- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Pemanfaatan Lahan Milik Desa oleh KWT Nurul Hidayah Desa Kemiri

Pemanfaatan Lahan Milik Desa oleh KWT Nurul Hidayah Desa Kemiri
Gerakan pemanfaatan lahan milik Desa di sepanjang jalan desa kemiri kidul yang di lakukan oleh Kelompok Wanita Tani Nurul Hidayah dan PPL Wibi Ibu Afni Rositawati dan Koordinator BPP Kemiri Ibu Subiyantini, menanam tanaman toga dan tanaman hias (pagar).
Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang bisa ditanam atau dibudidayakan di pekarangan rumah dan mempunyai manfaat sebagai obat-obatan herbal tradisional. Seiring berjalannya waktu dimana obat-obatan mahal untuk dibeli, masyarakat terdorong kembali menggunakan obat-obat tradisional yang boleh dikatakan bebas dari komponen bahan-bahan kimia yang memungkinkan dapat berakibat fatal bagi kesehatan tubuh. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.
Sebenarnya menanam tanaman obat keluarga (TOGA) adalah pola hidup yang sederhana, yaitu dengan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat herbal dalam kehidupan sehari-hari karena setiap tumbuhan tersebut mempunyai manfaat tersendiri untuk mengobati penyakit tertentu.
Bertempat di lahan milik Desa Kemiri Kidul PPL wibi tidak hanya menyarankan untuk menanam Toga tapi juga tanaman hias sebagai pagar. Tanaman hias yang dipilih yaitu tanaman Puring untuk memperindah sekeliling lahan tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh Ibu-Ibu KWT sekitar 20 anggota.
Hasil yang dicapai yaitu pengenalan apa saja tanaman obat , bagaimana cara pengolahan tanaman obat serta khasiat apa saja dikandungan tanaman obat itu sendiri seperti tanaman jahe bisa menyembuhkan masalah terkait masuk angin serta menghangatkan tubuh dan meningkatkan imun, kunyit bisa menyembuhkan diare dan antibakteri, kencur bisa menyembuhkan batuk , temulawak bisa mengatasi ostheoarthritis dan meningkatkan nafsu makan dsb.
Tindak lanjutnya, pelaksanaan kegiatan ini mengharapkan bahwa warga Desa Kemiri Kidul dapat menjadikan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai obat herbal dalam kehidupan sehari-hari.
Sasmitha Wening Mustikawati - BPP Kemiri






