- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Penanaman 1,2 Hektar Jagung Manis Kelompok Tani Al Karomah

Jagung manis (Zea mays saccharata L) merupakan komoditas yang tak pernah sepi peminat. Pasalnya jagung manis dapat diolah dengan mudah hanya dengan direbus ataupun dibakar. Tanaman jagung manis dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai ketinggian 1300 mdpl dan optimal tumbuh pada ketinggian ± 750 mdpl. Umur panen yang singkat sekitar 60-70 hari dan harga jual yang cukup tinggi menjadi alasan utama para petani Kelompok Tani Al Karomah di Desa Cepedak menanam jagung manis. Tanam bersama dilakukan pada Senin (11/10) bersama dengan Kepala Desa Cepedak, Koordinator BPP Kecamatan Bruno, Penyuluh, Gapoktan dan anggota poktan Al Karomah di lahan seluas 1,2 hektare. “Sebelum tanam, benih jagung harus diberikan perlakuan (seed treatment) untuk mencegah timbulnya penyakit (seed born disease). Bahan yang digunakan adalah furadan (insektisida), anti bulai dan penambahan hormon auksin untuk perangsang akar. Selanjutnya, proses penanaman jagung manis dengan cara ditugal dengan jarak tanam 75 cm x 25 cm.
Pengaturan jarak tanam merupakan faktor penting dalam upaya meningkatkan hasil produksi tanaman. ” Jelas Danang, PPL wibi Cepedak. Kepala Desa Cepedak, Sugeng Haryanto menambahkan “Saya berharap dengan tanam bersama jagung manis ini, kelompok tani Al Karomah Desa Cepedak bisa mendapat banyak pembelajaran dari para penyuluh tentang budidaya tanaman jagung manis dan juga mendapatkan hasil yang baik serta harga jual yang tinggi.” Budidaya tanaman jagung manis harus dilakukan secara intensif, sehingga hasil yang didapatkan juga tinggi. Harga jual jagung manis dari petani ± 5000/kg, sedangkan di pasaran sekitar Rp.7000-8000/kg. Harga jagung manis fluktuatif, cenderung naik saat bulan Desember dan tahun baru. Pengirim : Musti Widya, BPP Bruno






