- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
PENGENDALIAN HAMA TERPADU, SEMANGAT PETANI MEMPERKUAT KETAHANAN PANGAN DAN MUTU YANG BAIK

PENGENDALIAN HAMA TERPADU, SEMANGAT PETANI MEMPERKUAT
KETAHANAN PANGAN DAN
MUTU YANG BAIK
Dampak perubahan iklim mengancam ketahanan pangan dimasa
depan, Hasil analisis kondisi iklim global menunjukkan kondisi El Nino Moderat
dengan nilai NINO 3.4 sebesar 1.70 dan nilai SOI sebesar -6.0," "Nilai DMI sebesar +1.21 juga
menunjukkan Dipole Mode Positif. Kondisi El Nino Moderate dan Dipole Mode
Positif menunjukkan potensi curah hujan rendah untuk wilayah Indonesia,"
Dampak dari curah hujan menyebabkan terjadinya kekeringan di
beberapa wilayah sehingga tidak dapat melakukan tanam padi di musim ke satu.
Selain itu munculya serangan hama yang lebih banyak pada lahan pertanian.
Kelompok tani Widharmajaya Desa Prapag kidul Kecamatan Pituruh melaksanakan gerakan
pengendalian massal, dengan melakukan penyemprotan tanaman padi untuk
antisipasi terjadinya serangan hama,
Pada hari Rabu tanggal 20 Desmeber 2023 , kelompok tani
Widharmajaya Desa Prapagkidul Kecamatan Pituruh, melaksanakan kegiatan gerakan
pengendalian Organisme Penggangu Tanamn
(OPT) tanaman padi khususnya hama putih
palsu. Hama putih palsu (HPP) disebabkan oleh ulat cnaphaloscrocis medinalis
ditandai dengan gejala adanya daun berwarna putih akibat ulat memakan jaringan
daun dan menyisakan lapisan permukaan daun berwana putih, kemudian menyebabkan
daun terlipat / menggulung. Serangan HPP pada fase vegetatif dapat menyebabkan
kerugian hingga 50%. Terjadinya gejala serangan HPP di kecamatan pituruh
merupakan salah satu dampak perubahan iklim dimana suhu yang hangat menyebabkan
perkembangan hama meningkaT, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pituruh
melaksanakan pendampingan kepada petani melalui kelompok tani Widharmajaya,
dalam rangka pencegahan terhadap serangan hama pada musim tanam ke satu.
Gerakan pengendalian hama dihadiri oleh anggota kelompok
tani Widharmajaya sejumlah 20 petani, ketua kelompok Bapak Supriyanto, ibu
Kepala Desa, petugas POPT, PPL wibi dan Koordinator PPL. Gerakan pengendalian
hama dilakukan pada aeral tanaman padi umur 20-35 hst dengan varietas
didominasi ciherang, mekongga, dan mawar. Gerakan pengendalian massal dengan
menggunakan pestisida bahan aktif dimehipho seluas 4 ha umtuk luasan yang
terserang HPP, untuk pengendalian preventif areal disekitarnya, penyemprotan tanaman
padi dengan menggunakan metarizep sebagai antisipasi pencegahan. Supriyanto
selaku ketua Kelompok tani Widharmajaya berharap dengan adanya sinergi antara
Kelompok tani, Penyuluh pertanian dan petugas pengamat organisme tanaman
(POPT), nantinya serangan opt dapat terkendali hasil panen
memiliki mutu yang baik.






