- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Penanggulangan POPT Blast pada Tanaman Padi

Agenda PPL Kecamatan Bener hari Kamis tanggal 2 September 2021, diawali dengan penyuluh melakukan pengamatan tanaman padi di Lahan Demplot Eco Farming dan sekitar Demplot di Desa Kaliurip. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa terdapat penyakit Blas yang disebabkan oleh Jamur Pyricularia Grisea. Penyakit Blas telah menyerang tanaman padi berumur 40-45 HST, Varietas Situbagendit, Ciherang dan IR64 seluas 1 ha dan mengancam pada tanaman yang sehat seluas 3 ha.
Penyakit Blas dapat dikendalikan dengan cara :
Pencegahan
1. Sanitasi Lingkungan
Sanitasi dengan menjaga kebersihan lingkungan sawah dari gulma yang mungkin menjadi inang alternatif dan membersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi merupakan usaha yang sangat dianjurkan mengingat patogen dapat bertahan pada inang alternatif dan sisa-sisa tanaman.
2. Pemberian kompos jerami
Pemberian bahan organik berupa jerami sisa panen untuk penyehatan lahan harus dikomposkan lebih dulu. Pengkomposan jerami dapat menyebabkan miselia dan spora jamur mati, karena naiknya suhu selama proses dekoposisi.
Kiat-Kiat Pengendalian Penyakit Blas.
- Gunakan varietas tahan sesuai dengan sebaran ras yang ada di daerah setempat.
- Gunakan benih sehat.
- Hidarkan penggunaan pupuk nitrogen diatas dosis anjuran.
- Hindarkan tanam padi dengan varietas yang sama terus menerus sepanjang tahun.
- Sanitasi lingkungan harus intensif karena inang alternatif patogen dapat berupa rerumputan.
- Hindari tanam padi terlambat dari tanaman petani di sekitarnya.
- Pengendalian secara dini dengan perlakuan benih sangat dianjurkan untuk menyelamatkan persemaian sampai umur 30 hari setelah sebar.
- Penyemprotan fungisida sistemik sebaiknya 2 kali pada saat stadia tanaman anakan maksimum dan awal berbunga untuk mencegah penyakit blas daun dan blas leher terutama di daerah endemik.
- Hindarkan jarak tanam rapat (sebar langsung).
- Pemakaian kompos sebagai sumber bahan organik.
Rencana gerakan pengendalian secara serentak akan dilaksanakan pada hari Senin, 6 September 2021 menggunakan fungisida sistemik.






