- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Penanganan Penyakit PMK ternak di Kecamatan Butuh

Minggu, 16 Mei 2022. Bersama Kapolsek, Babin Kantib, Babinsa, Puskesmas, Kecamatan, Pemdes dan PPL Wibi mengadakan pemeriksaan ternak dan kandang serta sosialisasi Waspada Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Lubangsampang, jumlah ternak yang diperiksa sejumlah 30 ekor sapi yang terdiri dari 12 ekor pejantan dan 18 ekor betina yang dimiliki oleh 10 orang peternak.
PMK disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular ke ternak lain.
Gejala yang tampak pada ternak sapi yaitu :
a. Terdapat demam (pyrexia) hingga mencapai 41°C dan menggigil
b. Mengalami anorexia (tidak nafsu makan)
c. Penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari
d. Keluar air liur berlebihan
e. Saliva terlihat menggantung, air liur berbusa di lantai kandang.
f. Pembengkakan kelenjar submandibular.
g. Hewan lebih sering berbaring
h. Luka pada kuku dan kukunya lepas.
i. Menggeretakan gigi, menggosokkan mulut, leleran mulut, suka menendangkan kaki.
f. Efek ini disebabkan karena vesikula (lepuhan) pada membrane mukosa hidung dan bukal, lidah, nostril, moncong, bibir, puting, ambing, kelenjar susu, ujung kuku, dan sela antar kuku.
g. Mengalami myocarditis dan abotus kematian pada hewan muda,
h. Kehilangan berat badan permanen, kehilangan kontrol panas.
Virus ini ditularkan ke hewan melalui beberapa cara diantaranya :
a. Kontak langsung, antara hewan yang tertular dengan hewan rentan melalui droplet, leleran hidung, serpihan kulit.
b. Sisa makanan/sampah yang terkontaminasi produk hewan seperti daging dan tulang dari hewan tertular.
c. Kontak tidak langsung melalui vektor hidup yakni terbawa oleh manusia. d. Manusia bisa membawa virus ini melalui sepatu, tangan, tenggorokan, atau pakaian yang terkontaminasi.
e. Kontak tidak langsung melalui bukan vektor hidup (terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll.)
f. Tersebar melalui udara, angin, daerah beriklim khusus (mencapai 60 km di darat)
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di peternak Desa Lubangsampang dinyatakan semua ternak dalam keadaan sehat dan perlu selalu dilakukan sanitasi kandang secara teratur
(Sri Suharweni, BPP Butuh)






