- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
PEMBUATAN ELISITOR BIOSAKA DI KWT BERSAMA ENGGAL MAJU

PEMBUATAN ELISITOR BIOSAKA DI KWT BERSAMA ENGGAL MAJU
Rabu, 21 Desember 2022 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bersama Enggal Maju Desa Pogungjurutengah Kecamatan Bayan melaksanakan praktik pembuatan biosaka bersama penyuluh pendamping dan petugas POPT Kecamatan Bayan. Biosaka merupakan larutan ekstrak daun-daunan yang dapat dimanfaatkan sebagai elisitor bagi tanaman. Elisitor sendiri merupakan senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi dan akumulasi fitoaleksin, meningkatkan aktivasi dan ekspresi gen yang terkait dengan biosintesis metabolit sekunder.
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bersama Enggal Maju membuat elisitor biosaka dari bahan rumput serta daun tanaman yang sedang dalam pertumbuhan optimal. Rumput atau daun yang digunakan dipastikan daun yang sehat, tidak terserang hama, jamur, virus dengan warna hijau segar tidak terlalu tua atau muda. Kemudian rumput dan daun terseleksi dimasukkan ke dalam ember yang telah berisi air. Untuk satu genggam sedang rumput dan daun dibutuhkan air sekitar 5-10 liter air sedangkan untuk ukuran satu genggam besar bisa digunakan air 10-20 liter air.
Rumput serta daun kemudian diremas pelan memutar dan diselingi dengan adukan agar dapat tercipta larutan homogen. Proses peremasan pelan dilaksanakan sekitar 10-15 menit, setelah itu dilakukan penekanan lebih kuat dan terus diselingi dengan pengadukan. Peremasan dihentikan bila warna telah coklat gelap homogen dan sedikit berbusa. Proses peremasan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit.
Larutan elisitor biosaka yang telah jadi dapat diaplikasikan pada tanaman dengan dosis pengenceran 40ml untuk 15 liter air. Penyemprotan larutan sebaiknya dilakukan dengan cara posisi nozzle menghadap ke atas sekitar 1 meter diatas tanaman. Pengaturan nozzle dilakukan agar menghasilkan drif seperti kabut. Aplikasi juga melihat arah angin sehingga penyebaran partikel larutan mengarah pada daun tanaman sasaran secara merata.
Pembuatan elisitor biosaka di lingkup kelompok wanita tani diharapkan dapat meningkatkan peran serta wanita dalam kegiatan budidaya. Elisitor biosaka juga dapat menjadi alternatif yang baik di tengah kondisi tingginya harga pupuk kimia saat ini.






