- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
PENGENDALIAN PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI 2023

PENGENDALIAN PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI 2023
Di Tahun 2023 sebanyak 50 kelompok tani/gapoktan di Kabupaten Purworejo menerima hibah uang dari APBD Kabupaten Purworejo masing-masing sebesar seratus juta rupiah yang diperuntukkan untuk membangun jalan usaha tani. Sebesar empat puluh juta telah dicairkan di tahap 1. Kelompok tani/gapoktan dengan antusias dan penuh semangat melaksanakan pembangunan secara swakelola. Semangat partisipatif dan rasa memiliki menjadi bagian dari dasar pengerjaan jalan usaha ini dilaksanakan secara swakelola. Untuk mengetahui pencapaian pekerjaan fisik serta kendala yang kemungkinan ada di lapangan maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengadakan pertemuan dalam rangka pengendalian kegiatan pembangunan jalan usaha tani Tahun 2023 yang dilaksanakan pada hari Kamis Tanggal 20 Juli 2023 bertempat di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Acara dihadiri oleh seluruh ketua kelompok tani/ gapoktan penerima hibah, fasilitator, Koordiator BPP serta tim pelaksana dari DKPP Kabupaten Purworejo.
Dari hasil inventarisasi, beberapa kelompok belum bisa memulai pelaksanaan pembangunan jalan usaha tani dikarenakan lokasi masih dipergunakan untuk mobilitas para petani dalam memanen hasil pertaniannya. Hal ini bisa dimaklumi karena jalan usaha tani yang akan dibangun merupakan jalan satu-satunya untuk mobilitas para petani selama musim panen ini. Namun demikian setelah panen usai kelompok tani siap untuk memulai pelaksanaan pembangunannya. Disampaikan oleh Ery Puspandoyo,SP,MM selaku sub koordinator pengembangan Prasarana Pertanian DKPP Kabupaten Purworejo bahwa untuk mencairkan dana tahap 2 sebesar enam puluh juta ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh kelompok antara lain laporan pertanggungjawaban penggunaan dana tahap 1, progress kemajuan fisik dilapangan minimal 30 % serta bukti dukungnya berupa foto dokumentasi. Ditambahkan pula bahwa dalam pelaksanaan pembangunan harus sesuai dengan spek oleh karena itu campuran bahan harus sesuai dengan analisa. Setelah pekerjaan fisik selesai kelompok harus dapat mempertanggungjawabkan kualitas pekerjaan fisik melalui uji beton dengan metode hammer test. Hasil dari uji hammer test nanti yang bisa membuktikan bahwa pekerjaan cor beton yang dilaksanakan oleh kelompok tani telah memenuhi spek yang ada. Harapannya, jalan usaha tani yang terbangun memilki kualitas yang baik sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani dalam jangka waktu yang lama. Ditekankan kembali bahwa pembangunan jalan usaha tani ini dilaksanakan secara transparan dan tidak ada pungutan apapun (pungli) sehingga tidak ada alasan lagi yang menyebabkan kualitas jalan menjadi jelek karena adanya pengurangan biaya karena potongan - potongan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Cuaca saat ini juga mendukung kelancaran pekerjaan fisik dilapangan, harapannya sesuai dengan rencana pembangunan jalan usaha tani ini dapat terselesaikan sepenuhnya pada bulan Agustus 2023.






