- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi di Persemaian

Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi di Persemaian
BPP Gebang melakukan penyuluhan di kelompok Tani
Makmur Desa Pelutan tentang pengendalian hama penggerek batang padi. Kegiatan
dilaksanakan langsung di lapangan disampaikan secara teori oleh POPT maupun
koordinator PPL dan selanjutnya dipraktekkan bersama-sama dengan petani.
POPT menyampaikan bahwa prinsip pengendalian OPT
itu kita mesti mengenal hama dan siklus hidupnya. Hama Penggerek batang padi
mulai menyerang di persemaian. Serangga dewasa meletakkan kelompok telur pada
daun tanaman di persemaian. Kelompok telur dapat berisi kisaran 150-300 telur
penggerek. Setelah beberapa hari telur akan menetas menyebar ke banyak tanaman
dan masuk kedalam tanaman padi. Tanaman Padi akan dipindahtanamkan dan ulat
yang ada di dalam tanaman akan ikut terbawa dan berkembang didalam rumpun
tanaman baru di lahan.
Umumnya petani akan mengendalikan hama ini
setelah terlihat gejalanya bahkan sering terlambat. Ketika ujung atau daun muda
tanaman padi menguning bahkan telah menjadi kering petani baru menyadari bahwa
ada serangan penggerek padi dan mulai mengendalikan. Pada saat ini kadang
ulatpenggerek telah menjadi pupa atau kepompong dan saat disemprot tidak akan
terpapar insektisida karena dia berada didalam wadah atau kokon yang
melindunginya, dan dia juga tidak makan dan selamatlah hama menuju ke fase
berikutnya yaitu Serangga dewasa atau dikenal dengan ngengat. Ngengat akan
kawin dan meletakkan telur lagi dan semakin banyak jumlah penggerek padi yang
menyerang rumpun-rumpun padi dan meningkatkan kerugian petani.
Saran pengendalian penggerek batang adalah mulai
dari awal di persemaian. Pengendalian di persemaian dapat menghemat biaya,
waktu dan juga tenaga. Selain itu pengendalian di persemaian ini juga lebih
mudah dilakukan oleh petani karena lahan persemaian ini jauh lebih sempit
daripada melakukan pengendalian setelah di tanam. Setelah penyampaian materi di
pinggir lahan beberapa petani diajak untuk melakukan pengendalian bersama-sama pada persemaian-persemaian padi milik petani
anggota kelompok.






