- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Penanganan Retensi Plasenta pada Kambing di AP Jaya Farm

Penanganan Retensi Plasenta pada Kambing di AP Jaya Farm
Pada hari Rabu tanggal 7 Januari 2026 UPT Puskeswan bersama mahasiswa magang dari Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya diminta datang ke AP Jaya Farm Desa Salam Kecamatan Gebang, karena ada Kambing yg habis melahirkan namun plasentanya belum keluar.
Retensi plasenta, kami biasa menyebutnya yaitu kondisi dimana ari-ari (plasenta) tidak keluar dari rahim dalam waktu 8-12 jam setelah melahirkan. Dalam kondisi normal, plasenta akan terlepas secara spontan akibat kontraksi uterus dan proses involusi rahim.
Namun, pada kasus retensi plasenta, jaringan plasenta tetap melekat pada dinding uterus sehingga mengganggu pemulihan organ reproduksi induk.
Penyebab retensi plasenta pada kambing cukup beragam, antara lain infeksi uterus, kekurangan nutrisi terutama mineral seperti selenium dan vitamin E, gangguan hormonal, distokia (kesulitan melahirkan), serta kelelahan induk akibat proses partus yang lama. Faktor manajemen pemeliharaan yang kurang baik, seperti sanitasi kandang yang buruk dan pakan yang tidak seimbang, juga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.
Secara klinis, kambing yang mengalami retensi plasenta menunjukkan sisa plasenta yang menggantung dari vulva, berbau tidak sedap, serta terkadang disertai demam, nafsu makan menurun, dan kondisi tubuh yang melemah. Jika tidak segera ditangani, retensi plasenta dapat berkembang menjadi infeksi uterus seperti metritis atau endometritis yang berdampak negatif terhadap kesehatan induk dan performa reproduksi selanjutnya.
Penanganan retensi plasenta pada kambing harus dilakukan dengan hati-hati. Kambing yang mengalami retensi plasenta diberikan antibiotik, antiinflamasi, dan multivitamin serta semprot pembasmi larva screw untuk menghindari adanya lalat yang berkembangbiak disana.
Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui perbaikan manajemen pakan, pemberian suplemen mineral, serta menjaga kebersihan lingkungan kandang terutama menjelang dan setelah proses kelahiran.
Dengan penanganan dan pencegahan yang tepat, kejadian retensi plasenta pada kambing dapat diminimalkan sehingga kesehatan induk dan produktivitas ternak tetap terjaga.






