PEMASARAN DIGITAL, MELATIH PETANI UNTUK TERUS BERKEMBANG

By DINPPKP 31 Des 2023, 21:02:59 WIB Penyuluhan
PEMASARAN DIGITAL, MELATIH PETANI UNTUK TERUS BERKEMBANG

PEMASARAN DIGITAL, MELATIH PETANI UNTUK TERUS BERKEMBANG

 

Pemasaran di era saat ini sangatlah beragam, tidak hanya terbatas secara offline melainkan juga secara online atau digital. Pemasaran digital lebih diminati oleh produsen karena dapat menjangkau pasar yang luas dalam waktu singkat dan biaya yang relatif murah. Pemasaran digital merupakan kegiatan pemasaran atau promosi produk dan/atau layanan dengan menggunakan media atau teknologi berbasis digital.

 

Pemasaran digital bisa diterapkan di semua produk dan layanan bahkan produk hasil pertanian atau olahannya pun bisa dipasarkan secara digital. Beberapa produk atau olahan hasil pertanian sudah dipasarkan melalui e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Blibli. Namun, fakta di lapang petani terutama yang sudah lanjut usia kurang bisa memasarkan produk atau olahan hasil pertaniannya secara digital. Oleh karena itu, perlu diadakan sosialisasi dan pelatihan pemasaran digital untuk petani.

 

Petani yang tergabung dalam KEP Loma Wosnesia Kecamatan Loano diberikan sosialisasi dan pelatihan pemasaran digital oleh Ibu Nani Haryani Setianingrum, S.P. dan Ibu Bakti Woro Haryanti, S.P. Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman Bapak Alip, Desa Banyuasin Separe selaku ketua KEP Loma Wosnesia Kecamatan Loano pada hari Selasa, 12 Desember 2023 pukul 10.00-12.00 WIB. Penyampaian materi pertama oleh Ibu Nani Haryani Setianingrum., S.P. tentang pemasaran digital secara garis besar terutama pemasaran digital untuk produk-produk pertanian. Media yang digunakan untuk pemasaran digital yang disampaikan pada kegiatan ini diantaranya google bisnis, whatsapp personal/bisnis, website, marketplace, dan social media marketing.

 

Tidak hanya penyampaian materi, petani juga diajak untuk mempraktekkan langsung cara pemasaran digital oleh Ibu Bakti Woro Haryanti, S.P. Mayoritas petani hanya memanfaatkan whatsapp dan facebook untuk menawarkan produk pertaniannya dan belum memanfaatkan google bisnis, sehingga dalam kegiatan ini petani diajak untuk mempraktekkan cara memasarkan digital melalui google bisnis. Petani sangat antusias saat mempraktekkan pemasaran digital melalui google bisnis karena caranya yang mudah dan tidak mengeluarkan biaya. Salah satu usaha yang dijadikan contoh untuk praktek adalah usaha milik Ibu Jaziroh, Desa Guyangan yang membuat aneka snack kering dan basah berdasarkan pesanan. Ibu Jaziroh merasa senang dan terbantu karena usahanya dipasarkan secara digital melalui google bisnis. Harapannya petani dapat menerapkan pemasaran digital agar produk atau olahan hasil pertaniannya dapat dipasarkan secara luas sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

 

Putri Ayunda Pratiwi, S.P.

BPP Kecamatan Loano





Berita Purworejo

Counter Pengunjung