- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
PEMBUATAN AGENSIA PEGENDALI HAYATI BEVERIA BASIANA DI POKTAN SIGRAK TRENGGINAS BLIMBING BRUNO

Konsep pengendalian hama dan penyakit saat ini adalah dengan mengedepankan musuh alami bagi hama dan penyakit tanaman. Ketidak seimbangan antara pemangsa dan yang dimangsa menyebabkan ledakan hama dan penyakit. Keberadaan musuh alami diupayakan untuk mengurangi penggunaan obat kimia dan menekan popupasi hama dan penyakit.
Agensia pengendali hayati dapat berupa predator, parasit dan Patogen. Predator yaitu hewan pemangsa, seperti burung hantu pemangsa tikus, tawon pemangsa ulat, dan lain-lain. Parasit adalah organisme lain yang merugikan kehidupan bagi hama dan penyakit tanaman, seperti semut yang mengganggu hama penggerek buah kakau, benalu pada tanaman buah, dll. Patogen adalah organisme yang menyebabkan sakit pada hama dan penyakit yang berasal dari jamur dan bakteri.
Pada kesempatan ini kelompok tani Sigrak Trengginas dan bersama PPL wibi Martina Dewi dan POPT Pujo Laksono membuat Agensi Pengendali Hayati (APH) jamur Beuveria Basiana (BB) dalam bentuk cair. Kegunaan APH BB ini untuk mengendalikan wereng dan walang sangit. Bahan yang digunakan 10 Liter Ekstrak Kentang Gula (EKG) dan Isolat Beuveria basiana. Larutan tersebut di masukkan dalam tabung gallon fermentasi yang diberi aerator selama 2 minggu. Aplikasinya yaitu 1 gelas larutan BB digunakan dalam 1 tangki sedang untuk mengendalikan walang sangit. Cara kerja jamur BB yaitu menginfeksi walangsangit sehingga dia sakit dan mati. Penggunan jamur BB ini hanya membunuh walang sangit dan wereng saja. Harapannya serangga predator yang ada di sawah tidak ikut mati akibat pestisida hayati ini.
Kontributor PPL BPP Bruno






