- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Pembuatan MOL sebagai starter fermentasi bahan organik

MOL (Mikro Organisme Lokal) adalah sekumpulan mikroorganisme yang bermanfaat sebagai starter dalam penguraian, fermentasi bahan organik menjadi pupuk organik padat maupun cair. Pada prinsipnya, bahan utama dalam membuat mikro organisme lokal (MOL) terdiri dari tiga jenis komponen, antara lain yaitu :
- Karbohidrat: air cucian beras, nasi bekas, singkong, kentang, gandum.
- Glukosa: cairan gula merah, cairan gula pasir, air kelapa/nira.
- Sumber bakteri: keong mas, kulit buah-buahan misalnya tomat, pepaya, kotoran hewan, atau apapun yang mengandung sumber bakteri.
MOL bisa dibuat dengan menggunakan bahan yang ada di lingkungan sekitar, termasuk menggunakan limbah rumah tangga misalnya sayur-sayuran atau buah-buahan yang tidak terpakai. Selain itu pembuatan MOL dapat memanfaatkan bagian tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar misalnya rebung pisang atau rebung bambu.
Dalam kegiatan Sekolah Lapangan IPDMIP Kelompok Tani Sido Mulyo Desa Bringin Kecamatan Bayan, manfaat dan cara membuat MOL adalah salah satu materi yang diberikan. Pada kesempatan yang sama bersama PPL Pendamping peserta praktek membuat MOL bonggol pisang. Kandungan unsur hara MOL bonggol pisang adalah Phosphat (P), sehingga sangat baik sebagai penambah nutrisi hara untuk tanaman padi. MOL bonggol pisang juga banyak mengandung zat pengatur tumbuh (fitohormon) seperti auksin, giberelin, dan sitokinin.
Berikut cara pembuatan MOL bonggol pisang.
Alat dan bahan yang harus disiapkan :
- Ember
- Tutup/Plastik kresek besar
- Tali karet ban bekas
- Pisau
- Bonggol pisang, 1 kg
- Air cucian beras atau leri, 2 liter
- Tetes tebu, 200 ml
- Buah pisang atau lainnya yang telah masak/busuk 1 bh
Cara Membuat :
- Rajang bonggol pisang,haluskan dan masukkan ke dalam ember
- Remas remas dan masukkan buah masak ke dalam ember
- Tambahkan leri atau cucian beras, kemudian masukkan tetes tebu dan aduk sampai rata
- Tutup wadah dengan plastik dan diikat dengan tali, simpan ± 15 hari. Setiap 2 hari sekali buka tutup ember.
- Setelah ± 15 hari, buka tutup wadah/ember dan disaring, MOL siap digunakan.
Aplikasi MOL bonggol pisang pada lahan atau tanaman padi yaitu :
- Setelah panen, semprot sisa batang padi yang berada di lahan sawah dengan dosis 400-600 ml/ 20L air untuk luasan 1 Ha
- Tiga hari sebelum tanam semprot ke lahan
- Pada persemaian padi berumur 7-9 hari dengan dosis 200-300 ml / 14 L air
- Pada tanaman padi setelah pindah tanam umur 10 hst, 20 hst sampai tanaman padi mulai berbunga.
- Sebagai decomposer untuk jerami dan pupuk kendang dengan dosis 5L / 1 ton.
TRI SURAHMI, SP
BPP BAYAN






