- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Penanganan Kasus Distokia pada Kambing Kaligesing
Penanganan Kasus Distokia pada Kambing Kaligesing
Kambing
Kaligesing adalah salah satu jenis kambing Peranakan Etawa yang terkenal di
Indonesia, merupakan hasil seleksi puluhan tahun Masyarakat Kaligesing,
Purworejo, Jawa Tengah. Kambing ini tidak hanya dikenal karena kualitas daging
dan susunya, tetapi juga karena penampilannya yang elegan dan sering dijadikan
sebagai hewan kontes. Namun, dalam proses reproduksi, seperti hewan ternak
lainnya, Kambing Kaligesing bisa menghadapi masalah reproduksi seperti distokia
atau kesulitan melahirkan.
Pada tanggal
12 Oktober 2024, Medik Veteriner UPT Puskeswan menerima permintaan bantuan dari
Dusun Ketawang, Tawangsari, Kaligesing Dimana kambing milik Bp. Sabarudin
membutuhkan bantuan medis. Kambing dara bunting tersebut sudah menunjukkan
tanda-tanda mau melahirkan sejak tanggal 11 Oktober sekitar Pukul 22.00 WIB,
namun hingga tanggal 12 Oktober Pukul 08.15 cempenya belum keluar.
Medik
Veteriner mendatangi kandang Bp. Sabarudin dan menemukan kondisi kambingnya
sudah tidak mampu berdiri,nampak mengejan namun cempenya tidak keluar. Setelah
melakukan anamnesa, dilanjutkan dengan pemeriksaan umum, Medik Veteriner
memutuskan untuk mengambil tindakan reposisi manual untuk mengeluarkan
cempenya. Dari hasil pemeriksaan, kemungkinan cempenya sudah mati di dalam
Rahim.
Foto 1.
Kambing yang mengalami distokia
Apa Itu Distokia?
Distokia adalah istilah medis yang merujuk pada kesulitan
dalam proses persalinan, baik pada kambing maupun hewan ternak lainnya.
Distokia pada kambing bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari sisi
induk kambing (ibu) maupun dari janin (anak kambing). Kasus distokia harus
ditangani dengan cepat dan tepat, karena dapat mengancam nyawa induk maupun
anak yang akan dilahirkan.
Penyebab Distokia pada Kambing Kaligesing
Distokia
pada kambing Kaligesing bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:
- Faktor Induk (Maternal)
- Ukuran
panggul yang sempit:
Beberapa kambing mungkin memiliki ukuran panggul yang tidak ideal untuk
proses persalinan, terutama jika anak yang dikandung cukup besar.
- Kontraksi
rahim yang lemah:
Kambing yang mengalami kontraksi lemah atau tidak cukup kuat bisa
menghadapi kesulitan dalam mendorong janin keluar.
- Usia
induk kambing:
Induk kambing yang terlalu muda atau terlalu tua cenderung mengalami
distokia karena tubuh mereka belum atau tidak lagi berada dalam kondisi
fisik optimal untuk melahirkan.
- Faktor Foetus (Fetal)
- Ukuran
janin yang terlalu besar: Kambing Kaligesing dikenal memiliki bobot tubuh yang cukup
besar. Dalam beberapa kasus, janin yang dikandung bisa terlalu besar
untuk dilahirkan secara normal.
- Posisi
janin yang tidak normal:
Janin yang berada dalam posisi abnormal, seperti terbalik atau melintang,
akan sulit dilahirkan secara alami.
- Kematian
janin dalam kandungan: Jika
janin mati sebelum proses kelahiran dimulai, hal ini bisa memperparah
kasus distokia karena janin tidak bisa bergerak dengan baik melalui jalan
lahir.
Tanda-Tanda Distokia pada Kambing
Pemilik atau
peternak kambing perlu mengenali tanda-tanda distokia agar bisa segera
melakukan tindakan. Beberapa tanda umum distokia pada kambing Kaligesing
meliputi:
- Persalinan yang berkepanjangan: Jika kambing sudah menunjukkan tanda-tanda
persalinan tetapi tidak ada perkembangan selama lebih dari 30-60 menit,
kemungkinan ada masalah.
- Kontraksi yang tidak efektif: Kambing yang menunjukkan tanda-tanda
kesakitan, namun tidak ada kemajuan dalam proses melahirkan.
- Posisi janin yang terlihat abnormal: Jika bagian tubuh yang keluar pertama kali
bukan kepala atau kaki depan, ada kemungkinan janin berada dalam posisi
yang salah.
Penanganan Kasus Distokia
Penanganan
distokia harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari risiko cedera pada
induk maupun janin. Langkah-langkah yang dapat diambil meliputi:
- Pemeriksaan Fisik Pertama-tama, lakukan pemeriksaan pada induk
kambing untuk menentukan penyebab distokia. Pemeriksaan ini biasanya
dilakukan secara manual dengan memasukkan tangan yang telah disterilkan ke
dalam jalan lahir untuk mengevaluasi posisi janin dan kondisi panggul
induk.
- Reposisi Foetus Jika penyebab distokia adalah posisi janin
yang tidak normal, langkah pertama yang bisa diambil adalah mencoba
memperbaiki posisi janin. Teknik ini membutuhkan keahlian khusus dan harus
dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mencegah cedera pada janin atau
induk.
- Ekstraksi Manual Jika janin terlalu besar atau kontraksi induk
tidak cukup kuat, dokter hewan atau peternak yang berpengalaman mungkin
perlu membantu menarik janin keluar secara manual. Penggunaan pelumas
dapat membantu mempermudah proses ini.
- Operasi Caesar (C-Section) Jika penanganan manual tidak berhasil atau
jika ada indikasi medis lainnya seperti kematian janin dalam kandungan,
operasi caesar mungkin diperlukan. Prosedur ini dilakukan oleh dokter
hewan untuk menyelamatkan induk kambing, dan jika memungkinkan, janin.
- Pemberian Oksitosin Oksitosin adalah hormon yang dapat merangsang
kontraksi rahim. Dalam beberapa kasus, suntikan oksitosin diberikan untuk
memperkuat kontraksi rahim induk, terutama jika penyebab distokia adalah
lemahnya kontraksi.
Perawatan Pasca Persalinan
Setelah
proses melahirkan selesai, induk kambing dan anak yang dilahirkan memerlukan
perawatan khusus. Langkah-langkah yang dapat diambil meliputi:
- Pembersihan rahim: Pastikan rahim induk bersih dari sisa-sisa
plasenta atau jaringan lain yang bisa menyebabkan infeksi.
- Pemberian antibiotik: Dalam beberapa kasus, pemberian antibiotik
mungkin diperlukan untuk mencegah infeksi, terutama jika proses persalinan
berlangsung lama atau jika dilakukan intervensi manual.
- Monitoring kesehatan anak kambing: Pastikan anak kambing mendapatkan asupan
kolostrum (susu pertama) dari induknya dalam beberapa jam pertama setelah
kelahiran, karena kolostrum sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh
anak kambing.
Pencegahan Distokia
Distokia
pada kambing dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah pencegahan yang
tepat, antara lain:
- Pemilihan induk dan pejantan yang tepat: Pastikan induk dan pejantan yang akan
dikawinkan memiliki ukuran tubuh yang proporsional untuk mengurangi risiko
melahirkan anak yang terlalu besar.
- Nutrisi yang cukup: Pastikan induk kambing mendapatkan nutrisi
yang cukup selama masa kehamilan, tetapi hindari pemberian pakan berlebih
yang dapat menyebabkan anak kambing tumbuh terlalu besar.
- Pemantauan selama kehamilan: Selalu lakukan pemantauan secara rutin
terhadap induk kambing yang sedang hamil, terutama saat mendekati masa
kelahiran, untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini.
|
|
|
|
Foto 2 dan 3. Cempe berhasil dkeluarkan dalam kondisi mati dan induknya
selamat
Hasil
Penanganan
Distokia
pada kambing Kaligesing milik Bp. Sabarudin berhasil ditangani namun cempenya
sudah dalam kondisi mati di dalam Rahim. Ada dua ekor cempe dengan jenis
kelamin betina. Distokia ini terjadi dikarenakan faktor foetus, dimana salah satu leher
foetus mengalami flexi (terpuntir) kearah punggung sehingga jalan
lahir tidak mencukupi untuk keluarnya foetus (cempe). Kondisi tersebut
menyebabkan foetus yang kedua juga gagal keluar. Mengingat waktunya yang
cukup Panjang (11 jam) dari inisiasi kelahiran hingga mendapat pertolongan,
cempenya sudah mati di dalam rahim. Sisi baiknya, induk kambing berhasil
selamat dan akan dapat bereproduksi di waktu yang akan datang
Sebagai
patokan waktu bagi peternak, jika peliharaannya menunjukkan tanda-tanda akan
melahirkan jika waktunya melampui dua jam dan cempenya belum keluar berarti
harus segera dibantu. Hubungi dokter hewan terdekat untuk membantu proses
kelahiran tersebut.
Kesimpulan
Distokia merupakan
kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Dengan mengenali
tanda-tanda distokia dan mengetahui langkah-langkah penanganannya, peternak
dapat membantu menyelamatkan nyawa induk dan anak kambing. Kerjasama dengan
dokter hewan, pemeliharaan kesehatan reproduksi yang baik, serta tindakan
pencegahan adalah kunci dalam mengatasi dan mencegah distokia pada kambing
Kaligesing.






