- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN PADI DI KELOMPOKTANI SIDO DADI

PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS PADA
TANAMAN PADI
DI KELOMPOKTANI SIDO DADI
Kelompok Tani Sido Dadi di Desa Tridadi,
Kecamatan Loano, mengadakan kegiatan pengendalian penyakit blas pada hari
Kamis, 15 Agustus 2024, di lahan sawah milik kelompok tersebut. Acara ini
dihadiri oleh anggota Kelompok Tani Sido Dadi, Petugas
Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta Penyuluh Pertanian
Kecamatan Loano.
Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia
oryzae, merupakan ancaman serius bagi produksi padi. Untuk itu,
pengendalian penyakit ini menjadi prioritas utama dalam menjaga hasil panen
yang optimal. Dalam kegiatan kali ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam
mengenai tanda-tanda penyakit blas dan teknik pengendaliannya.
Langkah-langkah Pengendalian
1.
Pengenalan dan Deteksi Dini: Pengamat POPT
menjelaskan cara mengenali gejala awal penyakit blas, seperti bercak-bercak
coklat pada daun padi, serta metode monitoring rutin untuk deteksi dini.
2.
Penggunaan Varietas Tahan: Penyuluh
pertanian mengedukasi anggota kelompok tentang pemilihan varietas padi yang
tahan terhadap penyakit blas sebagai langkah preventif yang efektif.
3.
Pengendalian Kimia dan Biologi:
Diskusi mengenai penggunaan fungisida yang tepat dan ramah lingkungan, serta
penerapan metode biologi seperti penggunaan agen pengendali hayati untuk
mengurangi infeksi.
4.
Pengelolaan Lingkungan: Pentingnya pengelolaan sanitasi lahan, pengaturan pola tanam, dan
pengendalian kelembaban untuk mencegah penyebaran penyakit.
Bapak kadus Tedunan desa Tridadi, Bapak Hartoyo,
menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan
dukungan dari Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Penyuluh
Pertanian. Dengan adanya pengetahuan ini, kami berharap bisa mengendalikan
penyakit blas dengan lebih efektif dan meningkatkan hasil panen kami,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi
langkah awal yang positif dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas petani
dalam pengendalian penyakit tanaman. Dengan pengetahuan dan praktik yang tepat,
Kelompok Tani Sido Dadi optimis dapat mencapai hasil pertanian yang lebih baik
dan berkelanjutan.






