- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Pemerintah Sediakan Alternatif bagi Petani dalam Mengakses Pupuk

Pemerintah Sediakan Alternatif bagi Petani
dalam Mengakses Pupuk
Pupuk merupakan salah satu unsur penting yang
harus dipenuhi dalam kegiatan budidaya tanaman. Pemberian pupuk merupakan upaya
yang dilakukan petani guna meningkatkan kadar nutrisi yang tersedia pada
tanaman dan atau kimia dan sifat fisik tanah, sehingga langsung atau tidak
langsung meningkatkan pertumbuhan tanaman, hasil, dan kualitas sehingga
mendorong produktivitas para petani
Akan tetapi pada awal tahun 2024 banyak petani
mengeluhkan terkait alokasi pupuk bersubsidi yang semakin minim, sehingga
kebutuhan pupuk bagi tanaman masih belum terpenuhi, sedangkan untuk mengakses
pupuk non subsidi masih terasa berat bagi petani.
Dalam rangkaian kegiatan Gebyar Diskon Pupuk
yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) pada tanggal 18 Januari
2024 di Gudang Penyangga, Batoh (Bayan) yang merupakan wujud keberpihakan
Pemerintah terhadap petani selain melalui pupuk bersubsidi, juga pupuk non
subsidi dengan harga murah serta upaya mengurangi dampak El Nino terhadap
petani. Sejumlah 320 petani dari Kecamatan Banyuurip ikut berpartisipasi dari 5.000
kupon yang disediakan untuk Kabupaten Purworejo. Hal ini di sambut dengan baik
oleh para petani khususnya dari Kecamatan Banyuurip dimana kegiatan ini
merupakan salah satu alternatif bagi petani ditengah keluhan petani padi
terkait jatah pupuk bersubsidi yang masih minim, sehingga pada kesempatan ini
petani dapat mengakses pupuk dengan kualitas baik dengan harga yang lebih murah
walaupun dengan ketentuan setiap orang hanya berhak untuk paket transaksi pupuk
sejumlah 25 kilogram pupuk urea dan 25 kilogram pupuk NPK dengan biaya
transaksi sebesar Rp 270.000,-.
Yunanto yang merupakan ketua Kelompok Tani Purwa
Tani Desa Sokowaten Kecamatan Banyuurip Kecamatan Banyuurip mengatakan Kegiatan
ini membantu sekali dengan kondisi paceklik dan pupuk subsidi yang masih belum
memenuhi kebutuhan tanaman petani masih bisa membeli pupuk sehingga bisa
meningkatkan produksi tanaman padi.
Harapannya dengan terlaksannya kegiatan ini
diharapkan dapat mendukung program percepatan musim tanam, memberikan kemudahan
bagi petani memperoleh pupuk non subsidi sehingga petani dapat meningkatkan
produksi pangan yang pada akhirnya dapat menyejahterakan para petani.
(Retno-BPP Banyuurip)






