- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA TANAMAN PADI DI KELOMPOK TANI SRI MAKMUR, TLOGOREJO, PURWODADI

PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA TANAMAN PADI
DI KELOMPOK TANI SRI MAKMUR DESA TLOGOREJO KECAMATAN PURWODADI
Tikus sawah ( Rattus argentiventer) adalah hama utama pada tanaman padi, menyebabkan kerugian yang signifikan bagi petani. Tikus menyerang tanaman padi sejak fase persemaian hingga panen, memakan batang, daun, dan bulir, sehingga mengurangi hasil panen. Pengendalian hama tikus perlu dilakukan secara terpadu untuk mencapai hasil yang optimal.
Pada lahan sawah Kelompok Tani Sri Makmur Desa Tlogorejo Kecamatan Purwodadi untuk Musim Tana ini (MT II) tanaman padi terserang hama tikus dengan luas serangan 4 ha dan luas terancam 10 ha dari total luas lahan baku sawah Desa Tlogorejo 94 Ha. Dengan adanya serangan hama tikus ini Kelompok Tani Sri Makmur Desa Tlogorejo melakukan pengendalian secara bersama-sama pada hari Selasa tanggal 10 Juni 2025 di lokasi lahan sawah Kelompok Tani Sri Makmur Desa Tlogorejo Kecamatan Purwodadi.
Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus dilaksanakan oleh anggota kelompok tani Sri Makmur Desa Tlogorejo sebanyak 20 orang dan dihadiri oleh Perangkat Desa, POPT Wilker, Koordinator PPL, PPL Wibi, serta Babinsa. Penyuluhan yang diberikan Penyuluh dan POPT terkait gejala serangan Tikus, sekilas bioekologi tikus, teknik pengendalian tikus, cara pengaplikasian racun umpan, Faktor2 yang mempengaruhi keberadaan OPT penting, cara mengantisipasi serangan opt dan pentingnya melakukan pengamatan rutin. Bahan pengendalian adalah racun umpan berbahan aktif brodifakum. Bantuan berasal dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Wilayah Kedu. Cara pengaplikasian racun tikus adalah racun tikus ditumbuk terlebih dahulu kemudian dicampur dengan sekam padi sebagai umpan kemudian diletakkan pada lubang-lubang tikus dengan dialasi daun pisang. Kendala pada kegiatan ini adalah Pengaturan air sawah sulit utk dihentikan karena rusaknya tanggul irigasi tersier serta galengan akibat serangan tikus dan yuyu.
Rencana kedepan untuk mengatasi hama/penyakit khususnya hama tikus yaitu dengan membuat Rubuha, melaksanakan gropyokan pada MT 1 untuk mengurangi populasi tikus, pengamatan rutin serta bersama penyuluh melakukan penyuluhan terkait pentingnya pemupukan sesuai dosis dan pengaruhnya terhadap perkembangan OPT, pembuatan pesnab.
(Nani Haryani S-PPL Purwodadi)






