- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca oleh PPL BPP Purworejo

Purworejo – Selasa, 22 Juni 2021 PPL BPP Purworejo dan petani di Kelompok Tani “Pangen Makmur” Kelurahan Pangenjurutengah melalukan pengukuran emisi gas rumah kaca (GRK). Gas rumah kaca adalah gas di troposfer yang mampu menyerap sinar infra merah yang kemudian dipantulkan oleh bumi sehingga bumi menjadi hangat. Pengukuran emisi GRK ini penting dilakukan untuk mengetahui emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh praktek pertanian yang kurang ramah lingkungan.
Pengambilan sampel GRK dilakukan minimal 3 kali dalam satu musim, yaitu pada saat tanaman padi memasuki fase anakan aktif (35 Hari), fase berbunga (65 Hari) dan fase pemasakan biji atau menjelang panen (90 Hari). Pengambilan sampel GRK yang dilakukan di Kelompok Tani “Pangen Makmur” merupakan pengambilan sampel pertama, yaitu umur tanaman 30 hst. Varietas yang diambil sampel adalah varietas Ciherang (sampel CSA – Demplot) dan IR-64 (sampel non CSA – non Demplot). Pengambilan sampel GRK yang diambil pada 3 (tiga) titik lokasi dalam 1 hamparan.
Hasil pengambilan sampel GRK dibawa ke Balitbang Pati untuk diukur. Setelah mengetahui besarnya emisi gas rumah kaca, kita bisa menentukan tindakan yang dapat menurunkan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah, salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas iklim/ (Climate Smart Agriculture (CSA). Dengan menerapkan CSA diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan petani terhadap perubahan iklim.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Proyek SIMURP dengan Balitbang Pati. Dalam pelaksanaan pengukuran emisi gas rumah kaca ini didampingi dari Balitbang Pati dan dari Distanbun Provinsi Jawa Tengah.






