- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Pembuatan pestisida sederhana di kelompok tani Subur Makmur desa Kaliwatukranggan

Pembuatan pestisida sederhana di kelompok tani Subur Makmur desa Kaliwatukranggan
Penyakit yang disebabkan oleh jamur ataupun cendawan pada budidaya tanaman cabai saat ini menjadi momok utama petani. Banyak petani dalam pengendalian hama penyakit terutama jamur masih mengandalkan pestisida kimia. Padahal ada bahan yang gampang dipakai untuk mengendalikan jamur ini. Salah satunya dengan memakai bubur bordeaux. Oleh karena itu, Kelompok Tani Subur Makmur bersama dengan PPL Wibi berlatih membuat bubur Bordeaux atau bubur bordo pada hari Kamis, 16 Desember 2021.
Bubur bordo adalah salah satu fungisida yang sudah lama dan terbukti manjur untuk mengatasi serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur ataupun cendawan. Fungisida sederhana ini di kelompok tani Subur Makmur akan digunakan untuk pencegahan terhadap virus kuning pada tanaman cabai.
Bahan yang digunakan adalah:
250 gr kapur bangunan
250 gr terusi
250 gr belerang
Air 6 liter
Semua bahan dapat ditemukan di toko kimia maupun toko pertanian.
Cara membuatnya, kapur bangunan dan belerang dihaluskan, rebus air sampai mendidih. Jika sudah mendidih, 3 liter air dicampurkan kedalam terusi dan sisanya dicampurkan ke campuran kapur bangunan dan belerang. Setelah tercampur rata, kedua adonan disatukan, diaduk sampai merata. Adonan didiamkan semalam sampai membentuk cairan bening, kemudian dapat disaring dan diambil cairan beningnya.
Untuk pengaplikasiannya, cairan bening tersebut diambil 1 gelas untuk 3 tangki semprot.
Dengan praktek pembuatan bubur bordo, diharapkan petani dapat mengaplikasikannya saat berbudidaya cabai.
Pengirim : Ariffina W/BPP Butuh






