PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN PADI DI KELOMPOKTANI SIDO DADI

By DINPPKP 19 Agu 2024, 13:20:24 WIB Penyuluhan
PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN PADI  DI KELOMPOKTANI SIDO DADI

PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN PADI

DI KELOMPOKTANI SIDO DADI

 

Kelompok Tani Sido Dadi di Desa Tridadi, Kecamatan Loano, mengadakan kegiatan pengendalian penyakit blas pada hari Kamis, 15 Agustus 2024, di lahan sawah milik kelompok tersebut. Acara ini dihadiri oleh anggota Kelompok Tani Sido Dadi, Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta Penyuluh Pertanian Kecamatan Loano.

Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae, merupakan ancaman serius bagi produksi padi. Untuk itu, pengendalian penyakit ini menjadi prioritas utama dalam menjaga hasil panen yang optimal. Dalam kegiatan kali ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tanda-tanda penyakit blas dan teknik pengendaliannya.

 

Langkah-langkah Pengendalian

1.     Pengenalan dan Deteksi Dini: Pengamat POPT menjelaskan cara mengenali gejala awal penyakit blas, seperti bercak-bercak coklat pada daun padi, serta metode monitoring rutin untuk deteksi dini.

2.     Penggunaan Varietas Tahan: Penyuluh pertanian mengedukasi anggota kelompok tentang pemilihan varietas padi yang tahan terhadap penyakit blas sebagai langkah preventif yang efektif.

3.     Pengendalian Kimia dan Biologi: Diskusi mengenai penggunaan fungisida yang tepat dan ramah lingkungan, serta penerapan metode biologi seperti penggunaan agen pengendali hayati untuk mengurangi infeksi.

4.     Pengelolaan Lingkungan: Pentingnya pengelolaan sanitasi lahan, pengaturan pola tanam, dan pengendalian kelembaban untuk mencegah penyebaran penyakit.

Bapak kadus Tedunan desa Tridadi, Bapak Hartoyo, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan dukungan dari Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Penyuluh Pertanian. Dengan adanya pengetahuan ini, kami berharap bisa mengendalikan penyakit blas dengan lebih efektif dan meningkatkan hasil panen kami,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang positif dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas petani dalam pengendalian penyakit tanaman. Dengan pengetahuan dan praktik yang tepat, Kelompok Tani Sido Dadi optimis dapat mencapai hasil pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung