- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PENINGKATAN KAPASITAS SDM PETANI MELALUI SEKOLAH LAPANG KELOMPOK TANI CURUG SARI, KAMIJORO, BENER
PENINGKATAN KAPASITAS SDM PETANI MELALUI SEKOLAH LAPANG
KELOMPOK TANI CURUG SARI, KAMIJORO, BENER
|
|
|
Sekolah Lapang (SL) merupakan proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan serta menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya yang ada secara sinergis dan berwawasan lingkungan, sehingga usaha tani lebih efisien berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan.
Sekolah Lapang dipandang sebagai salah satu metode penyuluhan yang paling efektif untuk transfer teknologi sebab di dalamnya terdapat proses belajar mengajar yang cukup efektif sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karena sifatnya yang tidak formal, proses pembelajaran dilakukan di lapangan dimana tersedia objek nyata berupa tanaman yang dijadikan materi pembelajaran.
Kami mendampingi Sekolah Lapang di Kelompok Tani Curug Sari Desa Kamijoro, dengan peserta berjumlah 20 orang, terdiri dari 14 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Adapun usia peserta antara 38 – 56 tahun. Pada hari ini, Selasa 6 Juni 2023 sudah dilaksanakan SL pertemuan yang ke empat (4). Materi yang diberikan setiap pertemuan berbeda-beda sesuai dengan jadwal yang sudah kami ajukan. Pada kesempatan kali ini, kami membawakan materi tentang pemupukan susulan pada tanaman padi karena objek tanaman yang dipelajari dari awal tanam sampai panen adalah komoditas padi sesuai dengan Petunjuk Teknis Sekolah Lapang yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo.
Sistem pembelajaran yang kami terapkan adalah peserta diajak mengamati tanaman padi yang ada di lokasi Demplot. Peserta diminta untuk belajar mengidentifikasi apa saja yang ditemukan saat melakukan pengamatan, sesuai dengan judul yang saat itu dipelajari, tetapi tidak menutup kemungkinan jika peserta menemukan permasalahan maupun hal yang baru ketika melakukan pengamatan, seketika itu juga bisa disampaikan. Setelah peserta melakukan pengamatan di lahan sawah, mereka diajak untuk menyampaikan hasil pembelajarannya ketika di lapangan dan berdiskusi dengan peserta lain. Dari pembelajaran inilah, peserta akan terbuka cara berpikirnya, menemukan permasalahan, yang pada akhirnya dapat menentukan sendiri bagaimana solusinya. Pembelajaran secara dewasa ini tentu dibutuhkan partisipasi dan keaktifan peserta dalam rangka meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) petani.
Harapan dari proses Sekolah Lapang yang terdiri dari 12 kali pertemuan ini dapat membawa dampak positif terhadap kesejahteraan petani. Mereka dapat menerapkan teknologi spesifik lokasi yang benar-benar dapat diterapkan di lahan pertanian masing-masing. Terutama mereka dapat mengambil keputusan saat mengalami kendala pada usaha taninya. Selama berproses peserta juga mampu menghitung berapa biaya produksi yang sudah dikeluarkan untuk budidaya padi. Apakah petani untung? Jika memperoleh keuntungan, maka dapat direkomendasikan untuk musim berikutnya, sebaliknya jika tidak menguntungkan, petani dapat beralih komoditas maupun dapat menekan biaya produksi dengan penerapan teknologi yang sudah dipelajari, semua itu tergantung pada keputusan masing-masing petani.
Salah satu contoh, sesuai dengan materi hari ini tentang Pemupukan Susulan. Sebelumnya petani/peserta belum mengetahui apa dan bagaimana pemupukan susulan tersebut, apakah efektif dan efisien diterapkan. Setelah melakukan pengamatan di lapangan, peserta dapat menyimpulkan bahwa selama ini ternyata mereka belum tepat dalam melakukan pemupukan karena sebagian besar dari mereka hanya memberikan pupuk N saja, yang berasal dari pupuk kimia berupa Urea. Berdasarkan hasil pembelajaran, petani baru mengerti ternyata kebutuhan nutrisi untuk tanaman haruslah berimbang dan lengkap, yang terdiri dari unsur hara makro maupun mikro, dan sumber pupuk tersebut hanyalah berasal dari pupuk organik. Untuk itu, perlu diaplikasikan pupuk organik padat sebagai pupuk dasar dan pupuk organik cair sebagai pupuk susulan, selain itu juga bisa mengaplikasikan pupuk kimia sesuai dosis, jika memang tanaman masih membutuhkan nutrisi dari pupuk kimia.
Program Sekolah Lapang ini terbukti sangat efektif dalam proses peningkatan kualitas SDM petani, melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilannya, sehingga petani yang berpikir untuk kemajuan pertaniannya, tentu hal ini sangat dinanti dan mereka dapat melaksanakan Sekolah Lapang secara partisipatif. Oleh sebab itu, diharapkan Program Sekolah Lapang ini tetap berlanjut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo bahkan Kementerian Pertanian agar kesejahteraan petani di Kabupaten Purworejo dapat meningkat karena adanya peningkatan pendapatan petani, apa pun pilihan komoditas yang diusahakan.
Penyusun :
Febtory Setyo Harsanti, S.P., M.M.A
BPP Bener






