- VERIFIKASI DAN EVALUASI PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PRASARANA PERTANIAN TAHUN 2027
- PASTIKAN KETAHANAN PANGAN AMAN, DKPP PURWOREJO PANTAU STOK CPPD DI GUDANG PENYIMPANGAN
- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
Penguatan Kelembagaan Kelompok Wanita Tani

Penguatan Kelembagaan Kelompok
Wanita Tani
Pembinaan dan pendampingan
kelompok wanita tani merupakan strategi untuk mendukung pemberdayaan,
penumbuhan, dan penguatan kelembagaan wanita tani. Bertempat di Balai Desa
Kuwurejo Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki Desa Kuwurejo Kecamatan Kutoarjo pada
hari Senin, 13 Januari 2025 dilakukan pertemuan rutin kelompok wanita tani.
Acara ini dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Kuwurejo, Koordinator dan PPL Wilayah
Binaan Desa Kuwurejo, Babinkamtibmas, pengurus dan anggota kelompok wanita tani
sebanyak 35 orang. Ibu Sri Handayani Adji selaku Koordinator PPL Kecamatan
Kutoarjo menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan kelompok wanita tani antara
lain adanya Kawasan Usaha Tani Bersama, pembagian tugas dan tanggung jawab
bersama anggota, adanya motivasi tokoh masyarakat, kegiatan yang bermanfaat
signifikan bagi anggota.
Ibu Reny Marlina Yushanita selaku
PPL Wilayah Binaan Desa Kuwurejo mengatakan bahwa arah pengembangan Kelompok
Wanita Tani yaitu penguatan KWT menjadi kelembagaan wanita tani yang kuat dan
mandiri, peningkatan kemampuan anggota dalam pengembangan agribisnis,
peningkatan kemampuan KWT dalam menjalankan fungsinya. Sebagai kelembagaan
wanita yang kuat dan mandiri, dengan memiliki norma aturan yang disepakati dan
ditaati bersama, adanya pertemuan berkala dan berkesinambungan, mempunyai
rencana kerja tahunan, dan memiliki pengadministrasian kelembagaan tani.
Peningkatan kemampuan anggota
dalam pengembangan agribisnis antara lain identifikasi kebutuhan, masalah, dan
pemecahan masalah dalam usaha tani anggota, meningkatkan kemampuan anggota
dalam menghasilkan teknologi spesifik lokasi, meningkatkan kemampuan anggota
dalam analisis potensi wilayah, potensi pasar dan peluang usaha, menjadi unit
usaha, mendorong anggota agar mau dan mampu melaksanakan usaha simpan pinjam guna
pengembangan modal usaha tani.
Melalui kegiatan ini diharapkan
dapat meningkatkan kemampuan KWT
dalam menjalankan fungsinya
sebagai kelas belajar (mengidentifikasi dan menyiapkan kebutuhan belajar),
wahana kerjasama (suasana saling percaya dan ingin bekerjasama antar anggota),
dan sebagai unit produksi (pengembangan produksi yang menguntungkan). (Pengirim : Reny Marlina Yushanita, SP BPP Kecamatan Kutoarjo)






