- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
Pembangunan RUBUHA (Rumah Buurng Hantu), kendalikan Populasi Tikus Sawah
Tikus merupakan hama utama tanaman padi (Oryza sativa L.) yang dapat menurunkan hasil produksi cukup tinggi. Pada umumnya, tikus sawah (Rattus argentiventer) tinggal di pesawahan dan sekitarnya, mempunyai kemampuan berkembangbiak sangat pesat. Secara teoritis, satu pasang ekor tikus mampu berkembangbiak 1.200-1.600 ekor per tahun. Hal ini bila terjadi menggambarkan pesatnya populasi tikus dalam setahun. Hama tikus sulit dikendalikan karena hewan ini atif pada malam hari dan bersembunyi diliangnya pada saat siang hari.
Kerusakan secara langsung adalah dari aktifitas mencari makan pada saat tanaman sudah mulai berbuah sedangkan secara tidak langsung yaitu tikus merusak batang tanaman padi untuk mengasah gigi depannya (pengerat). Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama tikus dapat dilihat pada batang padi yang terpotong dan masih mempunyai sisa bagian batang yang tidak terpotong.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo menggalakkan kelompok tani untuk mendirikan rumah burung hantu (rubuha). Burung hantu sebagai predator merupakan musuh alami hama tikus yang berpotensi mengakibatkan penurunan hasil secara mutlak.
Pada hari Sabtu tanggal 13 Juli 2024 Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Hadi Sadsila, SP, MM memberikan dukungan dalam kegiatan Gerakan Massal pembuatan Rumah Burung Hantu (Germas Rubuha). Kegiatan ini secara nasional dicanangkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Suwandi, dipusatkan di Subang, Jawa Barat dan disiarkan secara Nasional. Germas Rubuha Kabupaten Purworejo disiarkan pada titik lokasi Kelompok Tani (Poktan) Kuwat Desa Doplang Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Secara serentak pada hari itu didirikan 13 unit rubuha di 11 Kecamatan. Data eksisting rubuha yang ada di Kabupaten Purworejo sebanyak 375 unit (Data 2024)
Turut hadir di titik lokasi pendirian/pembuatan Rubuha di Desa Doplang yaitu Kepala Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian, Komandan Koramil 01/Purworejo, Kapten Inf. Noor Choliq; Babinsa Doplang Serda Wasis Panuntun; Perwakilan Laboratorium Pengendali Hama dan Penyakit Wilayah Kedu Miftahudin Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Se-Kabupaten Purworejo, Koordinator/PPL Wibi, serta anggota Kelompok Tani Kuwat.






