Pemupukan Berimbang,, Hasil Maksimal

By DINPPKP 10 Feb 2022, 14:16:14 WIB Penyuluhan
Pemupukan Berimbang,, Hasil Maksimal

Pemupukan adalah merupakan suatu cara pemberian unsur hara atau pupuk kepada tanah yang tujuannya agar dapat diserap olah tanaman (unsur hara adalah makanannya tanaman), apabila tanaman digambarkan sebagai manusia, maka apabila kita menghendaki pertumbuhan tanaman agar dapat optimal kebutuhan makan suatu tumbuhan harus mencukupi 4 sehat 5 sempurna, yaitu semua kebutuhan tanaman tercukupi, manusia tidak akan dapat tumbuh sehat jika hanya mengkonsumsi karbohidrat saja walaupun itu dalam jumlah sangat banyak. Selain itu waktu makan juga dapat mempengaruhi pertumbuhan. Seperti halnya manusia, waktu makan yang tepat adalah 3 hari sekali, yaitu pagi, siang dan sore. Manusia juga tidak akan tumbuh sehat jika hanya mengkonsumsi pada pagi hari saja, walaupun itu juga dalam jumlah yang banyak.       

         Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan. Jadi pemupukan berimbang merupakan pemenuhan hara yang berimbang dalam tanah, bukan berimbang dalam bentuk dan jenis pupuk. Pemupukan diberikan bagi hara yang kurang dalam tanah, yang sudah cukup diberikan hanya untuk memelihara hara tanah supaya tidak berkurang. Takaran pupuk yang digunakan untuk memupuk satu jenis tanaman akan berbeda untuk masing-masing jenis tanah, hal ini dapat dipahami karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan susunan kimia tanah yang berbeda. Ada beberapa hal penting yang perlu dicermati untuk mendapatkan efisiensi dalam pemupukan, antara lain : tepat jenis, dosis, waktu, bentuk, dan cara pemupukan itu sendiri.
        
         Untuk dapat menentukan rekomendasi pupuk yang tepat dan spesifik lokasi salah satunya dapat menggunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS). PUTS adalah suatu alat analisis kadar hara N, P, K. dan pH tanah sawah yang dapat digunakan di lapangan secara cepat, mudah, murah, dan cukup akurat. PUTS mengukur hara N, P, dan K tanah dalam bentuk tersedia secara semi kuantitatif dengan metode kolorimetri (pewarnaan). 

       Salah satu kelompok tani yang ada di Desa Tlogokotes Kecamatan Bagelen adalah kelompok tani Subur. Kelompok ini aktif mengadakan pertemuan rutin setiap Rabu Legi untuk membahas kegiatan kelompok khususnya budidaya padi sawah dan palawija. Luas lahan sawah kelompok ini adalah 9,4 Ha. Selama ini petani sudah cukup baik dalam melakukan pemupukan pada tanaman padinya. Namun belakangan ini karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dan kurangnya kesadaran petani dalam memanfaatkan pupuk organik dari ternaknya, petani kurang memerhatikan dosis yang tepat untuk tanamannya. Petani juga masih kurang paham tentang label pupuk yang dibelinya berserta jenis dan cara yang tepat untuk aplikasinya.

        Pada hari Rabu, 9 Februari 2022 di Gedung Gapoktan Tani Maju Desa Tlogokotes Kecamatan Bagelen dilakukan sosialisasi pemupukan berimbang dan jenis-jenis pupuk kepada Kelompok Tani Subur Desa Tlogokotes Kecamatan Bagelen. Narasumber sosialisasi ini adalah Bpk Musfik dari PT. Petrokimia Gresik. Acara juga dihadiri oleh ketua Gapoktan dan ppl kecamatan Bagelen. Acara dimulai dengan mengambil sampel tanah di sawah 2 orang petani dibantu petugas PT. Petrokimia Gresik untuk diuji dan memberikan gambaran umum keadaan tanah di Desa Tlogokotes. Setelah tanah diuji, hasilnya dipaparkan dalam forum dan diberikan rekomendasi pemupukan yang tepat sesuai hasil pengujian tersebut.

       Didapatkan hasil bahwa tanah sawah desa Tlogokotes rata-rata memiliki pH yang cenderung masam, kada N yang cenderung rendah, kadar P sedang, K sedang, dan C organik rendah. Untuk kadar N, P, dan K masih terbilang wajar karena tanah yang diuji msh ditanami padi yang dalam fase pengisian malai. Seharusnya uji tanah yang tepat adalah saat setelah panen dan tanah sedang tidak ditanami tanaman apapun. Namun hasil uji ini juga cukup menggambarkan secara umum keadaan tanah sawah desa Tlogokotes, sehingga dapat direkomendasikan untuk pemupukan pada musim tanam berikut nya yaitu pemberian kapur untuk meningkatkan pH dan pupuk organik sebagai pembenah tanah serta meningkatkan kandungan C organik dalam tanah.

Kontributor Devita, PPL BPP Bagelen





Berita Purworejo

Counter Pengunjung