- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Penanganan Distokia pada Domba di Desa Nglaris

Penanganan Distokia pada Domba di Desa Nglaris
Kebuntingan merupakan salah satu hal yang krusial untuk ternak dan hal yang sangat dinantikan oleh pemilik. Induk akan memerlukan nutrisi yang lebih banyak dan perhatian yang lebih dibandingkan saat sebelum kebuntingan. Distokia (kesulitan melahirkan) merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada indukan domba bunting, penyebab dari distokia ini beragam dari mulai genetik indukan yang memiliki riwayat gangguan reproduksi, induk yang kurang excirse karena ukuran kandang yang sempit, ukuran fetus yang terlalu besar, posisi fetus yang salah, hingga diakibatkan karena kematian fetus di dalam kandungan. Ketika terjadi kesulitan melahirkan diperlukan tindakan yang cepat agar anak domba dapat diselamatkan.
Poskeswan Kaligesing mendapatkan laporan kasus di Desa Nglaris pada tanggal 7 Maret 2025 pemilik melihat adanya ari-ari yang menggantung setelah melahirkan 1 anaknya, dan disertai nampak adanya area kandungan yang ikut keluar. Namun setelah tim dokter melakukan pemeriksaan bukanlah area kandungan yang keluar melainkan kaki cempe yang tersangkut. Domba indukan nampak tenang dan tidak ada tanda-tanda mengejan, hal ini yang menyebabkan pemilik tidak mengetahui apabila masih ada cempe yang tersangkut.
Setelah dilakukan reposisi akhirnya cempe dapat dikeluarkan. Cempe keluar dalam kondisi mati karena sudah cukup lama tersangkut di saluran reproduksi. Tim dokter memberikan pengobatan kepada induk domba serta memberikan edukasi kepada pemilik untuk selalu memantau kondisi betina yang kesulitan melahirkan tersebut hingga pulih. Kondisi indukan setelah dilakukan penanganan lebih aktif dan cempe yang sudah terlahir lebih dahulu aktif menyusui.






