- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PASTIKAN KETAHANAN PANGAN AMAN, DKPP PURWOREJO PANTAU STOK CPPD DI GUDANG PENYIMPANGAN

PASTIKAN KETAHANAN PANGAN AMAN, DKPP PURWOREJO PANTAU STOK CPPD DI GUDANG PENYIMPANGAN
PURWOREJO-Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo melakukan peninjauan intensif terhadap stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang tersimpan di Gudang Penyimpangan mitra pemerintah pada Hari Senin, 06 April 2026. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan pangan tetap stabil menghadapi dinamika cuaca di tahun 2026. Dimana sejauh ini, bantuan CPPD diperuntukkan untuk bantuan terkait bencana alam, seperti tanah longsor, banjir ataupun gagal panen.
Berdasarkan hasil monitoring di titik lokasi, kondisi stok gabah dilaporkan dalam kondisi aman dan mencukupi. Mutu gabah hasil panen petani lokal dinilai sangat baik dengan kadar air yang sesuai standar penyimpanan jangka panjang. Total cadangan yang tersimpan dipastikan mampu memenuhi kebutuhan darurat dan sejauh ini alur distribusi menuju penerima terpantau lancar tanpa kendala. Peninjauan stok CPPD Kabupaten Purworejo akan dilakukan setiap sebulan sekali untuk memastikan kualitas gabah, volume stok dan distribusi terpantau aman dan mencukupi.
|
Petugas pemantauan stok CPPD Galih dan Sahadewa (Staf Bidang Pangan DKPP Purworejo) tidak hanya melakukan pemantauan stok, tetapi juga menyerahkan surat tanda setoran bekatul sebesar 350 kg dengan harga Rp. 3.750/kg kepada pemilik gudang (Jazim Khamidi) di Seboropasar, Ngombol, yang mana sudah disetorkan ke Kas Daerah Kabupaten Purworejo. Sebelumnya, hasil bekatul ini hasil dari hasil gilingan penyaluran beras terakhir ke beberapa kelurahan/desa di Kecamatan Banyuurip (7) dan Purworejo (5) sejumlah 4.860 kg beras dengan total penerima 486 per orang (10 kg beras setiap penerima).
|
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Purworejo tidak perlu khawatir. Stok CPPD kita yang ada di Gudang penyimpangan dikelola dengan manajemen stok yang ketat dan tepat. Sewaktu-waktu dibutuhkan untuk bantuan sosial atau hal lain, barang siap digulirkan, “ujar mereka. Dengan pengawasan yang ketat ini, Kabupaten Purworejo optimis mempertahankan sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah, sekaligus menjaga kebutuhan bantuan tetap terkendali di sektor pangan.








