- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Pembibitan Tanaman Hortikultura Kelengkeng di Desa Kalimeneng

Pembibitan Tanaman Hortikultura Kelengkeng di Desa Kalimeneng
Jum'at 11 Feb 2022, PPL WiBi Kalimeneng melakukan kunjungan ke pelaku usaha tani pembibitan tanaman hortikultura di Desa Kalimeneng Kecamatan Kemiri milik Bapak Ngadino ketua Kelompok tani Manunggal Karyo. Beliau sudah menjadi pelaku usaha di bidang pembibitan hortikultura kurang lebih 10 Tahun lebih.
Salah satu bibit yang populer pada usaha pembibitan Pak Ngadino ini adalah Lengkeng matalada. Lengkeng matalada adalah tanaman lengkeng yang menghasilkan buah berukuran cukup besar dan berkulit putih. Ukuran buah matalada sedikit lebih besar daripada koin Rp500, berdiameter 2,5—3 cm. Disebut matalada karena berbiji kecil. Adapula yang menyebutnya lengkeng biji lada. Keunggulan lainnya adalah daging buah cukup tebal, berwarna putih dan bertekstur kesat. Buah menguarkan aroma harum. Berdaging kering, transparan, berbiji kecil, dan harum. Biji kecil lengkeng matalada murni sifat bawaan. Buah lengkeng matalada juga menawarkan sensasi citarasa yang manis. Banyak hobiis dan pekebun yang menggemari varian lengkeng ini.
Daun Bibit Lengkeng matalada membulat di tengah dan berujung runcing serta berwarna hijau tua. Tanaman belajar berbuah umur 8 bulan dari bibit hasil sambung. Produktivitas tanaman 25—40 kg per pohon dari pohon 3 tahun. Para ahli menggolongkan matalada sebagai lengkeng tropis serupa dengan pingpong, diamond river, dan merah. Lengkeng-lengkeng itu mudah berbuah di dataran rendah. Tanaman lengkeng matalada lebih pas ditanam di dataran rendah, dengan ketinggian antara 200 hingga 600 m dpl. Jenis lahan yang cocok Ketika berkebun tanaman ini yakni tanah liat berpasir, gembur dan kaya kandungan organik.
Matalada sangat pas dipilih sebagai tanaman tabulampot. Tanaman ini termasuk jenis lengkeng yang bersifat genjah dan dapat berbuah walaupun tanpa perlakuan khusus (tanpa booster). Wajar bila tabulampot lengkeng matalada kian diminati masyarakat perkotaan yang notabene memiliki lahan terbatas. Pada tabulampot dengan tanaman tahap siap buah, panen buah lengkeng matalada bisa dinikmati kurang dari 1 tahun.
Untuk berbunga dan berbuah, biasanya Bibit Lengkeng matalada butuh suhu kisaran 30oC-35oC. Sedangkan kebutuhan intensitas curah hujan mencapai 1.500 mm/tahun. Cara rawat yang baik akan membuat tanaman lengkeng matalada tidak meninggi, bertajuk baik, memiliki daun yang hijau, sehat dan rimbun. Berbeda dengan lengkeng umumnya yang terkenal sulit, perawatan matalada tergolong mudah. Ia akan berbuah lebat tanpa perlu melakukan pemberian zat khusus yang merangsang pembungaan. Sosok tanaman dan buah yang unik, sangat cocok menghias halaman rumah atau taman.
Sasmitha Wening - BPP Kemiri






