- SELEKSI CALON TENAGA FASILITATOR LAPANGAN (TFL)
- Audit BPK Turun ke Lapangan, DKPP Purworejo Tunjukkan Transparansi Program Hibah
- Pelatihan Kader Zoonosis, Upayakan Prinsip One Health
- Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
- HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL
- Pembukaan Sekolah Lapang (SL) Kelapa Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo
- Penguatan Silaturahmi dan Sinergi Petani melalui Pertemuan KTNA dan Halal Bihalal Kecamatan Bener Tahun 2026 dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca oleh PPL BPP Purworejo

Purworejo – Selasa, 22 Juni 2021 PPL BPP Purworejo dan petani di Kelompok Tani “Pangen Makmur” Kelurahan Pangenjurutengah melalukan pengukuran emisi gas rumah kaca (GRK). Gas rumah kaca adalah gas di troposfer yang mampu menyerap sinar infra merah yang kemudian dipantulkan oleh bumi sehingga bumi menjadi hangat. Pengukuran emisi GRK ini penting dilakukan untuk mengetahui emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh praktek pertanian yang kurang ramah lingkungan.
Pengambilan sampel GRK dilakukan minimal 3 kali dalam satu musim, yaitu pada saat tanaman padi memasuki fase anakan aktif (35 Hari), fase berbunga (65 Hari) dan fase pemasakan biji atau menjelang panen (90 Hari). Pengambilan sampel GRK yang dilakukan di Kelompok Tani “Pangen Makmur” merupakan pengambilan sampel pertama, yaitu umur tanaman 30 hst. Varietas yang diambil sampel adalah varietas Ciherang (sampel CSA – Demplot) dan IR-64 (sampel non CSA – non Demplot). Pengambilan sampel GRK yang diambil pada 3 (tiga) titik lokasi dalam 1 hamparan.
Hasil pengambilan sampel GRK dibawa ke Balitbang Pati untuk diukur. Setelah mengetahui besarnya emisi gas rumah kaca, kita bisa menentukan tindakan yang dapat menurunkan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah, salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas iklim/ (Climate Smart Agriculture (CSA). Dengan menerapkan CSA diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan petani terhadap perubahan iklim.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Proyek SIMURP dengan Balitbang Pati. Dalam pelaksanaan pengukuran emisi gas rumah kaca ini didampingi dari Balitbang Pati dan dari Distanbun Provinsi Jawa Tengah.






