Pengendalian Dini WBC Di Lahan Persemaian

By DINPPKP 26 Apr 2024, 13:21:30 WIB Penyuluhan
Pengendalian Dini WBC Di Lahan Persemaian

Pengendalian Dini WBC Di Lahan Persemaian

 

Wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) atau yang sering disingkat WBC merupakan salah satu hama tanaman  padi  yang  paling  berbahaya  dan merugikan  petani  padi karena dapat mengakibatkan gagal panen. Selain itu, WBC juga menjadi vektor bagi penularan penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. Siklus hidup WBC relatif pendek yaitu lebih kurang 35 hari dimana seekor WBC betina mampu beranak sampai 300 ekor. Kemampuan terbang WBC yang bersayap selama 30 hari bisa mencapai 200 KM. WBC dapat menyerang tanaman padi pada semua umur, sehingga pengendaliannya harus tuntas pada generasi I atau selambat-lambatnya pada generasi II.

Dalam rangka pengendalian serangan WBC maka perlu dilakukan upaya pengendalian preventif dan responsif. Penggunaan insektisida anjuran merupakan pilihan terakhir apabila populasi sangat tinggi dan disarankan tidak berulang-ulang, harus dikombinasikan dengan agens hayati. Tidak hanya pengendalian setelah terjadi serangan saja namun juga perlu dilakukan Tindakan pencegahan untuk meninimalisir jika terjadi serangan

Kegiatan Gerdal WBC di desa Binangun pada hari Jumat, tanggal 25 April 2024 merupakan gerdal lanjutan yang sebelumnya sudah dilakukan pada Selasa, 23 April 2024. Gerdal ini dilaksanakan oleh Gapoktan Suka Makmur dan Petugas POPT Kecamatan Butuh beserta PPL Wibi. Kegiatan ini merupakan pengendalian dini WBC yang dilakukan mulai dari persemaian agar nantina pada saat tanam dapat meminimalisir adanya serangan. Gerdal dilakukan karena adanya serangan dengan populasi tinggi di lahan persemaian. Pengendalian WBC ini dilakukan menggunakan pestisida hayati yaitu pestisida Afidor yang merupakan pestisida jenis kontak dengan bahan aktif Imidakloprid 25%. Gerdal dilakukan di lahan milik petani dengan luasan 0,5 Ha. Upaya pengendalian ini harus disertai tindakan pengamatan rutin oleh petani untuk mengetahui tingkat serangan Hama Wereng Batang Coklat (WBC).

Harapannya, dengan upaya ini panen padi nantinya akan berhasil dan ketahanan pangan di tengah wabah ini tetap terjaga. Selain itu, petani juga berharap dengan adanya kegiatan pada fase pembibitan ini dapat memutus serangan WBC sejak awal, serta menekan adanya serangan WBC pada saat pertanaman nantinya. Bibit padi memiliki bekal ketahanan pada saat di tanam di lahan, sehingga tanaman akan tumbuh dengan baik dan terbebas dari OPT serta  dapat meningkatkan produksi padi.

 

Penulis: Septi S., S.P.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung