PEMBUATAN AGENSIA PEGENDALI HAYATI BEVERIA BASIANA DI POKTAN SIGRAK TRENGGINAS BLIMBING BRUNO

By DINPPKP 08 Feb 2022, 14:46:53 WIB Penyuluhan
PEMBUATAN AGENSIA PEGENDALI HAYATI BEVERIA BASIANA DI POKTAN SIGRAK TRENGGINAS BLIMBING BRUNO

Konsep pengendalian hama dan penyakit saat ini adalah dengan mengedepankan  musuh alami bagi hama dan penyakit tanaman. Ketidak seimbangan antara pemangsa dan yang dimangsa menyebabkan ledakan hama dan penyakit. Keberadaan musuh alami diupayakan untuk mengurangi penggunaan obat kimia dan menekan popupasi hama dan penyakit.

Agensia pengendali hayati dapat berupa predator, parasit dan Patogen. Predator yaitu hewan pemangsa, seperti burung hantu pemangsa tikus, tawon pemangsa ulat, dan lain-lain. Parasit adalah organisme lain yang merugikan kehidupan bagi hama dan penyakit tanaman, seperti semut yang mengganggu hama penggerek buah kakau, benalu pada tanaman buah, dll. Patogen adalah organisme yang menyebabkan sakit pada hama dan penyakit yang berasal dari jamur dan bakteri.

Pada kesempatan ini kelompok tani Sigrak Trengginas dan bersama PPL wibi Martina Dewi dan POPT Pujo Laksono membuat Agensi Pengendali Hayati (APH) jamur Beuveria Basiana  (BB) dalam bentuk cair. Kegunaan APH BB ini  untuk mengendalikan wereng dan walang sangit. Bahan yang digunakan  10 Liter Ekstrak Kentang Gula (EKG) dan Isolat Beuveria basiana. Larutan tersebut di masukkan dalam tabung gallon fermentasi yang diberi aerator selama 2 minggu. Aplikasinya yaitu 1 gelas larutan BB digunakan dalam 1 tangki sedang untuk mengendalikan walang sangit. Cara kerja jamur BB yaitu menginfeksi walangsangit sehingga dia sakit dan mati. Penggunan jamur BB ini hanya membunuh walang sangit dan wereng saja. Harapannya serangga predator yang ada di sawah tidak ikut mati akibat pestisida hayati ini.

Kontributor PPL BPP Bruno





Berita Purworejo

Counter Pengunjung