- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Pembuatan pestisida sederhana di kelompok tani Subur Makmur desa Kaliwatukranggan

Pembuatan pestisida sederhana di kelompok tani Subur Makmur desa Kaliwatukranggan
Penyakit yang disebabkan oleh jamur ataupun cendawan pada budidaya tanaman cabai saat ini menjadi momok utama petani. Banyak petani dalam pengendalian hama penyakit terutama jamur masih mengandalkan pestisida kimia. Padahal ada bahan yang gampang dipakai untuk mengendalikan jamur ini. Salah satunya dengan memakai bubur bordeaux. Oleh karena itu, Kelompok Tani Subur Makmur bersama dengan PPL Wibi berlatih membuat bubur Bordeaux atau bubur bordo pada hari Kamis, 16 Desember 2021.
Bubur bordo adalah salah satu fungisida yang sudah lama dan terbukti manjur untuk mengatasi serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur ataupun cendawan. Fungisida sederhana ini di kelompok tani Subur Makmur akan digunakan untuk pencegahan terhadap virus kuning pada tanaman cabai.
Bahan yang digunakan adalah:
250 gr kapur bangunan
250 gr terusi
250 gr belerang
Air 6 liter
Semua bahan dapat ditemukan di toko kimia maupun toko pertanian.
Cara membuatnya, kapur bangunan dan belerang dihaluskan, rebus air sampai mendidih. Jika sudah mendidih, 3 liter air dicampurkan kedalam terusi dan sisanya dicampurkan ke campuran kapur bangunan dan belerang. Setelah tercampur rata, kedua adonan disatukan, diaduk sampai merata. Adonan didiamkan semalam sampai membentuk cairan bening, kemudian dapat disaring dan diambil cairan beningnya.
Untuk pengaplikasiannya, cairan bening tersebut diambil 1 gelas untuk 3 tangki semprot.
Dengan praktek pembuatan bubur bordo, diharapkan petani dapat mengaplikasikannya saat berbudidaya cabai.
Pengirim : Ariffina W/BPP Butuh






