- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Peningkatan Ketahanan Pangan Dengan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik/Kompos

Peningkatan Ketahanan Pangan Dengan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik/Kompos
Kompos adalah bahan organik yang dihasilkan dari proses penguraian bahan organik seperti dedaunan, ranting, sampah dapur, dan kotoran hewan. Proses pengomposan dapat dilakukan secara alami dengan membiarkan bahan organik terurai secara alami oleh mikroba atau dengan cara mempercepat proses penguraian menggunakan starter kompos.
Kompos memiliki manfaat yang sangat baik untuk pertumbuhan dan kesehatan tanaman.
Proses pembuatan kompos ada dua cara:
• proses aerob (dengan udara)
dilakukan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara
yang baik.
Lamanya proses kurang lebih 2 bulan.
Cara membuat pupuk kompos
• anaerob (tanpa udara)
Dilakukan di tempat tertutup dan memerlukan
aktivator berupa mikroorganisme (starter) untuk
mempercepat proses pengomposannya.
Lama proses 4 – 14 hari
Cara pembuatan kompos secara organik tanpa kimia
Kedua cara ini menghasilkan kualitas kompos kurang lebih sama.
Pengomposan aerob:
• Bahan baku yang cocok untuk pengomposan
aerob adalah material organik yang mempunyai
perbandingan unsur karbon (C) dan nitrogen (N)
kecil (C:N < 30:1), kadar air 40-50% dan pH
sekitar 6-8. Contohnya adalah hijauan
leguminosa, jerami, gedebog pisang dan kotoran
unggas.
• Keasaman ditingkatkan dengan penambahan
kapur
• Unsur karbon dapat ditingkatkan dengan
penambahan bahan yang mengandung karbon
(arang sekam padi) ke dalam adonan pupuk.
Pengomposan anaerob:
Cara membuat kompos yang cepat, mudah, dan
murah
Pembuatan kompos dipercepat menggunakan
aktivator/inokulum/dekomposer atau biang
kompos. Aktivator ini adalah jasad renik (mikroba)
yang bekerja mempercepat pelapukan bahan
organik menjadi kompos. Aktivator ini sering juga
disebut Mikroorganisme (starter) Pengolah
Limbah
Aktivator yang umum digunakan adalah
Effective Microorganism-4 (EM4)
Lama pengomposan cepat: 7 – 14 hari.
Kali ini Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Kemiri menjadi Narasumber pada kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik/Kompos dalam Program Ketahanan Pangan Desa Kemiri Lor bersama kelompok tani Rukun Tani, yang telah di laksanakan selama 2 hari pada hari Senin 6 November 2023 hingga hari Selasa 7 November 2023 di Balai Desa Kemiri Lor.
Petani sangat antusias dalam ikut serta membuat pupuk kompos ini dengan sistem anaerob guna mempercepat proses pengomposan dan setelah itu pupuk kompos siap di gunakan di lahan pertanian untuk menyambut Musim Tanam 1, dimana penggunaan pupuk kompos ini menekan penggunakan pupuk kimia yang berlebih.
Pada kesempatan kali ini Penyuluh Pertanian Bapak Whisnu Agung S, SP, bersama Bapak Untung Widodo beserta POPT Bapak Sugiyo mensosialisasikan dan mempraktikan pembuatan pupuk kompos yang mana bahan-bahannya berupa :
1. Tetes tebu
2. Dolomit
3. Kotoran Hewan (Sapi)
4. Sekam
5. Dedak
7. Terpal
Bahan yang digunakan juga memanfaatkan kotoran hewan ternak Sapi milik Kelompok Tani Rukun Tani Desa Kemiri Lor.
Cara pembuatan pupuk kompos ini yaitu
1. Siapkan terpal dan bentangkan melebar kemudian masukan bahan kotoran hewan, dedak, dan sekam aduk secara merata
2. Tuangkan tetes tebu dalam ember yang berisi air aduk hingga merata
3. Siram siramkan ke adonan pupuk tersebut secara merata dengan menggunakan cangkul/sekop
5. Ratakan dan rapikan kemudian tutup terpal secara rapat diamkan selama 7 - 14 hari sembari di aduk kembali secara tentative.






