- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK PADAT DI KELOMPOK TANI BAROKAH DESA PENUNGKULAN

PENGOLAHAN
PUPUK ORGANIK PADAT
DI
KELOMPOK TANI BAROKAH DESA PENUNGKULAN
Ketersediaan pupuk kimia untuk mencukupi usaha tani yang terbatas
membuat petani memerlukan pupuk tambahan agar tanaman yang dibudidayakan dapat
tumbuh dengan baik dan menghasilkan. Pembelian pupuk kimia non subsidi bagi
petani dianggap mahal dengan harga jual produk pertanian yang tidak pasti,
membuat petani tidak begitu berminat menggunakannya. Salah satu alternatif yang
dapat diterapkan adalah penggunaan pupuk organik, karena tersedia di sekitar
petani khususnya di Desa Penungkulan.
Penggunaan pupuk organik bagi petani juga belum banyak dilakukan di Desa
Penungkulan khususnya di Dusun Sibibis, karena alasan berat dalam pembuatan,
dan pemakaian pupuk organik tanpa diolah terlebih dahulu sering menyebabkan
masalah baru pada tanaman seperti memicu datangnya hama uret maupun jamur pada
perakaran tanaman. Untuk mengolah pupuk organik atau kotoran hewan seperti
kambing maupun sapi, tidak banyak dilakukan kerena alasan repot.
PPL Wibi Desa Penungkulan, dalam pertemuan rutin Kelompok Tani Barokah menyampaikan
tentang perlunya pengolahan pupuk organik agar pupuk organik menjadi aman bagi
tanaman serta unsur hara yang terkandung mudah untuk diserap tanaman. Selain
itu, juga disampaikan tentang tata cara pengolahan pupuk organik padat yang mudah
dipraktekkan tetapi hasilnya tidak kalah dengan pengolahan pupuk organik yang
sudah dilakukan beberapa petani dan dianggap merepotkan bagi petani.
Praktek pembuatan pupuk organik tersebut dilaksanakan setelah
penjelasan yang dilakukan sebelumnya. Petani diajak bersama-sama belajar
langsung agar mengetahui seberapa sulit pengolahan pupuk organik dengan cara
yang baru ini, dibandingkan dengan metode yang telah dipelajari sebelumnya.
Setelah acara selesai petani diajak berdiskusi dan menyampaikan pendapatnya
tentang metode baru tersebut dan melakukan tanya jawab seputar pengolahan pupuk
organik. Sebagian besar petani menyampaikan bahwa cara ini lebih mudah
dilakukan dan tidak merepotkan, serta akan berusaha melakukannya secara
pribadi. Sebuah pertanyaan disampaikan tentang cara pembuatan pupuk organik
cair dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita. PPL Wibi menyampaikan siap
untuk mendampingi kegiatan dan apabila ada kesulitan untuk berkomunikasi
melalui HP dan tentang tata cara pembuatan pupuk organik dapat dibahas dan
dipraktekkan pada pertemuan rutin di bulan berikutnya.






