- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Pembuatan Pupuk NPK Organik Cair

Pembuatan Pupuk NPK Organik Cair
Pertemuan Sekolah Lapang (SL) Padi di Kelompok Tani Karya Tani Trukan Desa Kaligesing Kecamatan Kutoarjo hari Selasa, 11 Juli 2023 jam 09.00 s/d 12.30 WIB dengan materi Pembuatan Pupuk NPK Organik Cair. Pertemuan dilaksanakan di aula Balai Desa Kaligesing dan dihadiri oleh PPL Pendamping SL, PPL Kecamatan Kutoarjo, Petugas POPT, dan anggota Kelompok Tani Karya Tani Trukan Desa Kaligesing Kecamatan Kutoarjo dengan jumlah peserta 25 orang.
Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Manfaat pupuk organik buatan yaitu, meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, meningkatkan produktivitas tanaman, merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun, serta menggemburkan dan menyuburkan tanah.
Unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) menjadi tiga jenis unsur hara penting yang berguna untuk menyuburkan tanaman. Ketiga unsur dalam pupuk NPK membantu pertumbuhan tanaman dalam tiga cara yaitu N (nitrogen) untuk membantu pertumbuhan vegetatif terutama daun, P (fosfor) membantu pertumbuhan akar dan tunas, K (kalium) membantu pembungaan dan pembuahan.
Cara membuat pupuk NPK organik cair adalah sebagai berikut :
1. Membuat unsur N (nitrogen) dengan menggunakan kleresede, nitrobakter, dan tetes tebu. Kleresede sebanyak 2 kg, nitrobakter 3 liter, dan tetes tebu 250 ml (yang sudah dilarutkan dalam air) dicampur dalam ember, setelah itu ditambahkan air 25 liter dan diaduk-aduk sampai rata.
2. Membuat unsur P (fosfor) dengan menggunakan batang pisang (diambil hatinya) nitrobakter, dan tetes tebu. Pertama batang pisang (diambil hatinya) dicacah, lalu dimasukan dalam ember. Setelah itu ember yang telah berisi cacahan batang pisang ditambahkan nitrobakter 3 liter, dan tetes tebu 250 ml (yang sudah dilarutkan dalam air). Setelah itu ditambahkan air 25 liter lalu diaduk-aduk sampai rata.
3. Membuat unsur K (Kalium) diperoleh dari sabut kelapa yang masih segar 2 – 3 butir kelapa, nitrobakter, dan tetes tebu.
Isi ember dengan sabut kelapa yang telah dirajang halus, nitrobakter 3 liter, dan tetes tebu 250 ml (yang sudah dilarutkan dalam air), Setelah itu ditambahkan air 25 liter lalu diaduk-aduk sampai rata.
Setelah semua langkah diatas telah dilakukan tutup rapat ember penyimpanan dengan rapat agar dapat terfermentasi dengan baik, setelah tujuh hari fermentasi maka pupuk sudah dapat digunakan. Pengaplikasiannya cukup mudah yaitu campur ketiga unsur tersebut dengan komposisi 1 aqua gelas unsur N ditambah 1 aqua gelas unsur P dan 1 aqua gelas unsur K digunakan untuk 1 tangki semprot 14 liter. Ampas dari pembuatan pupuk organik cair ini baik itu cacahan batang pisang dan sabut kelapa dapat juga dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. (Pengirim Reny Marlina Yushanita, SP PPL BPP Kecamatan Kutoarjo)






