- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Pembuatan MOL sebagai starter fermentasi bahan organik

MOL (Mikro Organisme Lokal) adalah sekumpulan mikroorganisme yang bermanfaat sebagai starter dalam penguraian, fermentasi bahan organik menjadi pupuk organik padat maupun cair. Pada prinsipnya, bahan utama dalam membuat mikro organisme lokal (MOL) terdiri dari tiga jenis komponen, antara lain yaitu :
- Karbohidrat: air cucian beras, nasi bekas, singkong, kentang, gandum.
- Glukosa: cairan gula merah, cairan gula pasir, air kelapa/nira.
- Sumber bakteri: keong mas, kulit buah-buahan misalnya tomat, pepaya, kotoran hewan, atau apapun yang mengandung sumber bakteri.
MOL bisa dibuat dengan menggunakan bahan yang ada di lingkungan sekitar, termasuk menggunakan limbah rumah tangga misalnya sayur-sayuran atau buah-buahan yang tidak terpakai. Selain itu pembuatan MOL dapat memanfaatkan bagian tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar misalnya rebung pisang atau rebung bambu.
Dalam kegiatan Sekolah Lapangan IPDMIP Kelompok Tani Sido Mulyo Desa Bringin Kecamatan Bayan, manfaat dan cara membuat MOL adalah salah satu materi yang diberikan. Pada kesempatan yang sama bersama PPL Pendamping peserta praktek membuat MOL bonggol pisang. Kandungan unsur hara MOL bonggol pisang adalah Phosphat (P), sehingga sangat baik sebagai penambah nutrisi hara untuk tanaman padi. MOL bonggol pisang juga banyak mengandung zat pengatur tumbuh (fitohormon) seperti auksin, giberelin, dan sitokinin.
Berikut cara pembuatan MOL bonggol pisang.
Alat dan bahan yang harus disiapkan :
- Ember
- Tutup/Plastik kresek besar
- Tali karet ban bekas
- Pisau
- Bonggol pisang, 1 kg
- Air cucian beras atau leri, 2 liter
- Tetes tebu, 200 ml
- Buah pisang atau lainnya yang telah masak/busuk 1 bh
Cara Membuat :
- Rajang bonggol pisang,haluskan dan masukkan ke dalam ember
- Remas remas dan masukkan buah masak ke dalam ember
- Tambahkan leri atau cucian beras, kemudian masukkan tetes tebu dan aduk sampai rata
- Tutup wadah dengan plastik dan diikat dengan tali, simpan ± 15 hari. Setiap 2 hari sekali buka tutup ember.
- Setelah ± 15 hari, buka tutup wadah/ember dan disaring, MOL siap digunakan.
Aplikasi MOL bonggol pisang pada lahan atau tanaman padi yaitu :
- Setelah panen, semprot sisa batang padi yang berada di lahan sawah dengan dosis 400-600 ml/ 20L air untuk luasan 1 Ha
- Tiga hari sebelum tanam semprot ke lahan
- Pada persemaian padi berumur 7-9 hari dengan dosis 200-300 ml / 14 L air
- Pada tanaman padi setelah pindah tanam umur 10 hst, 20 hst sampai tanaman padi mulai berbunga.
- Sebagai decomposer untuk jerami dan pupuk kendang dengan dosis 5L / 1 ton.
TRI SURAHMI, SP
BPP BAYAN






