak,” tandasnya.

 

Beliau juga menambahkan, seledri merupakan sumber vitamin A dan juga zat besi lainnya seperti zat besi, kalium dan mineral. Banyak sayuran yang akan kehilangan vitaminnya setelah dimasak. Namun seledri berbeda, kandungan vitamin seledri akan tetap utuh sebesar 80% walaupun telah dimasak. Seledri dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan manis dan makanan yang dapat membuat berat badan bertambah. Seledri dapat menurunkan tekanan darah dan menjaga agar ginjal tetap berfungsi dengan baik, mencegah pembentukan batu di kantung empedu dan mencegah sembelit. Walaupun kecil ternyata seledri mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Sehingga sangat bagus jika dibudidayakan, karena memiliki dua manfaat sekaligus, untuk penyedap masakan sekaligus manfaat kesehatan juga didapat.

 

“Seledri sangat cocok ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 meter dari permukaan laut. Namun tanaman ini masih toleran ditanam di dataran rendah. Tanaman ini kurang tahan terhadap curah hujan tinggi. Jenis tanah yang dikehendaki dalam budidaya seledri adalah tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organik. Tanaman ini tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-6,5. Apabila tanah terlalu asam sebaiknya tambahkan kapur atau dolomit. Tanah yang paling baik untuk budidaya seledri adalah tanah jenis Andosol, karena mengandung unsur- unsur yang mendukung pertumbuhan tanaman seledri, seperti: pH tanah antara 5,5-6,5, mengandung cukup natrium, boron, dan kalsium. Karena jika kekurangan ketiga unsur tersebut, maka pertumbuhan tanaman seledri akan kerdil, kuncup dan pucuk mengering, dan batang serta tangkai daun retak- retak,” tuturnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, narasumber, Umul Khasunah SP., MAP, mengatakan, seledri dapat diperbanyak secara generative dengan benih dan vegetative dengan anakan. Benih berasal dari varietas unggul dengan daya kecambah > 90%. Kebutuhan benih seledri untuk penanaman di lahan 1 ha berkisar antara 200- 250 gram biji. Saat ini, budidaya seledri tidak hanya berada di dataran tinggi. Munculnya benih unggul seledri pabrikan untuk dataran rendah menjadikan budidaya tanaman seledri saat ini meluas hingga ke dataran rendah. Bagi yang ingin mencoba menanam seledri khususnya di dataran rendah maka dapat menanam benih seledri summer.

Sejumlah kadhang tani dan pendengar setia Radio Irama FM mengaku sangat antusias menyimak materi yang disampaikan. Seperti yang diungkapkan oleh Mas Nur, salah seorang warga Baledono yang mengirimkan pertanyaan melalui WhatsApp Radio Irama FM. Beliau menanyakan apakah seledri bisa ditanama di dataran rendah atau tidak.

 

“Budidaya seledri sangat menarik, namun apakah seledri bisa ditanam di dataran rendah terutama di wilayah Purworejo ini?” tanya Mas Nur.

 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Toni, warga Mudal. Beliau menyampaikan sangat tertarik ingin mencoba budidaya seledri dataran rendah karena rumahnya juga di dataran rendah.

"Saya pikir selama ini, seledri hanya bisa ditanam di pegunungan saja, ternyata ada benih seledri yang bisa ditanam di dataran rendah,” ungkap Mas Nur.

 

Narasumber juga memaparkan, untuk menanam seledri bisa menggunakan pot atau langsung di lahan. Namun yang terpenting adalah media tanam atau pengolahan lahannya dilakukan dengan perlakuan organik. Jika menggunakan media pot maka perbandingan antara tanah dan pupuk adalah 1:1. Perawatan juga sangat penting dilakukan agar seledri bisa tumbuh dengan baik, seperti penyiraman secara rutin, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit.

 

“Jika dibiarkan, maka hama-hama seperti ulat tanah, keong, kutu dan tungau akan merusak tanaman dan membawa penyakit sehingga akan mengakibatkan seledri rusak, layu hingga pada kematian tanaman. Sebagian besar penyakit biasanya disebabkan oleh kelalaian petani terhadap adanya hama yang menyerang dan membawa penyakit. Pencegahannya dengan dilakukan metode Pengendalian Hama Terpadu, dengan melakukan kontrol setiap hari dan jika terdapat hama maka segera lakukan pengendalian hama. Cara yang paling aman dilakukan adalah dengan menggunakan pestisida nabati,” tutur beliau di penghujung acara.

 

Tanaman seledri biasanya dipanen ketika sebagian besar tanaman dianggap telah mencapai fase layak jual, tetapi ukuran yang agak beragam tidak dapat dihindari. Penundaan panen dapat menyebabkan sebagian tanaman menjadi bergabus, sedangkan panen yang terlalu dini berakibat sedikitnya tangkai daun yang berukuran besar atau dengan kata lain, tangkainya masih terlalu kecil.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung