- Rapat Sosialisasi Pelarangan Perdagangan daging Anjing dan kucing di Jawa Tengah
- Bumbung Konservasi Inovasi Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Penggerek Batang Padi
- Rakor Internal unsur Pimpinan DKPP
- KONSULTASI DILAKUKAN AGAR TERCAPAI KEGIATAN YANG OPTIMAL
- RUMAH PANGAN KITA SEBAGAI SOLUSI UPAYA STRATEGIS MENJAGA STABILITAS HARGA PANGAN DI TINGKAT KONSUMEN
- Persiapan penyaluran Banpang (beras dan minyak goreng) Alokasi feb-maret 2026
- Halal bi Halal: Tradisi Bersilaturahmi dan Mempererat Persaudaraan
- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
PENANGANAN KONJUNGTIVITIS HINGGA PROLAPS NICTITANS PADA KUCING DI PUSKESWAN KUTOARJO
PENANGANAN KONJUNGTIVITIS HINGGA PROLAPS NICTITANS PADA KUCING DI PUSKESWAN KUTOARJO
Konjungtivitis
atau peradangan pada konjungtiva sering dialami oleh hewan salah satunya
kucing. Konjungtiva sendiri merupakan bagian dari bola mata yang melapisi
bagian luarnya. Pada kondisi normal konjungtiva akan terasa halus, licin, dan
berwarna pink. Jika mengalami peradangan akan nampak merah, kering, dan terjadi kebengkakan. Bahkan disertai dengan
adanya membran yang naik sehingga menutupi sebagian bola mata.
Kucing yang bisa mengalami konjungtivitis
Konjungtivitis
bisa dialami oleh semua jenis kucing dan semua tingkatan usia atau umur pada
kucing. Namun presentase kucing muda terkena konjungtivitis memang lebih tinggi
dibanding kucing yang sudah dewasa. Kucing berhidung pesek juga lebih rentan
terkena konjungtivitis dikarenakan struktur anatomi dari tulang hidung yang
tidak tinggi mengakibatkan seringnya
rambut di area muka atau dekat mata masuk dan menyebabkan iritasi mata pada
awalnya dan berakibat terjadinya
konjungtivitis pada akhirnya.
Apa saja penyebab Konjungtivitis
?
Penyebab
konjungtivitis pada kucing di bagi menjadi 2 yaitu infeksius dan non infeksius.
Penyebab infeksius diantaranya disebabkan oleh bakteri (ex. Chlamydophila
sp. Dan Mycoplasma sp.), Virus (Feline herpes virus, Feline
Calicivirus) dan jamur. Sedangkan untuk
penyebab non infeksius adalah adanya iritasi karena rambut di sekitar mata,
kondisi mata enteropion, bahan asing yang masuk mata, dll.
Gejala yang timbul dari Konjungtivitis
·
Mata berair
·
Mata dan kelopak mata tampak merah
dan bengkak
·
Muncul cairan dari bening hingga
keruh bahkan bernanah
·
Mata nampak sipit atau kecil
·
Sering menggosok mata dengan kaki
(nampak seperti merasakan gatal pada mata)
·
Naiknya membran bawah kelopak mata
Jika muncul salah
satu gejala di atas kucing dapat segera
di bawa ke dokter hewan terdekat atau ke puskeswan terdekat agar mendapat pertolongan dan gejala tidak berlanjut.
Tanpa penanganan yang tepat dapat berakibat fatal pada mata kucing.
Seperti pada tanggal 2 September 2024 terdapat kucing jantan berusia 8
bulan mengalami mata merah dan bengkak pada mata sebelah kiri seperti pada
gambar di bawah ini
Diketahui dari
pemilik, kucing sudah mengalami mata merah 3 hari dan diberikan obat tetes (pemilik beli sendiri di pet shop) namun tidak
kunjung sembuh, bahkan mata kucing semakin merah dan bengkak serta adanya
membran mata yang naik pada hari ke-3 setelah munculnya gejala.
Pengobatan Konjungtivitis pada Kucing
Pada umumnya, setelah
dilakukan pemeriksaan lengkap oleh dokter hewan dan disimpulkan kucing
menderita konjungtivitis dokter akan memberikan antibiotik topikal berupa tetes
atau salep mata yang dapat diberikan 2-4 kali sehari dalam kurun waktu 1-3
minggu tergantung kondisi kucing. Pengobatan harus tertib agar hasil pengobatan
dapat maksimal.
Pada kasus
kucing yang dibawa ke puskeswan Kutoarjo, setelah dilakukan pemeriksaan, kucing
didiagnosa mengalami konjungtivitis dan adanya prolaps membran nictitans.
Selain gejala pada mata, kucing juga mengalami demam serta penurunan nafsu
makan. Oleh karena itu dokter hewan memberikan treatment berupa penyuntikan antiradang,
antibiotik, dan vitamin, serta pemilik
diminta memberikan tetes mata (antibiotik) 3 kali sehari. Dan melakukan kontrol
3 hari sekali. Pada kontrol ke 2 mata sudah tidak bengkak dan merah namun
membran masih naik. Kontrol yang ke-3 kondisi mata kucing dinyatakan sembuh total ditandai dengan mata
yang sudah tidak bengkak, tidak merah, dan membran yang sudah turun, serta mata
nampak terbuka lebar. Seperti pada gambar di bawah ini
Dengan
adanya kesadaran akan kesehatan anabul atau kucing oleh pemilik
serta penanganan yang cepat dan tepat akan menunjang kesehatan hewan. Salah
satu upaya dalam penanganan kesehatan hewan di lingkungan Kabupaten Purworejo
juga dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui program pelayanan kesehatan hewan (yankeswan) untuk
hewan kesayangan di 4 titik lokasi salah satunya di Poskeswan Kutoarjo yang
beralamat di Jl. Argorejo, Giri Rejo Timur, Kutoarjo, Kec. Kutoarjo, Kab.
Purworejo.






