PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK PADAT DI KELOMPOK TANI BAROKAH DESA PENUNGKULAN

By DINPPKP 27 Jun 2024, 13:19:22 WIB Penyuluhan
PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK PADAT  DI KELOMPOK TANI BAROKAH DESA PENUNGKULAN

PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK PADAT

DI KELOMPOK TANI BAROKAH DESA PENUNGKULAN

 

Ketersediaan pupuk kimia untuk mencukupi usaha tani yang terbatas membuat petani memerlukan pupuk tambahan agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan. Pembelian pupuk kimia non subsidi bagi petani dianggap mahal dengan harga jual produk pertanian yang tidak pasti, membuat petani tidak begitu berminat menggunakannya. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah penggunaan pupuk organik, karena tersedia di sekitar petani khususnya di Desa Penungkulan.

Penggunaan pupuk organik bagi petani juga belum banyak dilakukan di Desa Penungkulan khususnya di Dusun Sibibis, karena alasan berat dalam pembuatan, dan pemakaian pupuk organik tanpa diolah terlebih dahulu sering menyebabkan masalah baru pada tanaman seperti memicu datangnya hama uret maupun jamur pada perakaran tanaman. Untuk mengolah pupuk organik atau kotoran hewan seperti kambing maupun sapi, tidak banyak dilakukan kerena alasan repot.

PPL Wibi Desa Penungkulan, dalam pertemuan rutin Kelompok Tani Barokah menyampaikan tentang perlunya pengolahan pupuk organik agar pupuk organik menjadi aman bagi tanaman serta unsur hara yang terkandung mudah untuk diserap tanaman. Selain itu, juga disampaikan tentang tata cara pengolahan pupuk organik padat yang mudah dipraktekkan tetapi hasilnya tidak kalah dengan pengolahan pupuk organik yang sudah dilakukan beberapa petani dan dianggap merepotkan bagi petani.

Praktek pembuatan pupuk organik tersebut dilaksanakan setelah penjelasan yang dilakukan sebelumnya. Petani diajak bersama-sama belajar langsung agar mengetahui seberapa sulit pengolahan pupuk organik dengan cara yang baru ini, dibandingkan dengan metode yang telah dipelajari sebelumnya. Setelah acara selesai petani diajak berdiskusi dan menyampaikan pendapatnya tentang metode baru tersebut dan melakukan tanya jawab seputar pengolahan pupuk organik. Sebagian besar petani menyampaikan bahwa cara ini lebih mudah dilakukan dan tidak merepotkan, serta akan berusaha melakukannya secara pribadi. Sebuah pertanyaan disampaikan tentang cara pembuatan pupuk organik cair dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita. PPL Wibi menyampaikan siap untuk mendampingi kegiatan dan apabila ada kesulitan untuk berkomunikasi melalui HP dan tentang tata cara pembuatan pupuk organik dapat dibahas dan dipraktekkan pada pertemuan rutin di bulan berikutnya.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung