PENANGANAN KONJUNGTIVITIS HINGGA PROLAPS NICTITANS PADA KUCING DI PUSKESWAN KUTOARJO

By DINPPKP 30 Sep 2024, 08:09:36 WIB Peternakan dan Keswan

PENANGANAN KONJUNGTIVITIS HINGGA PROLAPS NICTITANS PADA KUCING DI PUSKESWAN KUTOARJO

                 Konjungtivitis atau peradangan pada konjungtiva sering dialami oleh hewan salah satunya kucing. Konjungtiva sendiri merupakan bagian dari bola mata yang melapisi bagian luarnya. Pada kondisi normal konjungtiva akan terasa halus, licin, dan berwarna pink. Jika mengalami peradangan akan nampak merah, kering, dan  terjadi kebengkakan. Bahkan disertai dengan adanya membran yang naik sehingga  menutupi sebagian bola mata.

Kucing yang bisa mengalami konjungtivitis

                Konjungtivitis bisa dialami oleh semua jenis kucing dan semua tingkatan usia atau umur pada kucing. Namun presentase kucing muda terkena konjungtivitis memang lebih tinggi dibanding kucing yang sudah dewasa. Kucing berhidung pesek juga lebih rentan terkena konjungtivitis dikarenakan struktur anatomi dari tulang hidung yang tidak tinggi   mengakibatkan seringnya rambut di area muka atau dekat mata masuk dan menyebabkan iritasi mata pada awalnya dan berakibat  terjadinya konjungtivitis pada akhirnya.

 Apa saja penyebab Konjungtivitis ?

                Penyebab konjungtivitis pada kucing di bagi menjadi 2 yaitu infeksius dan non infeksius. Penyebab infeksius diantaranya disebabkan oleh bakteri (ex. Chlamydophila sp. Dan Mycoplasma sp.), Virus (Feline herpes virus, Feline Calicivirus)  dan jamur. Sedangkan untuk penyebab non infeksius adalah adanya iritasi karena rambut di sekitar mata, kondisi mata enteropion, bahan asing yang masuk mata, dll.

 

Gejala yang timbul dari Konjungtivitis

·       Mata berair

·       Mata dan kelopak mata tampak merah dan bengkak

·       Muncul cairan dari bening hingga keruh bahkan bernanah

·       Mata nampak sipit atau kecil

·       Sering menggosok mata dengan kaki (nampak seperti merasakan gatal pada mata)

·       Naiknya membran bawah kelopak mata

               Jika muncul salah satu  gejala di atas kucing dapat segera di bawa ke dokter hewan terdekat atau ke puskeswan terdekat  agar mendapat pertolongan dan gejala tidak berlanjut.  Tanpa penanganan  yang tepat  dapat berakibat fatal pada mata kucing.

Seperti pada tanggal 2 September 2024 terdapat kucing jantan berusia 8 bulan mengalami mata merah dan bengkak pada mata sebelah kiri seperti pada gambar di bawah ini

 

                 Diketahui dari pemilik, kucing sudah mengalami mata merah 3 hari dan diberikan obat tetes  (pemilik beli sendiri di pet shop) namun tidak kunjung sembuh, bahkan mata kucing semakin merah dan bengkak serta adanya membran mata yang naik pada hari ke-3 setelah munculnya gejala.

Pengobatan Konjungtivitis pada Kucing

                 Pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan lengkap oleh dokter hewan dan disimpulkan kucing menderita konjungtivitis dokter akan memberikan antibiotik topikal berupa tetes atau salep mata yang dapat diberikan 2-4 kali sehari dalam kurun waktu 1-3 minggu tergantung kondisi kucing. Pengobatan harus tertib agar hasil pengobatan dapat maksimal.

                  Pada kasus kucing yang dibawa ke puskeswan Kutoarjo, setelah dilakukan pemeriksaan, kucing didiagnosa mengalami konjungtivitis dan adanya prolaps membran nictitans. Selain gejala pada mata, kucing juga mengalami demam serta penurunan nafsu makan. Oleh karena itu dokter hewan memberikan treatment berupa penyuntikan antiradang,  antibiotik, dan vitamin, serta pemilik diminta memberikan tetes mata (antibiotik) 3 kali sehari. Dan melakukan kontrol 3 hari sekali. Pada kontrol ke 2 mata sudah tidak bengkak dan merah namun membran masih naik. Kontrol yang ke-3 kondisi mata kucing  dinyatakan sembuh total ditandai dengan mata yang sudah tidak bengkak, tidak merah, dan membran yang sudah turun, serta mata nampak terbuka lebar. Seperti pada gambar di bawah ini

 

                       Dengan




adanya kesadaran akan kesehatan anabul atau kucing oleh pemilik serta penanganan yang cepat dan tepat akan menunjang kesehatan hewan. Salah satu upaya dalam penanganan kesehatan hewan di lingkungan Kabupaten Purworejo juga dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui program  pelayanan kesehatan hewan (yankeswan) untuk hewan kesayangan  di 4 titik lokasi  salah satunya di Poskeswan Kutoarjo yang beralamat di Jl. Argorejo, Giri Rejo Timur, Kutoarjo, Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo. 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung