- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Pentingnya edukasi yang berkelanjutan agar peternak makin pinter

Pentingnya edukasi yang
berkelanjutan agar peternak makin pinter
Perubahan
iklim,perubahan pakan,ketersediaan pakan yang kontinyu sangat berpengaruh
terhadap daya tahan ternak sapi. Perubahan iklim dimana suhu antar siang dan
malam berbeda jauh,menjadikan nafsu makan ternaknya biasanya menurun. Sebagian
peternak akan mengantisipasinya dengan pemberian empon empon seperti kunyit, jahe, temu lawak untuk menjaga nafsu makan sekaligus
meningktkan imunitas tubuh ternak. Perubahan pakan umum terjadi ketika musim panen
padi,baiasanya ternak selalu diberi rumput hijauan, namun ketika musim panen sering diberi
jerami.Perubahan pakan yang drastis yaitu perbedaan jenis dan juga kandungan
nutrisi akan mempengaruhi daya tahan ternak sapi.
Musim
hujan yang tidak mudah diprediksi menjadikan kecukupan penyediaan pakan pada
ternak seringkali tidak cukup jumlah,cukup nutrisi tidak dapat kontinyu
disediakan oleh peternak karena sedang sibuk panen padi jadi ternak tidak
terawat dengan baik.Selain itu,musim hujan menjadi kendala peternak untuk
mencari rumput hijauan pakan ternak,sehingga seringkali ternak sapi hanya
dikasih pakan seadanya seperti jerami kering,poho pisang, limbah kulit kacang
hijau. Faktor-faktor tersebut diatas menjadi stress pada ternak sapi peliharaan
yang menurunkan daya tahan tubuh sehingga saat musim hujan sering muncul
pernyakit demam tiga hari ( BEF). Seperti yang dialami oleh ternak sapi induk
milih bapak Ismail di desa Megulung lor dan ternak sapi jantan milik bapak
Muhtolib di desa Luweng lor.
Kedua
ternak tersebut menunjukan gejala sakit berupa keluar leleran hidung,leleran
mulut,leleran mata,gemetar dan demam. Gejala sakit mulai nampak pada sore hari
dengan nafsu makan yang menurun drastis sampai tidak mau makan.Petugas Dinas
Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yaitu drh. Zain Amri
dipanggil oleh bapak Ismail dan bapak Muhtolib pada hari senin,tanggal 10 Maret
tahun 2025 untuk memeriksa kondisi kesehatan ternak tersebut. Setelah dilakukan
serangkaian pemeriksaan dan melihat gejala sakitnya drh.Zain Amri mendiagnosa
bahwa ternak ternak tersebut terserang sakit demam tiga hari (BEF).
Upaya
pengobatan dilakukan dengan segera, disamping itu juga memberika edukasi kepada
peternak tentang ciri ciri ternak tidak sehat,menjaga kebersihan kandang agar vector
pembawa penyakits seperti lalat dan nyamuk tidak ada didalam kandang.Selain itu
agar lantai kandang diberi alas jerami/gergaji untuk antisipasi sapi pincang
yang berakibat ambruk ,diberi air gula selama belum mau makan sendiri, dan
jangan diberi paka tambahan berupa bekatul,konsentrat untuk meminimalakn
kembung karena ini sangat berbahaya jika kembung tidak segera diatasi.
Pengalaman peternak tidaklah cukup karena banyaknya ancaman penyakit yang sewaktu waktu dapat menyerang hewan
peliharaanya sehingga memeberikan edukasi oleh petugas menjadi hal wajib agar
peternak tambah ilmu dalam beternak.Harapanya dengan peternak yang cerdas akan
memudahka dalam perawatan ternak,deteksi dini gejala sakit dan segera merespons
cepat ketika teraknya sakit sehingga akan meminimlakan resiko fatal karea
cepatnya pengobatan akan meningkatkan tingkat kesembuhan.







