- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Penanganan Kasus Mastitis Pada Kambing

Penanganan
Kasus Mastitis Pada Kambing
Mastitis merupakan penyakit infeksius
yang menyerang kelenjar susu kambing sehingga ambing menjadi bengkak, sakit dan
air susunya tidak bisa dikonsumsi baik untuk manusia maupun anak kambing. Penyakit
ini dikenal juga dengan istilah radang ambing, sangat merugikan karena sulit
ditangani dan waktu kejadiannya sesaat sebelum dan setelah melahirkan sehingga
induk kambing tidak bisa menyediakan air susu untuk menopang kehidupan
cempenya. Selain itu seringkali kerusakan pada ambing yang terinfeksi tidak
bisa pulih sehingga meskipun mengalami kesembuhan, produksi susunya berkurang
bahkan tidak bisa berproduksi lagi. Banyak kejadian induk yang mengalami
mastitis mengalami kematian. Dengan demikian kerugian yang dialami peternak
menjadi berlipat, penurunan produktivitas, hilangnya modal usaha jika terjadi
kematian baik pada indukan maupun cempenya, kerugian akibat susunya yang tidak
bisa dipasarkan dan timbulnya biaya pengobatan yang harus dikeluarkan peternak.
Pada hari Kamis,
20 Pebruari 2025, masuk laporan dari Bapak Darmo, Seren, Gebang, kambing
indukan yang baru melahirkan dua hari yang lalu susunya bermasalah, ambingnya
besar sebelah dan produksi susunya jadi sedikit, padahal harus menyusui dua
ekor cempenya. Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala UPT Puskeswan
menugaskan medik veteriner untuk menangani kasus tersebut.
Dari hasil
pemeriksaan oleh medik veteriner ditemukan kondisi indukan habis melahirkan
dengan dua ekor cempenya. Ambing nampak bengkak yang sebelah kiri, dindingnya
menebal dan air susunya pecah. Dari anamnesa pemilik, kambing tersebut melahirkan kembar
betina pada tanggal 18 Pebruari 2025. Pada tanggal 19 Pebruari, puting nampak
membesar dan air susunya tidak seperti biasanya. Pada periode laktasi
sebelumnya, kambing ini juga terkena mastitis.. Berdasarkan anamnesa
pemilik dan hasil pemeriksaan, indukan kambing tersebut didiagnosa mengalami infeksi
radang ambing atau mastitis.
Kambing
yang mengalami Mastitis
Mastitis merupakan
salah satu penyakit pada kambing yang umumnya merupakan infeksi non tunggal.
Kambing perah salah satu yang rentan terhadap penyakit ini. Kejadian penyakit
biasanya pada waktu menjelang dan beberapa hari pasca partus serta pada periode
penyapihan terutama pada indukan yang produksi susunya tinggi.
Penyebab
Agen
penyebab mastitis bisa berupa agen infekius maupun non infeksius. Agen
infeksius biasanya non tunggal, melibatkan berbagai agen patogen seperti
bakteri, virus, fungi dan mycoplasma. Bakteri yang umum adalah Streptococcus aureus, Staphylococcus agalactiae, Staphylococcus
dysagalactiae, S uberis, S Capri, Pseudomonas
aeruginosa, E Coli, and Clostridium spp. Virus
yang sering ditemukan pada penyakit ini adalah Caprine arthritis-encephalitis
virus (CAEV) serta golongan mycoplasma (Mycoplasma capricolum, M
mycoides, and M putrefaciens) menjadi penyebab pada kambing.
Sejumlah kecil spesies yeast, penggunaan obat anti
radang yang berlebihan dan luka pada ambing dan putting juga dapat menyebabkan mastitis.
Ada
beberapa hal yang dapat menjadi faktor timbulnya mastitis, antara lain :
buruknya sanitasi dan hygiene kandang dan lingkungannya, kepadatan populasi
yang tinggi, kelembaban tinggi dan cuaca ekstrim, perubahan pakan secara
mendadak dan abnormalitas anatomi ambing dan puting susu.
Tanda-Tanda
Klinis
Manifestasi
klinis kasus mastitis pada kambing dapat bersifat klinis maupun
subklinis, tergantung tingkat keparahan penyakit.
Tanda-tanda
klinis penyakit mastitis antara lain : demam, pembengkakan ambing yang
akut, ambing dan putting terlihat memerah dan terlihat kesakitan saat disentuh,
air susu warnanya menjadi kemerahan atau kekuningan, lebih encer, terdapat
jendalan dan peningkatan yang tinggi dari sel somatik didalamnya, depresi,
hilangnya nafsu makan, menurunnya produksi susu
sehingga cempenya kekurangan susu.
Diagnosa Mastitis
Kasus mastitis pada
kambing dapat didiagnosa dengan cara berikut:
·
Riwayat kejadian mastitis sebelumnya baik pada tingkat individu
maupun farm.
·
Tanda-tanda klinis yang spesifik.
·
Determinasi sel somatik di dalam air susu yang angkanya 100.000/ml.
·
California Mastitis Test (CMT).
·
ELISA untuk
bakteri yang spesifik.
Pengobatan
Kambing yang sakit sebaiknya
dipisahkan dari yang lainnya. Obat yang digunakan adalah kombinasi dari
beberapa komponen obat yaitu antibiotik yang kompatibel dengan agen
penyebabnya, NSAID (nonsteroid anti inflamatory drug) dan antiseptik intramammary
dan diberikan untuk waktu lima hari atau sampai sembuh..
Pemerahan dilakukan pagi dan
sore sampai apuh, susunya diafkir tidak boleh dikonsumsi manusia maupun anak
kambing. Pengobatan diikuti dengan pemeriksaan air susu dengan menggunakan CMT
atau bisa juga dengan mastitis detector untuk memastikan bahwa kambing
yang diobati benar-benar telah sembuh.
Pencegahan
dan Kontrol Mastitis
Ada pepatah yang familier
bahwa pencegahan lebih baik daripada mengobati. Tindakan-tindakan yang bisa
diambil untuk mencegah dan mengontrol kejadian penyakit mastitis antara
lain :
·
Menjaga
sanitasi kaandang dan lingkungannya
·
Membersihkan
lantai kandang secara reguler
·
Mengurangi
tingkat stress di dalam kandang
·
Mengurangi
tingkat kepadatan di dalam kandang
·
Lakukan
perlakuan antiseptik pada lubang puting setelah pemerahan
·
Asupan
pakan tidak boleh diubah secara mendadak.
#de-Qosim






