Pentingnya edukasi yang berkelanjutan agar peternak makin pinter

By DINPPKP 12 Mar 2025, 10:38:13 WIB Peternakan dan Keswan
Pentingnya edukasi yang berkelanjutan agar peternak makin pinter

Pentingnya edukasi yang berkelanjutan agar peternak makin pinter

Perubahan iklim,perubahan pakan,ketersediaan pakan yang kontinyu sangat berpengaruh terhadap daya tahan ternak sapi. Perubahan iklim dimana suhu antar siang dan malam berbeda jauh,menjadikan nafsu makan ternaknya biasanya menurun. Sebagian peternak akan mengantisipasinya dengan pemberian empon empon seperti kunyit, jahe, temu lawak untuk menjaga nafsu makan sekaligus meningktkan imunitas tubuh ternak. Perubahan pakan umum terjadi ketika musim panen padi,baiasanya ternak selalu diberi rumput hijauan, namun ketika musim panen sering diberi jerami.Perubahan pakan yang drastis yaitu perbedaan jenis dan juga kandungan nutrisi akan mempengaruhi daya tahan ternak sapi.

Musim hujan yang tidak mudah diprediksi menjadikan kecukupan penyediaan pakan pada ternak seringkali tidak cukup jumlah,cukup nutrisi tidak dapat kontinyu disediakan oleh peternak karena sedang sibuk panen padi jadi ternak tidak terawat dengan baik.Selain itu,musim hujan menjadi kendala peternak untuk mencari rumput hijauan pakan ternak,sehingga seringkali ternak sapi hanya dikasih pakan seadanya seperti jerami kering,poho pisang, limbah kulit kacang hijau. Faktor-faktor tersebut diatas menjadi stress pada ternak sapi peliharaan yang menurunkan daya tahan tubuh sehingga saat musim hujan sering muncul pernyakit demam tiga hari ( BEF). Seperti yang dialami oleh ternak sapi induk milih bapak Ismail di desa Megulung lor dan ternak sapi jantan milik bapak Muhtolib di desa Luweng lor.

Kedua ternak tersebut menunjukan gejala sakit berupa keluar leleran hidung,leleran mulut,leleran mata,gemetar dan demam. Gejala sakit mulai nampak pada sore hari dengan nafsu makan yang menurun drastis sampai tidak mau makan.Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yaitu drh. Zain Amri dipanggil oleh bapak Ismail dan bapak Muhtolib pada hari senin,tanggal 10 Maret tahun 2025 untuk memeriksa kondisi kesehatan ternak tersebut. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan melihat gejala sakitnya drh.Zain Amri mendiagnosa bahwa ternak ternak tersebut terserang sakit demam tiga hari (BEF).

Upaya pengobatan dilakukan dengan segera, disamping itu juga memberika edukasi kepada peternak tentang ciri ciri ternak tidak sehat,menjaga kebersihan kandang agar vector pembawa penyakits seperti lalat dan nyamuk tidak ada didalam kandang.Selain itu agar lantai kandang diberi alas jerami/gergaji untuk antisipasi sapi pincang yang berakibat ambruk ,diberi air gula selama belum mau makan sendiri, dan jangan diberi paka tambahan berupa bekatul,konsentrat untuk meminimalakn kembung karena ini sangat berbahaya jika kembung tidak segera diatasi. Pengalaman peternak tidaklah cukup karena banyaknya ancaman penyakit yang  sewaktu waktu dapat menyerang hewan peliharaanya sehingga memeberikan edukasi oleh petugas menjadi hal wajib agar peternak tambah ilmu dalam beternak.Harapanya dengan peternak yang cerdas akan memudahka dalam perawatan ternak,deteksi dini gejala sakit dan segera merespons cepat ketika teraknya sakit sehingga akan meminimlakan resiko fatal karea cepatnya pengobatan akan meningkatkan tingkat kesembuhan.

 

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung