Penanganan Kasus Mastitis Pada Kambing

By DINPPKP 21 Feb 2025, 21:31:00 WIB Peternakan dan Keswan
Penanganan Kasus Mastitis Pada Kambing

Penanganan Kasus Mastitis Pada Kambing

 

 

Mastitis merupakan penyakit infeksius yang menyerang kelenjar susu kambing sehingga ambing menjadi bengkak, sakit dan air susunya tidak bisa dikonsumsi baik untuk manusia maupun anak kambing. Penyakit ini dikenal juga dengan istilah radang ambing, sangat merugikan karena sulit ditangani dan waktu kejadiannya sesaat sebelum dan setelah melahirkan sehingga induk kambing tidak bisa menyediakan air susu untuk menopang kehidupan cempenya. Selain itu seringkali kerusakan pada ambing yang terinfeksi tidak bisa pulih sehingga meskipun mengalami kesembuhan, produksi susunya berkurang bahkan tidak bisa berproduksi lagi. Banyak kejadian induk yang mengalami mastitis mengalami kematian. Dengan demikian kerugian yang dialami peternak menjadi berlipat, penurunan produktivitas, hilangnya modal usaha jika terjadi kematian baik pada indukan maupun cempenya, kerugian akibat susunya yang tidak bisa dipasarkan dan timbulnya biaya pengobatan yang harus dikeluarkan peternak.

 

Pada hari Kamis, 20 Pebruari 2025, masuk laporan dari Bapak Darmo, Seren, Gebang, kambing indukan yang baru melahirkan dua hari yang lalu susunya bermasalah, ambingnya besar sebelah dan produksi susunya jadi sedikit, padahal harus menyusui dua ekor cempenya. Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala UPT Puskeswan menugaskan medik veteriner untuk menangani kasus tersebut.

 

Dari hasil pemeriksaan oleh medik veteriner ditemukan kondisi indukan habis melahirkan dengan dua ekor cempenya. Ambing nampak bengkak yang sebelah kiri, dindingnya menebal dan air susunya pecah. Dari anamnesa  pemilik, kambing tersebut melahirkan kembar betina pada tanggal 18 Pebruari 2025. Pada tanggal 19 Pebruari, puting nampak membesar dan air susunya tidak seperti biasanya. Pada periode laktasi sebelumnya, kambing ini juga terkena mastitis.. Berdasarkan anamnesa pemilik dan hasil pemeriksaan, indukan kambing tersebut didiagnosa mengalami infeksi radang ambing atau mastitis.

 

 

  

Kambing yang mengalami Mastitis

 

Mastitis merupakan salah satu penyakit pada kambing yang umumnya merupakan infeksi non tunggal. Kambing perah salah satu yang rentan terhadap penyakit ini. Kejadian penyakit biasanya pada waktu menjelang dan beberapa hari pasca partus serta pada periode penyapihan terutama pada indukan yang produksi susunya tinggi.

 

 

 

 

 

Penyebab

 

Agen penyebab mastitis bisa berupa agen infekius maupun non infeksius. Agen infeksius biasanya non tunggal, melibatkan berbagai agen patogen seperti bakteri, virus, fungi dan mycoplasma. Bakteri yang umum adalah Streptococcus aureusStaphylococcus agalactiaeStaphylococcus dysagalactiaeS uberisS CapriPseudomonas aeruginosaE Coli, and Clostridium spp. Virus yang sering ditemukan pada penyakit ini adalah Caprine arthritis-encephalitis virus (CAEV) serta golongan mycoplasma (Mycoplasma capricolumM mycoides, and M putrefaciens) menjadi penyebab pada kambing.

 

Sejumlah kecil  spesies yeast, penggunaan obat anti radang yang berlebihan dan luka pada ambing dan putting juga dapat menyebabkan mastitis

 

Ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor timbulnya mastitis, antara lain : buruknya sanitasi dan hygiene kandang dan lingkungannya, kepadatan populasi yang tinggi, kelembaban tinggi dan cuaca ekstrim, perubahan pakan secara mendadak dan abnormalitas anatomi ambing dan puting susu.

Tanda-Tanda Klinis

 

Manifestasi klinis kasus mastitis pada kambing dapat bersifat klinis maupun subklinis, tergantung tingkat keparahan penyakit.

Tanda-tanda klinis penyakit mastitis antara lain : demam, pembengkakan ambing yang akut, ambing dan putting terlihat memerah dan terlihat kesakitan saat disentuh, air susu warnanya menjadi kemerahan atau kekuningan, lebih encer, terdapat jendalan dan peningkatan yang tinggi dari sel somatik didalamnya, depresi, hilangnya nafsu makan, menurunnya produksi susu  sehingga cempenya kekurangan susu.

Diagnosa Mastitis


Kasus mastitis pada kambing dapat didiagnosa dengan cara berikut:

·        Riwayat kejadian mastitis sebelumnya baik pada tingkat individu maupun farm.

·        Tanda-tanda klinis yang spesifik.

·        Determinasi sel somatik di dalam air susu yang angkanya  100.000/ml.

·        California Mastitis Test (CMT).

·        ELISA untuk bakteri yang spesifik.

 

 

 

Pengobatan

Kambing yang sakit sebaiknya dipisahkan dari yang lainnya. Obat yang digunakan adalah kombinasi dari beberapa komponen obat yaitu antibiotik yang kompatibel dengan agen penyebabnya, NSAID (nonsteroid anti inflamatory drug) dan antiseptik intramammary dan diberikan untuk waktu lima hari atau sampai sembuh..

Pemerahan dilakukan pagi dan sore sampai apuh, susunya diafkir tidak boleh dikonsumsi manusia maupun anak kambing. Pengobatan diikuti dengan pemeriksaan air susu dengan menggunakan CMT atau bisa juga dengan mastitis detector untuk memastikan bahwa kambing yang diobati benar-benar telah sembuh.

Pencegahan dan Kontrol Mastitis

Ada pepatah yang familier bahwa pencegahan lebih baik daripada mengobati. Tindakan-tindakan yang bisa diambil untuk mencegah dan mengontrol kejadian penyakit mastitis antara lain :

·       Menjaga sanitasi kaandang dan lingkungannya

·       Membersihkan lantai kandang secara reguler

·       Mengurangi tingkat stress di dalam kandang

·       Mengurangi tingkat kepadatan di dalam kandang

·       Lakukan perlakuan antiseptik pada lubang puting setelah pemerahan

·       Asupan pakan tidak boleh diubah secara mendadak.

#de-Qosim





Berita Purworejo

Counter Pengunjung