- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Pengamatan OPT dan pengambilan sample pada tanaman Padi.

Kegiatan Senin 10 Januari 2022 "Pengamatan OPT dan pengambilan sample pada tanaman Padi."
Peningkatan produksi padi terus diupayakan untuk mengimbangi kenaikan konsumsi, karena pertumbuhan penduduk masih tinggi. Hama dan penyakit adalah salah satu kendala program peningkatan produksi padi. Hama dan penyakit padi merupakan salah satu cekaman biotik yang menyebabkan senjang hasil antara potensi hasil dan hasil aktual, dan juga menyebabkan produksi tidak stabil.
Kegiatan pengamatan OPT rutin dilakukan untuk menentukan penanggulangan yang tepat sedini mungkin sehingga dapat meminimalisir serangan secara massif dan kehilangan hasil.
Kegiatan ini dilakukan rutin salahsatunya di lahan sawah desa Karangwuluh poktan Suko Nderbolo. Sampel lahan milik bapak Toddy.
Lahan seluas 600ubin, yang ditanami padi varietas ciherang dan pandan pada tanggal 26 November 2021. Padi berusia 45hst, dan telah dilakukan penanaman ulang pada tanggal 15 Desember 2021. Namun ada beberapa tanaman yang menunjukkan gejala kerdil.
Pengambilan sample tanaman dilakukan guna mengetahui lebih lanjut penyebab dan penanggulangan yang tepat setelah dilakukan Uji Laboratorium di Lab. POPT Temanggung.
Untuk kerdil pada tanaman sendiri mengakibatkan berkurangnya ukuran dan hilangnya kekuatan. Kerdil dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, atau nematoda ( cacing belut) dan dengan cara tidak menular (abiotik) termasuk kelebihan atau kekurangan air, ketidakseimbangan nutrisi tanah, cahaya berlebih , cedera kimia atau mekanis, makan serangga atau tungau, dan penanaman terlalu dalam.
Pengendalian dilakukan secara preventif dan kuratif.
Kontributro PPL BPP Kutoarjo






